Tag

, , , , , , , , ,

Sooyoung

Cast: Sooyoung, Changmin, Kyuhyun, Yunho, Tiffany, Jessica, and others..

Rating: PG-15

Genre: Romance

 

Previous My Bride part 16

 

Part 17

Namja itu selalu menatapnya, memandang dari kejauhan dengan mata penuh harap yeoja itu akan berbalik dan tersenyum padanya. Setelah sekian lama ia tidak melihat wajah itu, hari ini ia kembali melihatnya tersenyum dengan riang. Ia tahu yeoja itu terus menjaga jarak dengannya, sedikitpun ia tidak mau mendekat dan menganggapnya tidak ada. Ia tertawa dan berbicara dengan semua orang di panggung konser itu, bahkan dengan anggota boyband lain, tetapi tidak dengannya. Ia hanya bisa tersenyum sedih menyadari mungkin ini salah satu bentuk hukuman untuknya karena telah menyakiti yeoja itu.

“Kau menyesal?”

Suara Yunho membuyarkan lamunan Changmin. Ia menarik pandangannya dari Sooyoung dan bertatapan dengan Yunho.

“Tidak”

“Teruslah berbohong dan menyakiti dirimu sendiri”

“Aku tidak berbohong, ini yang terbaik untukku dan dia. Lagipula aku sama sekali tidak melihat kesedihan di wajahnya” ujar Changmin, kembali menatap Sooyoung.

“Tapi aku melihat jelas hal itu di wajahmu”

Changmin terdiam mendengar ucapan Yunho. Ia tahu tidak mungkin bisa menyembunyikannya dari hyungnya itu, tapi ia merasa keputusan yang diambilnya adalah tepat. Ia tidak mau bersenang-senang sementara menyakiti hati sahabatnya, Kyuhyun.

Changmin meninggalkan panggung, berjalan pelan sambil menatap Sooyoung. Ia yakin waktu akan menyembuhkan semuanya, membawa semua rasa sakit dan menebarkan kebahagiaan untuk mereka. Ia berharap demikian.

***

Sooyoung berdiri di depan ruang latihan Super Junior. Ia sudah melalui hari-hari yang sulit sebelum sampai pada keputusan ini. Hari-hari yang penuh dengan latihan dan performance untuk album terbaru mereka ditambah lagi dengan beban pikiran yang harus ditanggungya. Badannya terasa semakin kurus dan wajahnya terlihat lelah. Ia berpikir dan terus berpikir, diikuti dengan perasaan marah, kebencian dan kesedihan. Ia ingin mengakhiri semuanya. Bayangan namja itu, ia akan menghapusnya. Tidak akan pernah ia menoleh kembali padanya. Ini adalah yang terbaik untuknya, ia meyakinkan dirinya dan perasaannya.

Perlahan-lahan ia membukan pintu ruangan tersebut, dan segera ia disambut oleh wajah cerah dan senyum oppa-oppanya.

“Hai Sooyoung!” Eunhyuk segera menghentikan latihannya.

“Sooyoung-ah masuklah, kau ingin menonton kami latihan ya?” Leeteuk menyapa Sooyoung dengan ramah.

Sooyoung hanya tersenyum simpul.

“Yah Hyung! Tidak mungkin ia kesini hanya untuk menonton kita. Dia pasti mencari seseorang, benar kan Syoong?” ujar Sungmin menggoda.

Sooyoung mengangguk, “Ne, aku mencari Kyuhyun oppa” ia lalu tertunduk.

“Bisa ditebak! Akhrinya datang juga hari ini!” ujar Sungmin terus menggoda Sooyoung.

“Nih, ini yang kau cari bawalah dia kemanapun kau suka, dia tidak akan menolak!” Donghae menarik lengan Kyuhyun yang tampak malu-malu dengan wajah memerah ke arah Sooyoung.

“Hyung, hentikan!” Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan perasaan gugup dan senangnya.”Aku pergi dulu”

“Ya ya! Jangan cepat-cepat kembali ya! Pergi sana!” ujar member-member suju lainnya, mengusir Kyuhyun.

Kyuhyun memandang kesal pada hyung-hyungnya, tapi wajahnya terlihat senang. Ia lalu mengikuti Sooyoung yang sudah lebih dulu meninggalkan ruangan itu, diiringi dengan tawa yang terdengar dari ruang latihan.

***

 

Sooyoung sudah siap dengan semua barang-barangnya. Hari ini mereka akan pergi ke New York untuk mengikuti SMTOWN Concert. Ia sangat lelah, tapi ia tidak bisa beristirahat dengan tenang karena semua teman-teman satu bandnya tidak bisa diam. Mereka juga kelelahan, tapi demi mendengar berita bahwa Sooyoung dan Kyuhyun sudah resmi menjadi sepasang kekasih, mereka jadi sangat antusias, mengalahkan semua kelelahan mereka.

“Chukkae! Chukkae!” Jessica dan Yuri tidak berhenti melompat kegirangan.

“Akhrinya kau punya pacar Sooyoungie!” Taeyeon mencolek pipi Sooyoung yang masih duduk di kursi dorm mereka, menuggu jemputan ke bandara.

“bukannya, kau dan Changmin oppa..” gumam Sunny.

“Iya, bukannya unnie dan Changmin oppa..” Yoona juga berkata dengan heran.

“Suuny, Yoona kalian bicara apa? “ Tiffany mengisyaratkan mereka untuk berhenti.

“Tapi kau dan Kyuhyun oppa cocok sekali kok! Chukkae!” ujar Sunny kemudian.

“Ah aku akan menodong Kyuhyun oppa untuk mentraktir kita makan!” YoonA kegirangan.

“Sooyoung kenapa diam saja! Katakan seseuatu sebagai konfirmasi” Hyoyeon menggamit lengan Sooyoung yang masih tetap diam dengan kacamta hitam menutupi sebagian wajahnya.

“Ya unnie, kau harus menceritakan pada kami tentang kabar bahagia ini” Seohyun membujuk Sooyoung. dan berhasil, yeoja itu membuka kacamatanya.

“Nanti akan kuceritakan” ujarnya pada Seohyun.

“Yah! Kami ingin sekarang!” member SNSD lainnya protes.

“Tidak bisa sekarang” ujar Sooyoung seraya berdiri.

“Wae? Wae? “

“Karena mobil kita sudah datang. Ayo pergi” Sooyoung serta merta berlari meninggalkan delapan orang yeoja yang berdiri masih tertegun.

“YAH!SOOYOOUUNNGGG!! UNNIE!!!” Teriak mereka bersamaan.

***

Mereka tidak berangkat bersama-sama dengan member SUJU dan DBSK karena jadwal yang sangat padat. Sooyoung sangat mensyukuri hal tersebut, karena saat ini ia tidak ingin melihat wajah kedua namja yang selalu mengusik pikirannya. Ia memejamkan mata di kursi pesawat yang membawa mereka ke New York, ia sangat lelah dan mengantuk.

Ia melihat ke sekeliling, semuanya tampak sudah tertidur pulas di tempatnya masing-masing setelah tidak berhasil mengorek keterangan dari Sooyoung mengenai berita menghebohkan tadi. Sooyoung benar-benar tidak ingin membahas hal itu. ia seharusnya senang, tetapi entah mengapa hatinya terasa semakin sakit.

“Sooyoungie, apa kau tertidur?” Tiffany duduk di samping kursi Sooyoung yang kosong.

“Belum” ujar Sooyoung lirih, ia menyeka air matanya yang tidak terasa mengalir.

“Ada apa lagi denganmu Sooyoung? kenapa kau terlihat sedih?” tanya Tiffany yang kebingungan dengan sikap Sooyoung akhir-akhir ini. Ia sudah mengetahui keputusan Sooyoung untuk menerima Kyuhyun sebelum yang lain tahu. Dan ia sudah berkali-kali menanyakan pada yeoja itu apakah ia serius dan yakin dengan keputusannya. Sooyoung berkata ia sangat yakin, dan hal itu akan membuatnya bahagia dan bisa melupakan Changmin. Tapi melihat kenyataan sekarang, ia yakin yeoja disampingnya itu sudah membuat kesalahan.

“Sooyoung?” Tiffany mengusap kepala Sooyoung dengan lembut.

“Aku hanya sedang tidak ingin membicarakan tentang mereka, itu saja” ujar Sooyoung pelan.

“Kau benar-benar senang dengan keputusanmu sekarang, iya kan Sooyoungie?”

Sooyoung terdiam ia tidak bisa menjawab pertanyaan Tiffany. airmata perlahan turun di pipinya.

“Katakan perasaanmu yang sebenarnya Sooyoungie, itu akan mengurangi bebanmu” Tiffany terus mengelus kepala dan punggung yeoja itu, menenangkannya.

“Aku-aku tidak bisa.. Kyuhyun oppa, aku menyukainya tapi..”

“Tapi kau masih menyukai namja itu. Benarkan?” Tiffany menyambung perkataan Sooyoung. ia sudah bisa menebaknya.

“Jangan bermain-main dengan perasaan seseorang Sooyoung, kau harus mengatakan dengan jelas pada Kyuhyun oppa..”

“Aku menyukai Kyuhyun oppa! Itu benar!” Sooyoung menatap Tiffany, tapi melihat yeoja yang berumur lebih tua darinya tersebut menatapnya dengan penuh tanda tanya, Sooyoung tidak bisa berbohong lagi.

“Apa.. apa aku seorang yang egois? Aku hanya tidak ingin terluka lagi..” Sooyoung menggumam pelan, namun Tiffany bisa mendengarnya dengan jelas.

“Kyuhyun oppa adalah namja yang baik. Aku yakin bisa bahagia dengannya..”

“Sooyoung.. lihat dirimu sekarang, apa kau benar-benar senang dengan keputusanmu? Kau tidak ingin terluka lagi, tapi yang kulihat, kau malah semakin merasa sakit”

“Fany-ah.. aku baik-baik saja. Aku senang..” Sooyoung menyandarkan kepalanya di bahu Tiffany.

Tiffany hanya bisa menarik napas panjang. Sooyoung sedang menghindari percakapan mereka, dan dia tidak ingin menambah beban pikiran yeoja itu.

“Baiklah kalau ini keputusanmu, aku hanya berharap kau bahagia dengan hal ini” ujar Tiffany sambil memejamkan matanya, ia juga sangat lelah.

Sooyoung mengangguk, dan mereka berdua akhirnya tertidur.

***

“Apa maksudnya tadi?” Changmin mengikuti Yunho yang baru saja turun dari panggung konser mereka. SMTOWN NY sudah selesai dan berlangsung dengan sangat meriah. Mereka sukses menghibur semua fans di kota tersebut.

“Kau bicara tentang apa?” ujar Yunho cuek sambil meminum air mineralnya.

Changmin menatap Yunho dengan kesal. Ia tahu hyungnya itu akan marah dengannya jika mereka membicarakan Sooyoung. ia menganggap Changmin telah menyakiti dongsaengnya tersebut.

“Kenapa kau tidak melepasakn genggaman tanganmu dengannya!” ujar Changmin tiba-tiba. Ia sudah tidak tahan lagi.

“Apa? Kau marah karena aku menggenggam tangannya? Wow.. menarik” ujar Yunhoo.

Changmin semakin kesal dibuatnya.

“Memangnya kenapa? Kau tahu kan aku dan dia memang dekat, lalu kau mau bilang kalau kau.. cemburu padaku, Changmin?”

Namja itu hanya mengepalkan tangannya, berusaha meredam amarah. Ia tahu, sangat mengetahui kalau Yunho dan Sooyoung memang dekat, tapi kenapa ia merasa marah. Apa mungkin ia cemburu dengan hyungnya?

“Apa kau sengaja melakukannya?” ujar Changmin, ia benar-benar sedang berada diluar kesadarannya.

“Apa? Sengaja?” Yunho tertawa mendengar penrtanyaan konyol Changmin. “ Hmm.. Changmin, kuberi tahu satu hal padamu, kalau kau cemburu padaku kau salah orang..”

Yunho menatap Changmin yang sekarang memandangnya denga heran.

“Karena orang yang pantas kau cemburui itu berada disana, dia adalah namja yang sekarang memilik Sooyoung” Yunho menunjuk ke suatu arah dan Changmin menoleh.

Ia melihat Sooyoung sedang berjalan dengan seorang namja. Namja itu menggandeng pinggang kecil Sooyoung dan menatap penuh perhatian padanya. Sooyoung tersenyum, lalu menggandeng tangan namja itu. Cho Kyuhyun.

Mereka berdua berjalan beriringan, bersama dengan teman-teman selabel mereka, tidak menyadari bahwa sepasang mata sedang menatap mereka dengan sedih, rasa sakit terpancar di matanya dan semakin bertambah saat sang namja membisikan sesuatu pada yeoja yang dicintainya. Mata itu, mata Shim Changmin.

***

Setelah konser berakhir, semua anggota SMTOWN family mengunjungi tempat hiburan di kota New York tersebut. Ini sudah menjadi kebiasaan tidak tertulis (WARNING: jangan dicontoh yah adik-adik sekalian.. upps ganggu aja nih.. mian :P).

Tak terkecuali Sooyoung. Walaupun merasa lelah, tapi ia tidak bisa menolak karena semua orang pergi kesana untuk merayakan keberhasilan konser mereka. Setelah makan malam, semuanya pergi ke tempat yang telah ditentukan. Mereka bergembira dan merayakan keberhasilan konser yang baru saja selesai.

Member SNSD, SUJU, Shinee dan F(x), semua berkumpul dan bersenang-senang, walaupun dengan wajah lelah, mereka menikmati momen-momen kebersamaan yang jarang terjadi. Sooyoung pun demikian, ia senang bisa berkumpul dengan mereka. Ia duduk di salah satu sofa bersama dengan Amber, Shindong, Yuri, Siwon, dan tentu saja Kyuhyun. Namja itu selalu disampingnya, tidak pernah melepaskannya dan membiarkannya sendirian.

Sooyoung senang dengan perhatian Kyuhyun, tidak bisa dipungkiri ia adalah namja yang benar-benar baik. Tapi ia masih belum benar-benar yakin. Inikah yang dia inginkan? Sooyoung memandang ke arah Kyuhyun dan tersenyum, namun senyumannya menghilang saat ia menangkap sosok seorang namja yang sedang duduk di sudut ruangan. Ia memandang ke arah Sooyoung dengan tatap mata yang tajam sambil terus meminum minuman yang dituangkan untuknya.

Sooyoung terkejut melihat tatapan mata itu. Ia segera mengalihkan pandangannya, tidak mau melihat ke arah namja itu lagi.

***

Dia disana, dengan namja yang terus bersamanya. Changmin tidak bisa melepaskan pandangannya dari mereka, tidak perduli dengan teman-teman disekitarnya. Ia melihat Kyuhyun beberapa kali menyentuh rambut Sooyoung dan merapikannya, mengambilkan minuman untuknya dan menyuapinya makanan, diiringi dengan tawa menggoda dari orang-orang disekeliling mereka. Mereka tampak bahagia.

“Changmin-hyung, kau tidak mau ikut kesana? ” Minho bertanya pada Changmin yang masih memandang lurus ke arah Kyuhyun.

“Aniyo, kau pergilah” ujarnya pada Minho, dan namja itupun beranjak meninggalkan Changmin.

“Mau tambah lagi?” ujar salah seorang dancer dari DBSK pada Changmin. Ia mengangguk dan gelasnya segera terisi lagi dengan minuman beralkohol tersebut.

Changmin melihat yeoja itu menatap ke arahnya, namun segera mengalihkan pandangannnya. Hal itu membuat Changmin merasakan panas di badannya, ia marah dan cemburu. ia menenggak minumannya dan dadanya terasa semakin panas karena alkohol yang membakar tenggorokannya. Ia terus meminumnya, tidak perduli kesadarannya yang semakin menghilang karena alkohol yang sudah tercampur di setiap darah yang mengalir di tubuhnya.

Ia beranjak dari tempat tersebut dengan langkah yang sempoyongan.

***

“Mau kemana?” Kyuhyun menggenggam tangan Sooyoung yang hendak pergi.

“Aku mau ke toilet, kau mau ikut?”

“Perlu kutemani?” ujar Kyuhyun lagi.

“Yah, tidak perlu oppa disini saja” Sooyoung  tertawa.

“Ciehh.. Kyuhyun oppa sepertinya tidak mau lepas dengan Sooyoung..” Yuri menggoda Kyuhyun.

“Maklum, kan baru saja jadian” Shindong menambahkan.

“Wah unnie beruntung sekali punya pacar yang perhatian..” Amber tidak mau kalah.

Kyuhyun tersipu malu dengan semua ucapan teman-teman mereka. Ia lalu melepaskan genggaman tangannya dari Sooyoung.

“Hati-hati, Soo” Siwon memperingatkan.

“Ne. Oppa” ujar Sooyoung singkat, dan ia segera menghilang diantara orang-orang yang sedang asyik menikmati musik di ruangan tersebut.

Sooyoung menarik napas lega setelah sampai ditoilet, kepalanya terasa sakit dengan keriuhan di luar sana, ia perlu mencari ketenangan sebentar. Ia memandang wajahnya di kaca toilet dan terlihat jelas kelelahan disana. Ia merapihkan rambut dan pakaiannya lalu mencuci tangan. Ia ingin berlama-lama disana, tapi tiba-tiba beberapa orang gadis berambut pirang masuk dan membuat suasana disana sedikit ribut. Sooyoung merasa tidak enak dan segera meninggalkan tempat itu.

Ia berjalan sendiri, toilet itu terletak di luar ruangan tempat hiburan tersebut, keadaan disana tidak terlalu terang. Sooyoung menangkap sesosok bayangan namja yang bersandar di dinding, seperti menunggu seseorang, perasaannya semakin tidak enak. ia berjalan seolah-oleh tidak melihat namja itu, tapi diluar dugaan, namja itu mencengkeram pergelangan tangannya dan mendorongnya hingga ia bersandar di dinding.

“Apa yang kau lakukan! lepaskan!” Sooyoung ketakutan dan berusaha melepaskan diri. Namja itu memegang kedua tangannya, menahannya di dinding, satu kakinya menghalangi jalan Sooyoung agar tidak melarikan diri.

“Sooyoung..” ia mendengar suara namja di depannya memanggil namanya. Suara itu. Ia mendongak dan tatapannya bertemu dengan mata namja tersebut.

“Ch-changmin?!?” Sooyoung terkejut.

“Kau masih mengenaliku? Huh?” Changmin berkata dengan pelan di samping telinga Sooyoung sambil sesekali tertawa.

“Oppa, kau-kau mabuk?” Sooyoung menangkap perilaku aneh pada Changmin dan itu pasti karena ia mabuk.

“Tidak! Aku tidak mabuk!” Changmin menatap Sooyoung dengan matanya yang memerah. Sooyoung merasa takut, ia tidak pernah melihat seorang namja seperti ini. Ia merasa Changmin tidak hanya mabuk tapi juga marah. Kemarahan itu terlihat jelas di matanya.

“Lepaskan!” Sooyoung berusaha bergerak, tapi namja itu sangat kuat.

“Wae? Sooyoung Wae? Kenapa kau menerima Kyuhyun?” Changmin berkata dengan tatapan tajam.

“Apa?” Sooyoung tidak berani menatap Changmin.

“Kenapa kau menerima namja itu? Jawab Soo! Jawab aku!”

“Itu bukan urusanmu! Lepaskan aku!”

Bukannya melepaskan Sooyoung, Changmin malah semakin mendekatkan badan dan wajahnya ke arah Sooyoung. Yeoja itu bisa mencium dengan jelas aroma alkohol dari Changmin yang sedang mabuk.

“Yah! Jawab Soo!” Changmin berteriak di depan wajah Sooyoung. Yeoja terkejut, ia hanya mengerjapkan matanya yang sekarang sudah mulai berair.

“Kenapa kau lakukan ini padaku Soo? Katakan..” Suara Cahngmin sedikit melunak.

“Aku yang seharusnya bertanya padamu! Kenapa kau lakukan semua ini padaku!” sekarang Sooyoung yang berteriak padanya, dadanya terasa sesak.

“Lepaskan aku! Changmin lepaskan!”

Changmin tersenyum menyeringai.

“Kenapa kau tidak memanggilku oppa? Kau menyukaiku kan?” Changmin berbisik pada Sooyoung.”kau sudah melupakanku Soo?”

Sooyoung tidak menjawab, ia terus berusaha mendorong Changmin menjauh darinya.

“Kau benar-benar melupakanku? Hmm? Apa kau tidak mengingat ini?” Changmin melepaskan salah satu genggaman tangannya, menarik Sooyoung mendekat lalu menciumnya.

Airmata Sooyoung mengalir membanjiri pipinya, dadanya terasa sangat sakit. Bagaimana mungkin namja itu tega melakukan ini padanya. Ia memukul Changmin, tapi namja itu tidak melepaskan bibirnya begitu saja.

Sooyoung mendorong tubuh Changmin menjauh darinya dengan sekuat tenaga. Akhrinya, namja itu melepaskannya, ia tersenyum menyeringai dan berusaha mendorong Sooyoung kembali ke dinding tapi yeoja itu menamparnya dengan keras.

Namja itu memgang pipi kirinya yang terasa panas.

“Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa kau begitu jahat padaku! Katakan padaku apa yang harus kulakukan!” Sooyoung berteriak pada Changmin. Ia terisak.

“Aku benci kau! Aku tidak mau mengingat ciiuman itu lagi! Kau.. kau jangan pernah menyentuhku lagi! Aku membencimu!”  Sooyoung meninggalkan Changmin. Ia berlari sekuat tenaga, sambil mengusap air matanya yang terus mengalir.

Changmin terduduk di lantai, airmatanya mengalir tapi ia juga tertawa, tidak menyadari kesalahan besar yang sudah ia buat.

“Sooyoung! kembali kau.. hahaha!” ujarnya sambil menyandarkan kepalanya yang pening ke dinding.

“Kembali Sooyoung….” ia berkata lirih.

Sepasang tangan membantu namja mabuk tersebut berdiri dengan susah payah.

“Bangun Min” ujarnya pelan.

Changmin mendongak, “Ohhhoh.. kau..!” ujarnya pada namja yang memandangnya dengan wajah sedih dan airmata yang mengalir.

***

“Sooyoung?” Jessica menghampiri seorang yeoja yang tampak berdiri di dekat pintu masuk tempat itu

“OMO! Sooyoung kau baik-baik saja?” Jessica terkejut melihat wajah Sooyoung yang basah dengan airmata.

“Sica, ayo kita pulang! Aku tidak mau berada di tempat ini lagi!” ujar Sooyoung sesenggukan.

“Tunggu, apa yang terjadi?”

“Aku mau pulang Sica! Ayo kita kembali ke hotel.. “Sooyoung terus menangis.

“Tunggu disini, aku akan mencari Kyuhyun oppa” ujar Jessica. Ia lalu meninggalkan Sooyoung.

Setelah mencari beberapa lama, akhirnya ia melihat Kyuhyun yang sedang mengobrol dengan Donghae dan Siwon. Segera saja ia menghampirinya.

“Kyuhyun oppa, ikut denganku cepat!” ujarnya setengah berteriak karena musik yang terdengar nyaring.

“Ada apa?” ujar Siwon dan Donghae hampir bersamaan.

“Sooyoung.. dia—“

“Ada apa dengan Sooyoung?” ujar Kyuhyun tampak terkejut.

“Kyuhyun oppa ikut denganku!” Jessica tidak memperdulikan pandangan heran Siwon dan Donghae.

“Aku pergi dulu” ujar Kyuhyun sambil berlari mengikuti Jessica.

***

Yunho memandang khawatir pada seorang namja yang ia temukan terbaring lemas di sofa di pojok ruangan. Jelas sekali namja itu sedang mabuk berat, ia setengah sadar. Tapi ditengah ketidaksadarannya, Yunho dengan jelas mendengarnya menyebut nama seorang yeoja.

“Sooyoung.. Choi Sooyoung”

 ***TBC***

Updated! Hope u guys like it!

Author sedang galau nih.. bingung menentukan Changsoo atau Kyuyoung? abis Changmin nyebelin sih hehehe… menurut reader gimana?

Mian ya kalau membuat kalian menunggu lama.. reader jangan lupa komennya ya.. 🙂

 

Iklan