Tag

, , , , , , ,

Sooyoung

Cast: Sooyoung, Changmin, Kyuhyun, Yunho, Tiffany, Jessica, and others..

Rating: PG-15

Genre: Romance

Previous: My Bride part 17

 

Part 18

 

Di taman itu, semua tampak begitu indah dan menyenangkan, bunga-bunga dengan berbagai warna bermekaran, kupu-kupu terbang disekelilingnya, berebut untuk mengisap nektar. Sooyoung mengenakan gaun pendek berwarna ungu pucat. Rambut panjangnya terurai dan melayang bersama tiupan angin saat ia mulai menari mengikuti irama yang terdengar. Wajahnya terlihat bersinar dan penuh kegembiraan seperti seorang yeoja yang tengah menunggu kedatangan seorang kekasih. Sooyoung bernyanyi dan menari, sesekali ia bermain dengan beberapa ekor burung yang ada di dahan pepohohan rindang. Kakinya yang tak beralas lincah melompat ke sana kemari mengikuti hembusan angin.

Dari balik sebuah pohon, Changmin menatap Sooyoung dengan penasaran. Ia telah mengamatinya sejak tadi dan memutuskan untuk mendekatinya sekarang. Perlahan ia melangkah agar tidak mengagetkannya. Tinggal beberapa langkah lagi sebelum ia meraihnya, Sooyoung berbalik dan melihatnya. Tiba-tiba ia berhenti menari, ekspresi wajahnya seketika berubah. Dia tidak tersenyum lagi dan matanya yang bersinar menjadi redup. Changmin menangkap perubahan wajah Sooyoung, ia terlihat sedih,  marah dan benci, seperti tidak pernah mengharapkan Changmin muncul di hadapannya. Semua warna yang berada dalam taman tersebut perlahan memudar saat kedua mata mereka bertemu. Changmin berdiri terdiam di tempatnya. Sooyoung berbalik, hendak meninggalkan Changmin, tapi namja itu segera meraih pergelangan tangannya, tidak ingin yeoja itu meninggalkannya. Namun sepertinya Sooyoung tidak punya rencana untuk tinggal disana bersamanya, ia berusaha melepaskan cengkeraman tangan Changmin. Airmata mulai turun di pipi Changmin saat ia mulai memohon padanya agar tidak pergi. Sooyoung tampak tidak perduli.

Sepasang tangan tiba-tiba muncul dan berhasil melepaskan tangan Changmin dari Sooyoung. Sooyoung melihat ke arah seorang namja yang sekarang menggenggam tangannya erat. Ia tersenyum padanya. Changmin tidak bisa melihat wajah namja itu, tidak pula ia bisa mendengar apa yang dikatakannya pada Sooyoung. Lalu mereka mulai berlari, dan Changmin terlambat menyadari Sooyoung yang sudah menghilang dari hadapannya. Ia berlari menyusul mereka, namun tidak pernah bisa mencapainya, semakin cepat ia berlari, semakin jauh mereka terlihat. Ia hanya bisa berteriak memanggil nama Sooyoung sekuat tenaga.

“Sooyoung! Sooyoung!”

 

Changmin terbangun  dari tidurnya dan seketika merasakan sakit yang menusuk di kepalanya. Setelah beberapa detik, rasa sakit itu sedikit reda dan ia melihat ke sekeliling ruangan. Tempat itu terasa tidak biasa, seperti sebuah hotel. Ia belum bisa mengingat dengan baik, kepalanya pening.

Pintu hotel perlahan terbuka, dan Yunho masuk. Melihat Changmin yang sudah terbangun, ia bergegas menghampirinya.

“Gwenchannha?”

“Apa yang terjadi? Kita dimana?” tanya Changmin sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.

Yunho menyadari kalau Changmin belum sepenuhnya sadar setelah mabuk berat di klub tadi malam.

“Kau mabuk dan tidak sadarkan diri. Kita sekarang ada di hotel, di New York”

New York? Perlahan Changmin mulai mengingat semuanya. Ia berada di New York untuk SMTown Concert. setelah selesai mereka pergi makan malam dan pergi ke tempat hiburan. Itu saja yang bisa ia ingat sekarang, namun ia merasa ada yang sesuatu yang buruk telah terjadi. Ia khawatir.

“Sepertinya kau belum bisa mengingat dengan baik. Aku menemukanmu di sudut ruangan, berbaring tidak sadar sambil terus memanggil nama Sooyoung..” Yunho menyodorkan air putih pada changmin namun segera ditariknya kembali karena namja itu berdiri dengan tiba-tiba, hampir menumpahkan air tersebut ke atas tempat tidur.

“Sooyoung!” pekik Changmin seraya berdiri, namun rasa sakit kembali menghantam kepalanya dan ia terpaksa duduk kembali.

“Sooyoung…” ucapnya lirih sambil memejamkan mata, perlahan gambaran semua kejadian tadi malam terbayang dalam benaknya.  Saat ia memperhatikan Kyuhyun dan Sooyoung, saat ia cemburu, saat ia terus mengenggak alkohol tanpa pikir panjang.. dan tentu saja bagian terburuk saat ia melihat airmata Sooyoung yang terus mengalir. Hatinya terasa sakit setiap banyangan wajah Sooyoung melintas dalam pikirannya.

“Mianhe Sooyoung mianhe..” Changmin mengusap wajahnya dengan frustasi, rasa bersalah terus menjalar ke seluruh pikirannya. Ia tidak bisa menahannya, ia harus menemui Sooyoung.

“Hey mau kemana?” Yunho menahan lengan Changmin. Namja itu hampir terjatuh karena belum sepenuhnya pulih.

“Aku harus pergi menemui Sooyoung!” Changmin masih mencoba berjalan.

“Tapi kau belum pulih! Sebaiknya kau istirahat dulu”

“Aku harus pergi sekarang!” Changmin ujar Changmin setengah berteriak, tapi akibatnya kepalanya jadi semakin sakit dan ia harus bersandar pada dinding agar tidak jatuh.

“Tidak ada gunanya kau menemuinya sekarang! Sooyoung dan yang lain saat ini sedang sangat sibuk dengan program lainnya di NY, mereka tidak akan kembali ke hotel dalam waktu cepat. Aku tidak tahu apa masalahmu dengan Sooyoung, tapi ia dan anggota SNSD yang lain tidak akan senang jika kau memaksa bertemu dengannya dan mengganggu kegiatan mereka!” Yunho mencoba memberi pengertian pada Changmin.

Namja itu memandang nanar ke arah Yunho, menyadari kalau yang dikatakan hyungnya ada benarnya. Ia akan mengganggu mereka, dan ia tidak ingin Sooyoung lebih marah lagi padanya.

“ Kita harus kembali ke Korea hari ini juga, jadi kau lebih baik istirahat dan bersihkan badanmu. Aku mau packing barang-barang dulu” Yunho menepuk pundak Changmin dan meninggalkan namja itu.

Changmin mencari handphonenya. Jika ia tidak bisa bertemu dengan Sooyoung, lebih baik ia menelponnya. Beberapa kali tersambung, namun yeoja itu tidak menjawab. Ia menebak kalau Sooyoung mungkin sibuk atau memang tidak mau menjawab telponnya. ia lalu mengetik pesan untuk Sooyoung, berharap setidaknya yeoja itu membacanya dan mengetahui kalau ia benar-benar menyesal..

“Sooyoung.. mianhe”

 

***

 

“Okay its over!”

Akhirnya, setelah syuting cukup lama, mereka bisa beristirahat. Sooyoung segera mengambil posisi di sebuah sofa nyaman. Ia kelelahan, begitu juga dengan member lainnya, tapi ia merasa lebih lelah karena harus menjaga ekspresi wajahnya agar tidak terlihat sedih dan selalu tersenyum. Ia membuka tasnya, mencari handphone. Di  pojok atas layar hp nya terlihat tanda panggilan terlewat  dan pesan. Ia lebih memilih melihat pesan terlebih dahulu dengan asumsi orang yang mengiriminya pesan pastilah orang yang sudah menelponnya. 6 pesan. Dari Kyuhyun.

“Jangan menangis lagi, oke?”

“Sooyoung hwaiting!!! Jagiya fighting!!!”

“Keep Smiling, your smile will keep the sun rising and the wind blowing!”

“Aku mengganggumu ya? Mianhe.. itu karena kau tidak berhenti mengganggu pikiranku”

Sooyoung tersenyum lebar membaca pesan-pesan dari Kyuhyun. Sejak kapan namja itu menjadi romantis seperti ini. Seandainya saja ia melakukan hal ini sejak dulu, mungkin sekarang mereka sudah menjadi pasangan selama beberapa tahun. Bukannya ia tidak senang, hanya saja jika ini terjadi beberapa waktu yang lalu mungkin ia bisa lebih bahagia karena sekarang saat ini sesuatu terus mengusik perasaan dan pikirannya…

Sooyoung lanjut membaca pesan kelima.

“Cepat kembali karena aku sudah mulai merindukanmu lagi”

Sooyoung tidak tahan untuk tidak tertawa. Tidak menyangka jika Kyuhyun bisa mengatakan hal seperti itu karena ia tahu namja itu cukup pemalu. Ia mungkin sudah belajar banyak dari hyungnya, pikir Sooyoung sambil terus tersenyum.

Hyoyeon dan Yuri yang duduk disamping Sooyoung memandang yeoja itu dengan heran. tadi malam yeoja itu terlihat sedih dan bilang tidak enak badan, sekarang ia terlihat tersenyum lebar. Tapi mereka senang Sooyoung sudah kembali seperti biasa. Yuri yang berada di samping sooyoung memicingkan mata, berusaha membaca apa yang tertera di layar hp Sooyoung.

“Kyuhyun” bisiknya pada Hyoyeon setelah berhasil.

“Oh” Hyoyeon menjawab singkat lalu kembali menekuni ipadnya. Ia tidak terlalu tertarik untuk mengetahui apa yang sedang ditertawakan oleh “the new lovely romantic couple” itu.

Jessica ikut tersenyum melihat Sooyoung yang sudah kembali ceria. Ia merasa lega karena tadi malam Sooyoung menangis dan menolak mengatakan penyebabnya pada dirinya. Ia tahu Sooyoung memang terkadang menyimpan beberapa hal sendiri, terutama jika ia merasa hal itu akan membuatnya terlihat lemah dan ia tidak mau orang lain kasihan padanya.  sebenarnya, Jessica mengetahui apa yang sudah membuat Sooyoung seperti ini, ia tahu kenapa Sooyoung menangis. Itu pasti sesuatu tentang namja itu…

 

Sooyoung merasa bersalah pada Kyuhyun karena belum bisa menjelaskan padanya kenapa ia sampai menangis. Namja itu terus bertanya sambil mencoba membuat perasaan Sooyoung lebih baik. Mungkin Kyuhyun marah padanya, karena Sooyoung bisa mendengar nada bicara Kyuhyun yang sedikit kesal, tapi sesampai di hotel, Kyuhyun akhirnya memahami kalau Sooyoung memang belum bisa mengatakan sebabnya. Ia mengantarkan Sooyoung sampai di depan pintu kamar dan mengusap kepala Sooyoung beberapa kali dengan lembut.

“Tidak apa-apa, aku mengerti. Sekarang berhenti menangis, jika kau memerlukan aku telepon saja oke?”

Sooyoung meraih hp untuk menelpon namja chingu-nya yang mendadak romantis itu, tapi mantanya ke udian menangkap masih  ada tanda pesan yang belum terbaca. Perlahan ia membuka inbox hpnya dan mendapati sebuah pesan. Dari seorang namja. Namja itu.

 

***

 

Changmin mengecek hpnya untuk yang keseribu kali. Ia sebenarnya tahu kalau yeoja itu tidak akan membalas pesannya, tapi ia tetap berharap.

“Kau harus mengganti mode hpmu menjadi flight mode atau mematikannya” Yunho yang duduk di samping Changmin memperingatkan namja itu. Biasanya Changmin yang tidak pernah lupa mengingatkan dia dan mengoceh tentang bahaya menggunakan hp dalam pesawat dan sebagainya, tapi sekarang namja itu terlihat  tidak perduli.

“Sudah ingat apa yang terjadi tadi malam?”

Changmin menarik napas panjang, “Ya.. hyung, aku sudah ingat dan sepertinya aku sudah melakukan hal yang buruk padanya,, kurasa aku sudah menyakitinya”

“Siapa? Sooyoung maksdumu?”

Yunho lalu teringat kalau tadi malam ada yang memberitahunya ada masalah dengan Sooyoung dan yeoja itu pulang lebih dulu.

“Apa? Jadi itu karena kau? Apa yang kau lakukan padanya?!!” Yunho berkata dengan nada tinggi. Changmin, namja bodoh  ini bukan sekali ini saja ia membuat Sooyoung menangis.

Changmin terkejut mendengar respon dari Yunho. Apa semua orang tahu kalau Sooyoung seperti itu karena dia? Sekarang perasaannya semakin tidak enak. Ia merasa seperti seorang namja yang jahat pada yeoja yang dicintainya.

“Mianhe hyung.. mianhe.. aku tidak bermaksud menyakiti Sooyoung..”

“Jawab pertanyaanku tadi!” Yunho tetap menjada nada suaranya agar tidak terdengar nyaring, tapi dari wajah dan tatapan matanya, Changmin bisa tahu kalau hyungnya itu sedang tidak senang.

Changmin tidak menjawab, mengatakan kalau ia sudah mencium Sooyoung dengan paksa, walaupun ia tidak bermaksud seperi itu, dan menyakiti Sooyoung dengan perlakuan dan kata-kata kasarnya hingga yeoja itu mengangis tadi malam, cukup memberi alasan untuk Yunho mematahkan semua tulang-tulangnya.

“Mianhe hyung.. aku tidak bermaksud menyakitinya.. aku sudah meminta maaf padanya namun ia tidak membalas pesanku dan tidak menjawab teleponku. Aku akan menemuinya segera dan meminta maaf padanya secara langsung” mohon Changmin.

Yunho menatap Changmin dengan ragu, “Kau harus melakukannya atau aku akan menyesal!”

“Tentu hyung, aku pasti melakukannya” Changmin merasa sedikit lega Yunho bisa menerima alasannya untuk saat ini. Walaupun ia sedikit takut Yunho akan marah dan memukulnya, ia yakin itu tidak akan terjadi karena mereka ada dalam pesawat dan hyungnya tidak akan mau memancing perhatian orang disekitar mereka.

“Hyung, apa kau tahu siapa yang membawaku kembali masuk ke dalam klub?”

“Anhi, wae?” jawab Yunho pendek. Ia masih sedikit kesal.

“Aku tidak ingat siapa dia”

“Mungkin hanya orang asing”

Changmin tidak berpikir bahwa orang yang membawanya itu adalah orang asing. Namja itu memanggil namanya, ia yakin, tapi tetap tidak bisa mengingat siapa orang itu. Namja itu seperti sengaja menyembunyikan wajahnya dan tidak ingin Changmin mengingatnya. Siapa sebenarnya namja itu…

 

***

Seorang namja menghampiri sesosok yeoja yang tampak sedang serius berlatih di sebuah ruangan.

“O.. annyeong” yeoja itu tersenyum.

“Aku mau bicara denganmu sebentar, bisa?”

“Ne”

Mereka kemudian pergi ke salah satu sudut ruangan. Namja itu bersandar pada dinding ruangan setelah mengatakan semuanya pada yeoja itu, yang sekarang terdiam mematung, berusaha mengambil kesimpulan dari pembicaraan mereka barusan.

“Kau yakin dengan hal ini? Aku tidak ingin menyakiti siapapun..” ujarnya kemudian dengan wajah khawatir.

“Aku sudah memikirkan semuanya. Aku berharap padamu” namja itu berbalik dan memegang kedua pundak yeoja itu.

Yeoja itu hanya mengangguk pelan. Namja itu kemudian memeluknya,

“Gomawo”

 

***

 

Kyuhyun memperhatikan Sooyoung yang sedang duduk menyelonjorkan kakinya di atas sebuah sofa diruangan latihan. Yeoja itu memejamkan matanya.

“Sooyoungie…” panggil Kyuhyun, membuat Sooyoung serta merta membuka kedua matanya, wajahnya tampak mengantuk dan Kyuhyun berkesimpulan kalau yeoja itu hampir tertidur. Ia jadi menyesal membangunkan Sooyoung.

“Oppa” Sooyoung tersenyum dan menurunkan kakinya dari sofa tersebut, memberikan ruang untuk Kyuhyun duduk.

“Mianhe, aku membangunkanmu ya?”

“Ah anhiyo..” Sooyoung membetulkan posisi duduknya. Dengan status hubungan  mereka sekarang, Ia masih saja merasa canggung jika harus berdua saja dengan Kyuhyun.

“Kau pasti kelelahan dengan jadwal seperti ini” ujar Kyuhyun.

Sooyoung hanya mengangguk. Ia memang sangat lelah.

“Kalau kau mengantuk, istirahat saja”

“Aku tidak mengantuk, aku kesini kan untuk bertemu oppa” Sooyoung tersenyum.

“Oh Jinjja? Jadi kau merindukanku?”

Sooyoung memukul lengan Kyuhyun. “Bukannya oppa yang bilang ingin bertemu dari beberapa hari yang lalu?”

“Tapi kan kau barusan juga bilang ingin bertemu denganku? Benar kan?”

Sooyoung cemberut,  Kyuhyun tertawa melihatnya.

“Ah.. kenapa gampang sekali marah? Pasti karena kelelahan kan?” namja itu merangkul Sooyoung.

“Kasihan sekali jagiya” Kyuhyun mengelus kepalay Sooyoung dan menyandarkannya di bahunya. Sooyoung menurut saja.

“Mianhe memaksamu kesini, sebenarnya dengan melihat wajahmu sebentar saja secara langsung aku sudah senang” ujar Kyuhyun.

“Oppa tidak perlu minta maaf”

“Hmm.. kau tahu saat seperti ini rasanya aku ingin menghentikan waktu, aku ingin seperti ini selamanya..”

Sooyoung terdiam mendengarkan kata-kata Kyuhyun. Tiba-tiba perasaan tidak enak menjalar ke dalam hatinya, ia merasa ada seseuatu yang salah. Ia yakin kesalahan itu tidak ada pada Kyuhyun, tapi pada dirinya.

“Bagaimana denganmu? Sooyoungie?”

Sooyoung mengangkat kepalanya dari pundak Kyuhyun, “Umm aku.. aku..” lidahnya terasa kaku.

“Hey, hpmu menyala” ujar Kyuhyun tiba-tiba.

“Eh? Oh ya” Sooyoung segera mengambil benda itu dari atas meja. Sebuah pesan. Pesan yang sama dari orang yang sama sejak berhari-hari yang lalu. Sooyoung membacanya dengan raut wajah yang gelisah, ia tidak bisa seperti ini terus pada namja itu. Ia harus menyelesaikan semuanya atau paling tidak memberi jawaban, agar namja itu tidak terus mengganggu pikiran dan perasaannya.

“Sooyoung?”

Yeoja itu tersadar dari lamunannya.

“Dari siapa?” tanya Kyuhyun lagi.

“Siapa? Oh dari Taeyeon, ia bilang aku harus segera kembali. Kami harus bersiap-siap ke Sydney” Sooyoung berbohong.

“Sydney? Oh iya kalian bersama dengan Yunho hyung dan Changmin juga kan?”

“Ne..”

Bersama Changmin, namja yang terus ia hindari. Ia masih belum bisa melupakan kejadian menyakitkan itu, ia membenci namja itu. Tapi semakin ia mencoba membencinya, tetap saja Changmin tidak mau pergi dari pikirannya. Ia tahu Changmin tidak bermaksud berbuat kasar padanya, mungkin ia hanya sedang mabuk dan tidak bisa mengontrol tindakannya. Apa ia cemburu? Sooyoung tersenyum getir. Cemburu? atas dasar apa? Namja itu bahkan tidak pernah mengatakan kalau ia menyukainya. Menyedihkan.

“Kau melamun lagi”

Sooyoung menoleh pada Kyuhyun. Namja ini selalu ada disampingnya, memberikan perhatian untuknya. Sooyoung merasa sangat bersalah jika harus meninggalkannya, ia berharap hal itu tidak akan terjadi,  ia tidak bisa membayangkan untuk meninggalkan Kyuhyun. Sooyoung merasa sedih.

“Mianhe oppa, aku harus pergi”

Sooyoung membereskan barang-barangnya. Kyuhyun berdiri, membantu Sooyoung memakai jas dan memasangkan syal di lehernya. Yeoja itu hanya memandang Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca, ia ingin segera pergi.

“Sekarang cuaca sudah cukup dingin, kau jangan sampai sakit. Kau mau ku antar pulang?”

Sooyoung menggeleng, “hajima.. oppa tidak perlu.. annyeong”

Yeoja itu segera berlari meninggalkan Kyuhyun yang menatapnya dengan heran.

‘Oppa mianhe… jangan terlalu baik denganku.. aku takut suatu saat aku akan menyakitimu’ batin Sooyoung sambil mengusap air mata yang perlahan jatuh di pipinya.

 

***

 

“Sydney..” gumam Changmin. Ia tersenyum senang.

Changmin melihat ke arah hp yang digenggamnya, sebuah notifikasi baru. Pesan gambar dari Minho.

“Hyung kau sibuk sekali, Kyuhyun hyung juga sangat sibuk. Kau tahu ia sibuk apa sekarang? lihatlah! Hehehe…”

Sebuah foto. Seorang yeoja tengah bersandar di bahu seorang namja sambil memejamkan mata, dengan namja di sambingnya yang memandangnya dengan tersenyum.

Mata Changmin terbuka lebar, foto yang dikirim Minho seketika membuat seluruh badannya kaku. Ia tahu foto itu adalah hal yang wajar, tapi ia tidak berharap untuk pernah melihatnya, walau di foto sekalipun.

Ia merasa bersalah pada Kyuhyun yang sudah jelas memiliki Sooyoung. Apa yang baru saja ia pikirkan? Sydney? Bahagia karena bisa melihatnya lagi secara dekat? Lucu sekali. Kau sudah merelakan dia kan? Jangan berpikir untuk mengharapkan dia lagi. Apa kau mau menikam sahabatmu sendiri? Changmin kau benar-benar sahabat yang jahat. Changmin tersenyum pahit.

“Sekarang semua sudah jelas, aku akan meminta maaf padanya dan mengakhiri semuanya” Changmin membatin, tanpa terasa cairan bening mengalir turun dari sudut matanya.

TBC

 

Mianhe reader semuanya.. baru bisa bikin lanjutannya sekarang..

mianhe mianhe.. sorry sorry… hehehe..

makasih banyak yang udah komen di part sebelumya ya… kalau kalian ga komen mungkin author udah ngambek ga ma nulis lagi.. 😀

jadi gimana nih? author tambah bingung mau kyuyoung atau changsoo?

Iklan