Tag

, , , , , , , ,

By: Me?
Cast: Sooyoung, Kyuhyun, Yoona, Changmin, Kibum, Onew, Minho… Others
Rating: G

*2-a*

“Hongki Oppa, mianhe kita tidak bisa bersama lagi. Kita harus berpisah sekarang” ujar Sooyoung pada namja yang ada didepannya. Hongki hanya diam memandang lurus ke mata Sooyoung.
“Aku sudah menemukan namja yang kusukai…Gomawoyo.. Selama ini sudah menemaniku. Saat-saat yang kita lewati sangat menyenangkan”
Hongki tetap tersenyum, sama sekali tidak tampak kesedihan di wajahnya.
“Ah oppa kau tenang saja… Aku masih tetap menyukaimu kok.. Kita hanya berpisah sementara. Oke?” Sooyoung menyentuh pipi Hongki.
“Tetaplah tersenyum oppa”
Dan dengan segera Sooyoung mencopot poster besar di dinding samping tempat tidurnya, menaruhnya di lantai bersama dengan gambar dan poster FT Island yang lain.
Ia mengeluarkan poster baru dan segera menempelnya menggantikan poster yang lama.
“MLine.. Kyu oppa.. Dan Changmin oppa.. Kenapa kalian begitu tampan” ujar Sooyoung sambil memandangi poster di depannya.
“Tapi Changmin oppa kau yang paling cute diantara semuanya” Sooyoung memegang wajah namja yang berpose dengan memegang mic dan tersenyum sinis.
“Senyumnya manis sekali” Sooyoung mengamati posternya lekat-lekat.

“Sshh..Shhooyoung….”

Sebuah suara pelan terdengar dekat sekali dengan telinga Sooyoung, membuat yeoja itu kaget.
“Aaaa..Siapa kau!” pekiknya sambil melancarkan pukulan bertubi-tubi ke kepala orang yang berbisik tadi.
“Yah yah Sooyoung! Stop ini aku!” namja itu masih berusaha melindungi kepalanya.
“Oppa!?”
“Iya ini aku! Oppamu!”
Sungut Seunghyun sambil memegangi kepalanya yang sakit.
“Siapa suruh begitu. Bikin orang kaget saja” bukannya minta maaf Sooyoung malah menyalahkan Seunghyun
“Ehh sudah mukul sembarangan juga” Seunghyun mencubit pipi Sooyoung, membuat yeoja itu meringis kesakitan.
“Bisa-bisanya kau tidak mengenali oppamu yang paling tampan sedunia ini” ujar Seunghyun sambil duduk di samping Sooyoung.
“Paling tampan sedunia? Oh puhlesss.. Di seputaran tetangga saja oppa sudah kalah tampan dengan Donghae oppa yang tinggal di blok depan” Sooyoung menggelengkan kepala.”percaya diri sekali”
“Hey itu benar.. Bukannya teman-temanmu terpesona saat melihatku, beberapa bahkan pingsan”
Sooyoung melongo mendengar perkataan oppanya yang kembali mengungkit kejadian dulu saat ia mengantar Sooyoung ke sekolah.
“Ya ampun oppa! sudah kubilang kan kalau MinAh pingsan karena kepalanya terkena bola basket, lalu GaIn yang berjalan melintas tersandung kaki MinAh dan jatuh menimpa Suzy yang ada di depannya. Memang sih Suzy memperhatikan oppa, tapi ia pingsan karena ditimpa badan GaIn dan kepalanya membentur lantai!” jelas Sooyoung membuat oppanya cemberut.
“Yah! Kau ini tidak bisa menyenangkan hati oppamu sendiri. Padahal aku ingin mengantarmu dengan motor sport baruku ke sekolah besok. Sayang sekali…” ujar Seunghyun dengan nada seolah kecewa.
“Mwo? Benarkah oppa mau mengantarku? Aish kenapa tidak bilang daritadi” Sooyoung segera merubah sikapnya menjadi manja.
“Ah oppaku memang paling baik sedunia.. Paling tampan juga..” Sooyoung merayu sambil tersenyum manis.
“Ckckck.. Cepat sekali perubahan sikapmu”
“Aku tadi cuma bercanda kok.. Aku ikut ya besok.. Oppaku yang paling tampan sedunia” wink wink..
“Dasar! Darimana kau belajar merayu seperti itu ha? Kau pasti sering merayu namja ya?” Seunghyun geleng-geleng kepala “Tapi aneh kenapa kau belum punya pacar juga?”
“Oppa! Aku ini hanya pernah merayu oppa dan appa saja!” Sahut Sooyoung sebal.
“Pantas saja kalau begitu hahaha” Seunghyun terkekeh. Namja itu kemudian mengedarkan pandangannya ke sekitar kamar Sooyoung yang berantakan. Matanya tertuju pada poster yang baru dipasang dongsaengnya.
“Siapa lagi mereka? Kau ini terlalu banyak mengejar artis makanya tidak punya namchin!” tunjuk Seunghyun. “Tapi kok wajah mereka tidak asing ya?”
“Lho oppa tidak kenal mereka?”
“Tidak. Memangnya penting kenal dengan mereka” cuek Seunghyun.
“Aish bukan begitu maksudku. Mereka alumni SMA kita, mereka hoobae oppa”
“Oh ya?”
“He em.. Lihat ini yang ditengah Changmin oppa.. Drummernya Kibum oppa lalu yang ini Kyuhyun oppa… Ini..” Sooyoung memperkenalkan dengan semangat seperti sales lagi nawarin barang.
“Ah sudah stop. Aku malas mendengarnya, lebih kau tidur ini sudah tengah malam” Seunghyun bangkit diiringi wajah Sooyoung yang cemberut karena belum menyelesaikan promosinya.
“Bereskan juga sampah yang berserakan ini” Senghyun menyingkirkan poster Sooyoung di lantai dengan kakinya.
“Yah! Oppa Awas kalau sampai rusak!” seru Sooyoung.
“kenapa memangnya kalau rusak?” ujar Seunghyun yang sudah sampai di pintu kamar dengan senyum mengejek. Sooyoung jadi teringat kalau besok ia mau menumpang ke sekolah.
“Oh tidak apa-apa hehe.. Oppa tidur sana besok kan bangun pagi. Nanti terlambat ke kampusnya” ujar Sooyoung manis.
“Kau ini.. “Seunghyun tertawa melihat sikap Sooyoung yang berubah-ubah. “Tidur sana, jangan terlalu banyak bicara dengan oppa-oppamu didinding itu, seperti orang gila saja tengah malam begini”
“Iya iya sana pergi” Sooyoung mendorong oppanya keluar “Jal jayo” ujarnya sebelum menutup pintu kamar.

Sementara itu Seunghyun akhirnya ingat dengan Changmin. Kejadian kecil beberapa tahun lalu saat ia kelas 3 dan Changmin kelas 1.
“Namja arogan dan sombong itu ya” gumam Seunghyun sambil merebahkan diri di kasur.

***

Sooyoung tampak sibuk menyiapkan beberapa makanan kecil di depan tv sambil sesekali melihat ke arah jam dinding berharap jam itu berputar lebih cepat.
“Youngie, Umma pergi dulu. Kau yakin tidak mau ikut?” tanya Nyonya Moon pada anaknya.
“anhi, umma pergi saja aku sedang tidak bisa kemana-mana”
“Ya sudah kalau begitu. Umma pergi dulu, hari ini tempatnya agak jauh di tempat tetangga kita dulu. Akhirnya Umma bertemu lagi dengan keluarga Nyonya Lee. Kau ingat Nyonya Lee? Kau dulu suka bermain dengan anaknya…”
Sooyoung memandang ummanya sambil mengangguk-angguk walau sebenarnya ia tidak memperhatikan dengan seksama.
“Sampaikan saja salamku pada Nyonya Lee kalau begitu” ujar Sooyoung sambil mengantar ummanya ke pintu depan.
Nyonya Moon bergegas masuk ke mobil dan melambaikan tangan pada Sooyoung.
“Akhirnya pergi juga..” Sooyoung menutup pintu rumah.
Ummanya memang suka pergi untuk berkumpul dengan teman-teman sesama ibu rumah tangga beberapa minggu sekali. Untuk menjalin tali silaturahmi (??), begitu katanya. Sooyoung pernah ikut sekali saat kelas 2 SMP dan ia benar-benar menyesalinya. Ummanya sibuk mengobrol sementara ia tertinggal sendiri di pojokan. Beruntung ada banyak makanan, lumayan menghilangkan kekesalannya saat itu.

Sooyoung kembali ke ruang keluarga dan duduk di sofa depan tv. Ia mengambil handphonenya dan menelpon seseorang.
“Yeoboseyo” suara diseberang sambungan terdengar.
“Yoona! Kau sudah siap-siap kan? Cepat datang kemari. Satu jam lagi acaranya dimulai”
“Iya aku datang. Kau tahu susah sekali minta izin dengan ummaku. Ia tidak mau fluku tambah parah.. Ha.. Hatchyu!” ujar Yoona sambil bersin-bersin.
“Tapi ia sudah mengijinkanmu kan? Cepat berangkat sebelum ia berubah pikiran!”
“Dirumahmu tidak ada orang kan?”
“Yap! Appa masih diluar kota, Umma pergi keluar dan Oppa.. Ah dia tidak akan pulang sebelum matahari terbenam. Jadi kita bisa berteriak sepuasnya!” ujar Sooyoung dengan semangat.
“Bagus kalau begitu. Aku pasti akan berteriak karena kemarin tidak bisa melihat mereka secara langsung. Sudah aku berangkat!”
Yoona menutup telpon Sooyoung sebelum ia sempat membalas.
“Aish orang ini!”
Sooyoung melempar handphonenya di sofa dan kembali fokus ke tv sambil menunggu partner in crime-nya datang.

***

Nyonya Moon sudah dalam perjalanan pulang kembali ke rumah. Acara yang dihadirinya hanya sebentar karena teman-teman dari anak Nyonya Lee juga berkumpul di rumah tersebut. Tidak masalah buatnya, sudah bertemu dengan Nyonya Lee cukup untuk membuatnya senang.

Nyonya Moon memarkir mobilnya dan perlahan melangkah masuk ke dalam rumah yang pintunya tidak terkunci. Ia hanya mengomel dalam hati karena kecerobohan ttalnya itu. Dari ruang keluarga ia mendengar suara berisik, ia mendekat untuk melihat apa sebenarnya yang sedang terjadi.
Dan…….
Bungkus makanan kecil bertebaran dimana-mana, sebagian isinya berhambur di lantai, televisi disetel dengan volume full, dan untuk membuat semakin heboh, ada dua orang yeoja yang sedang berdiri di sofa bernyanyi mengikuti band di tv sambil melompat-lompat dan sesekali berteriak histeris saat acara d tv itu menampilkan close up namja yang sedang asyik bernyanyi.
Kepala wanita paruh baya itu mendadak pening melihat kelakuan anaknya. Ia berjalan mendekat, tapi kedua anak remaja itu malah semakin berulah dengan  saling melempar bantal sofa. Salah satu yang bantal hampir mengenai kepala Nyonya Moon, membuat kemarahannya memuncak…

*** TBC ***

Sebelum ke part selanjutnya komen dulu dunk hehehe..

Iklan