Tag

, , , , , ,

By: Me?
Cast: Sooyoung, Kyuhyun, Yoona, Changmin, Kibum, Onew, Minho… Others
Rating: G

*2-b*

Kemarahan Nyonya Moon sudah sampai di ubun-ubun, tapi karena ada Yoona, ia menahan agar emosinya tidak meledak.
“Ahem!” Nyonya Moon bersuara.
“Kau dengar sesuatu Soo?”
“Anhi? Suara apa?”
“Mmm.. Mungkin perasaanku saja”

Dua yeoja itu masih sibuk melompat. Nyonya Moon tidak punya pilihan lain. Ia menepuk kaki Sooyoung. Sekali. Tidak ada respon. Dua kali.
“Aish Yoong! Ada apa sih?” Sooyoung berbalik ke Yoona disampingnya sambil berkacak pinggang.
“Apanya? Aku tidak melakukan apa pun” ujar Yoona berhenti melompat.
“Geure? Lalu siapa yang……..
Kedua yeoja seumuran itu memalingkan kepalanya dengan gerakan hati-hati, seolah mengantisipasi hal buruk yang akan terjadi.
“Sudah sadar?” tanya Nyonya Moon menyilangkan kedua tangan di dadanya.
Sooyoung dan Yoona langsungt melompat turun dari sofa. Yoona berkali-kali membungkuk minta maaf sementara Sooyoung hanya memandang takut-takut.
“SOOYOUNGIEEEE…. KA—

t

“YA! INI ITU DIA PENAMPILAN MLINE..”
Suata ekstra keras terdengar dari tv, membuat Sooyoung dan Yoona spontan menoleh dan menatap tv. Nyonya Moon yang sedang mengomel menjadi semakin marah ia segera mencari remote tv. Di antara tumpukan sampah dan keadaan ruangan yang berantakan, ia akhirnya menemukan benda tersebut di bawah bantal sofa. Langsung saja remote itu di arahkannya Ke benda bersuara nyaring tersebut.
Sooyoung dan Yoona hanya bisa pasrah melihat idola mereka menghilang di tv. Mereka menunduk lemas, menyadari setelah ini mereka akan mendapatkan ganjaran atas perbuatan mereka.
Lama menunggu, Nyonya Moon tidak juga bersuara. Mereka akhirnya mendongak dan mendapati wanita itu sedang terpaku di depan tv yang baru dinyalakannya lagi. Mereka berpandangan heran.
“Umma?” panggil Sooyoung.
“Hei Sooyoung, mereka ini kenapa bisa ada di tv?” tanya Nyonya Moon penasaran.
“Maksud umma?” Sooyoung bingung.
“Mereka ini.. Umma kenal mereka!” tunjuk Nyonya Moon ke layar tv.
“Ah Umma pasti bercanda. Mereka ini band baru mana mungkin umma kenal. Mereka belum jadi artis”
“Ne, ahjumma mungkin salah –“
“Nah! Namja ini yang sedang bicara. Namanya Changmin kan!”
Sooyoung dan Yoona mulai penasaran.
“Ini ummm.. Kyuhyun, yang senyumnya manis ini Kibum…”
Dua yeoja itu saling memandang dengan takjub.
“anak ini yang wajahnya lucu.. Jinki dan ini siapa yah..” Nyonya Moon mengingat-ingat “Ah! Minho kan?”

……………………………………………..

Sooyoung dan Yoona ternganga.
“OMO!!!!”
“Darimana Umma tahu nama-nama mereka? Jangan bilang Umma juga fans mereka?” tanya Sooyoung antusias, diikuti Yoona yang juga penasaran.
Nyonya Moon masih memperhatikan tv, namun sekarang ia sudah duduk di sofa diapit oleh dua yeoja yang penasaran setengah mati.
“Umma baru bertemu mereka tadi” Jawab Nyonya Moon.
“Ah, Umma salah mengenali orang kali..”
“Yah! kau kira Umma sudah rabun apa? Jelas-jelas itu mereka yang tadi ada di rumah Nyonya Lee”
“Ahjumma, siapa itu Nyonya Lee?” tanya Yoona.
“Dia adalah tetangga kami dulu sebelum pindah kesini”
“Lalu kenapa mereka bisa ada di rumah Nyonya Lee?” desak Sooyoung.
“Lho Sooyoung kau tidak ingat?”
Sooyoung menggeleng, ia sama sekali tidak tahu kemana arah pertanyaan Ummanya.
“Ah ya tentu saja! Kau masih berumur 5 tahun saat itu. Namja yang bernama Shim Changmin itu adalah anaknya”
“MWO?” Kedua yeoja itu spontan berdiri.
“Iya, Changmin, Kyuhyun dan Kibum dulu sering bermain di taman dekat rumah kita. Kau pun juga sering bermain dengan mereka” jelas Nyonya Moon.
Sooyoung hanya berdiri terpaku, kedua tangan menutup mulutnya. Ia terperanjat, tidak menyangka jika sebenarnya mereka saling kenal.
“Sooyoung…” Yoona melambaikan tangan di depan wajahnya.
“Yoo.. Yoona… Ternyata aku dan Changmin oppa…” Sooyoung memegang kedua tangan Yoona.
“Ternyata kami sudah kenal sejak dulu! Aaaah! Aku senang sekali!” Sooyoung memeluk Yoona dan mereka berdua mulai menari-nari karena gembira.
“Hey hey kalian berdua berhenti menari seperti itu. Sooyoung kau bereskan ruangan ini. Umma mau istirahat” Nyonya Moon akhirnya tidak jadi memarahi dua yeoja itu.
“Umma tunggu!”
“Ada apa lagi?”
“Kapan Umma pergi ke tempat Nyonya Moon lagi?” Sooyoung bertanya dengan wajah berbinar-binar.
“Mungkin lusa. Tadi Uma sudah berjanji akan mengunjunginya lagi”
“Umma aku ikut ya….?” pinta Sooyoung penuh harap.
“Mmm.. Boleh. Tapi bereskan dulu ruangan ini. Umma pusing melihatnya”
“Oke! Deal!” sahut Sooyoung.
Nyonya Moon meninggalkan Yoona dan Sooyoung. Dua orang itu kembali memfokuskan mata ke layar tv yang sedang menayangkan band lain.
“Soo, bukankah kita harus merapihkan semua ini?” tanya Yoona.
“Nanti saja… Kita masih menonton kan? Ahh Yoona aku senang sekali.. Lusa akan bertemu Changmin oppa.. Ia masih ingat denganku tidak ya?” Sooyoung senyum-senyum sendiri.
“Kau saja tidak ingat dengannya. Bagaimana kau ini”
“Itu kan karena aku masih kecil. Dia lebih tua dua tahun dariku”
“Hmm benar juga. Tapi kalau dia ingat denganmu, kenapa ia tidak pernah menegurmu? Kita kan satu sekolah dengannya selama setahun?”
“Iya juga ya…” Sooyoung menggumam. Sepertinya tidak mungkin Changmin mengingat dirinya.
“Oh iya.. Ngomong-ngomong kenapa kau pindah dari rumahmu yang dulu?” tanya Yoona sambil mencomot kue beras di atas meja.
“Itu.. Karena kejadian yang menimpaku waktu kecil..”
“Kejadian apa?”
“Aku jatuh dari salah satu tempat bermain di taman dekat rumahku dulu. Papan seluncur. Entah bagaimana aku bisa sampai naik ke atas sana, umma menemukanku menangis dan kakiku sudah penuh dengan darah” Sooyoung berhenti sejenak sebelum melanjutkan, “Kakiku terluka dan harus dijahit. Kau lihat bekas ini kan?” Sooyoung menunjuk bagian belakang betisnya. Bekas lukanya memang masih tampak sedikit.
“Jadi karena itu kau selalu memakai kaus kaki super panjang kalau ke sekolah? Untuk nenutupi bekas luka ini?”
Tanya Yoona.
“Tidak juga, aku sebenarnya tidak perduli dengan bekas luka itu. Kau lihat kan kakiku? Mereka tidak seputih milikmu!”
“Jadi kau tidak pede karena kakimu tidak putih Soo? Ya ampun kau ini aneh. Kupikir kakimu panjang dan bagus, begitu juga kata teman-teman namja kita di sekolah. Kulihat mereka sering memperhatikan kalau kau berjalan…”
“Hah kau ini! Itu mah emang mereka doyan! Dasar namja-namja pervert!”
Yoona hanya tertawa geli.
“Oh iya sampai dimana ceritamu tadi Soo? Kakimu yang dijahit…?”
“Ya, sejak saat itu aku selalu menangis jika melihat papan seluncuran di dekat rumahku. Karena itu orangtuaku memutuskan untuk pindah. Sampai sekarangpun aku masih sedikit pusing jika berada di tempat yang tinggi”
“Begitu ceritanya…” Yoona manggut-manggut, “Sayang sekali ya kau harus pindah, kalau tidak kau pasti sekarang dekat dengan Changmin, Kyuhyun dan Kibum oppa…”
Sooyoung hanya mengangguk mengiyakan.

“Sooyooounggg! Sudah kau bereskan belum?”
Suara Nyonya Moon terdengar dari dalam kamar.

“Ne Umma!”
Sooyoung dan Yoona pun bergegas merapihkan ruangan tersebut. Tadi mereka selamat dari amukan Nyonya Moon. Kalau sampai mereka tertangkap belum bergerak juga, tamatlah riwayat mereka.

“Yoong~~~~” panggil Sooyoung sambil bersenandung riang.
“Apa?” sahut Yoona sambil memungut sampah di lantai.
“Aku senang sekali….!”
Sooyoung tak henti-hentinya tersenyum.
“Aish kau ini..” Yoona geleng-geleng kepala. Ia juga ikut tersenyum.

*** TBC ***

Aisshhh mian ya namja-namjanya belum muncul juga. Tapi part selanjutnya mereka bakal nongol kok hehe…
Mian juga belum sempat balas komennya..
Trus OOTB nya belum sempat di update..mian lagi buat yang mungkin nungguin…
Kalau yang MB tenang aja, tidak akan serumit yang reader pikirkan kok. Malahan mungkin ga bakal lebih dari part 20 😉
Komennya ditinggal ya reader sayang…..

Iklan