Tag

, , , , , , , , , ,

my bride 

By: Sasha_mad

Sudah 5 hari berlalu sejak terakhir kali Sooyoung melihat Changmin. Lebih tepatnya setelah Changmin menciumnya. Ia tahu namja itu sekarang berada di Jepang untuk promosi album TVXQ, yang ia tidak tahu adalah mengapa namja itu sama sekali tidak ada menghubunginya. Ia mulai berpikir, apa yang terjadi diantara mereka tidak berpengaruh apapun terhadap namja itu. Apa hanya Ia seorang yang merasakan perasaan seperti ini. Bingung.

“Sooyoung eonnie..”

“Seobaby? Ada apa?” Sooyoung mendongak dan melihat Seohyun yang menghampirinya.

“Eonnie sedang apa? Kenapa duduk sendiri disini?” Tanya yeoja manis itu pada Sooyoung yang dari tadi hanya duduk bersandar di ruang latihan dengan tangan yang terus-menerus menggenggan hp.

“Hanya istirahat saja, kenapa mencariku?”

“Ada yang daritadi bertanya terus, dimana eonnieku yang satu ini..” ucap Seohyun sambil menggandeng lengan Sooyoung yang beranjak bangun dari tempatnya duduk.

“Oh ya? Siapa?” Tanya Sooyoung.

“Ahh eonnie jangan pura-pura seperti itu. siapa lagi kalau bukan Kyuhyun Oppa” Seohyun tersenyum menggoda.

Kyuhyun… namja itu sekarang adalah salah satu yang paling dekat dengan Sooyoung. setidaknya hal itu dimulai sejak makan malam beberapa hari yang lalu. Kyuhyun menjadi lebih ramah dan perhatian padanya. Ia selalu menyapa dengan gembira bila bertemu, mengajak mengobrol, makan siang bersama dan selalu tersenyum padanya. Sooyoung tahu apa artinya semua itu, sangat paham maksud dari semua perlakuan namja itu padanya. Ia tidak bisa menolak dan bersikap acuh pada Kyuhyun karena memang ia selalu bersikap seperti itu pada siapa saja, kepada semua oppanya.

“Kyuhyun oppa sudah membelikan kita makan siang. Ayo cepat eonnie sudah ditunggu dari tadi”

Sooyoung hanya tersenyum masam mendengar perkataan Seohyun.”Jeongmal?”

“Iya, Yoona eonnie sampai marah pada oppa karena tidak mau membuka kotak makanannya sampai eonnie datang”

Sooyoung tertawa mendengarnya, ia bisa membayangkan wajah cemberut Yoona yang sudah kelaparan. Seohyun menggandeng Sooyoung menuju ruang latihan tempat member lainnya berkumpul. Sementara Sooyoung mengikuti dengan langkah yang pelan. Sesekali ia melihat ke layar handphonenya, berharap setidaknya namja itu mengirimkannya pesan. Satu pesan saja, itu akan membuatnya senang dan setidaknya memberikan kejelasan hubungan mereka. Tapi, tidak ada. Hanphonenya hanya berisi notifikasi email dan pesan-pesan lain yang satupun tidak merujuk pada seorang namja yang bernama Changmin. Entah kenapa semakin ia melangkah rasanya semakin berat, ia merasa sesuatu yang buruk akan segera terjadi setiap kali ia memikirkan namja itu.

***

Hari ini, seperrti biasa Sooyoung dan anggota snsd yang lain masih berlatih untuk persiapan album baru mereka yang semakin sudah hampir rampung. Setelah istirahat makan siang, mereka kembali berlatih. Tapi Jessica tidak kunjung datang, entah ada dimana yeoja itu.

“Kemana Jessica?” tanya Sooyoung sambil menari beberapa gerakan baru mereka di depan dinding kaca.

“Tidak tahu” Jawab Yuri singkat seperti tidak peduli dengan keberadaan Jessica.

Sooyoung heran, ia bertanya kembali dengan Seohyun. Tapi jawabannya juga sama saja, tidak seorangpun yang tahu dan mereka tetap berlatih menari tanpa Jessica.

“Ada apa dengan kalian sebenarnya?”

“Kami baik-baik saja” jawab Yoona sambil senyum-senyum sendiri. Sunny buru-buru menyikut lengan Yoona agar berhenti tersenyum.

Sooyoung memandang teman-temannya bingung. Ada sesuatu yang aneh dengan mereka, seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

“Youngie, handphonemu berdering” ucap Taeyeon sambil melemparkan handphone Sooyoung.

“Yah, Taeng! Jangan main lempar sembarangan, masih baru nih!” Sooyoung mengusap-ngusap hpnya. Untung saja ia sigap menangkapnya sebelum mendarat di lantai.

Pesan dari Jessica.

“Sooyoung, bisa temui aku di rooftop? Ada yang ingin kusampaikan. Sekarang, aku tunggu”

Apa lagi ini? Batin Sooyoung. kenapa harus ke sana kalau hanya mau bicara.

“Ada apa Sooyoungie?” Taeyeon berjalan mendekat karena melihat Sooyoung yanng terpaku dengan hpnya.

“Jessica menyuruhku ke atas. Katanya ingin menyampaikan  sesuatu. Aneh sekali”

“Kalau begitu segera temui dia, mungkin ada sesuatu yang penting” Taeyeon menyuruh Sooyoung pergi.

Sooyoung tidak bisa menyembunyikan keheranannya. Ia tidak bergerak dan memandangi Taeyeon dengan aneh.

“Apa yang kau lihat? Cepatlah Jessica pasti sedang menunggumu”

Sooyoung akhirnya pergi sambil terus memandangi Taeyeon dan teman-temannya yang lain. Mereka langsung mengalihkan pandangannya dari Sooyoung dan pura-pura kembali melajutkan aktivitasnya masing-masing.

“Kalian benar-benar aneh”  ujar Sooyoung sambil menunjuk ke arah mereka.

“Aigoo.. sana pergi cepat!” Taeyeon mendorong badan Sooyoung sampai keluar dari ruang latihan. Setelah Sooyoung menjauh dari pintu. Yuri, Sunny, Yoona, Seohyun dan Hyoyeon langsung mendekat ke arah Taeyeon yang masih berdiri di depan pintu.

“Ahh. Aku penasaran..” ujar Yuri sambil memegang kedua pipinya dan tersenyum sendiri.

“Aku juga” sahut Yoona sambil memandangi punggung Sooyoung sebelum menghilang di bali dinding.

“Kita ikuti saja” Sunny segera keluar dari ruangan latihan mereka tapi Taeyeon keburu menarik bajunya.

“Nanti saja. Tunggu sebentar lagi”

***

“Kau kelihatannya senang sekali, Min?” ujar Yunho sambil melangkah dengan cepat.

Namja yang ditanya barusan hanya tersenyum.

“Seperti tidak tahu saja, Hyung”

Changmin berjalan tidak kalah cepat. Mereka sedang berada di bandara, dan Changmin tidak bisa berjalan dengan santai karena ia ingin segera sampai ke kantor SM.

“Aku memang tidak tahu. Memang ada yang istimewa? Sepertinya senang sekali kita sudah tiba disini”

“Hyung kau sangat tahu jawabannya. Berhenti menggodaku” ujar Changmin sambil bergegas masuk ke taxi yang menjemput mereka.

Yunho  mengikuti masuk ke dalam mobil. Ia berkata pada sopir di depan mereka.

“Tolong nanti berhenti sebentar jika melihat toko bunga” ujarnya sopan. Sopir itu mengangguk paham.

“Toko bunga? Kau mau beli bunga hyung? Untuk siapa?” tanya Changmin.

Yunho membetulkan posisi duduknya dan menyandarkan punggungnya.

“Bukan aku yang mau membeli bunga” ujarnya sambil mengambil ipadnya, “Tapi Kau”

“Aku?” Changmin menujuk dirinya sendiri.”Untuk siapa?”

“Untuk seseorang yang sudah menunggumu. Kau pasti tahu siapa yang kumaksud”

Changmin akhirnya paham, ia tertawa.

“Hyung kau bisa saja” Changmin menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum.

“Gomapta”

***

“Uhh.. So tired” ujar seorang yeoja yang juga baru tiba di kantor SM. yeoja berbadan tinggi dan berambut panjang itu melangkah pelan di koridor kantor SM.

“Eonnie, akhirnya pulang juga! Bagaimana syuting di sana? Katanya Maldives itu sangat indah ya?” ujar Luna yang langsung menyambut yeoja itu dengan pelukan.

“Umma mana oleh-olehnya?” Krystal langsung menyodorkan tangannya, meminta oleh-oleh.

“Kalian ini, oleh-oleh saja yang dipikirkan. Tidak tahu apa kalau aku ini lelah”

Geleng-geleng.

“Aishh.. oke.. ini cari sendiri” Victoria menyodorkan tas yang dibawanya dan langsung diserbu oleh Luna dan Krystal.

“Mana Sulli dan Amber?”

“Sulli sedang syuting iklan, kalau Amber tadi dia keluar mencari sesuatu” sahut Krystal.”Luna, gelang ini bagus ya?”

Victoria hanya mengangguk-angguk paham. Dua orang dongsaengnya sedang sibuk berebut berbagai kasesoris yang dibawanya dari syuting di Maldives. Syuting yang cukup melelahkan, karena merupakan episode-episode terakhirnya di acara WGM dengan Nichkhun jadi jadwalnya akhir-akhir ini cukup padat. Victoria mengedarkan pandangannya ke sekeliling, mencari seseorang.

‘Sudah lama tidak bertemu, kemana dia ya?’ batin Victoria.

***

Changmin memandang bunga yang dibawanya. Ia tidak habis pikir, bagaimana hyungnya bisa mendapatkan ide untuk membarikan bunga untuk Sooyoung. tapi ia sedikit cemas kalau harus memberikan bunga itu padanya. Itu artinya orang-orang akan tahu kalau ia menyukai Sooyoung, dan bagaimana jika Kyuhyun juga tahu? Changmin menggelengkan kepalanya, berusaha membuang pikiran itu. Cepat atau lambat Kyuhyun akan tahu, lalu kenapa tidak sekarang?

Changmin melangkah dengan pelan, sambil mencari keberadaan Sooyoung. setelah beberapa saat mencari di sekitar ruang latihan SNSD, akhirnya ia menemukan yeoja itu. ia sedang berjalan sendiri entah kemana. Changmin mengikuti Sooyoung dari belakang.

‘Sepertinya ia menuju rooftop’ batin Changmin. Kebetulan sekali, disana pasti tidak ada yang melihat kalau ia memberikan bunga itu.

“Sooyoung-ssi” panggil Changmin pada yeoja yang baru saja hendak naik ke tangga.

Sooyoung menoleh, dan ia melihat seorang namja yang sangai ingin ia lihat.

“Changmin oppa?”

Namja itu tersenyum ke arahnya. Mendadak Sooyoung merasa wajahnya panas, sekarang pipinya pasti sudah merah seperti kepiting rebus.

“Kau mau ke atas?”

“Ne” Sooyoung mengangguk. Ia teringat kembali kejadian seminggu yang lalu, dan itu membuat wajahnya semakin panas. ‘Aishh Sooyoung kenapa memikirkan hal itu di saat seperti ini!’

“Kalau begitu cepat naik, aku juga ingin menyampaikan sesuatu padamu disana”

Sooyoung memandang namja itu dengan heran. Tadi Jessica, sekarang Changmin juga menyuruhnya ke atas. Memangnya ada apa di atas bangunan SM ini?

Changmin memandang Sooyoung yang perlahan-lahan menaiki tangga. Ia masih menyembunyikan bunga yang dibawanya di balik punggungnya.

Sooyoung sangat terkejut saat ia sampai di tempat yang ia tuju. Matanya terbelalak, dan ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.  

***

“Siwon, kau lihat dimana Changmin?” Yunho bertanya pada Siwon yang ia temui di koridor.

“Anhi, tidak lihat. Kalian baru pulang dari Jepang kan? Memangnya tidak pulang berbarengan?” Siwon heran.

“kami memang sampai disini bersama-sama. Tapi ia menghilang secepat kilat” ujar Yunho. Ia melihat Minho yang berjalan ke arah mereka.

“Annyeong hyung” sapa Minho.

“Minho, kau lihat dimana Changmin?”

“Umm sepertinya aku tidak melihatnya hyung. Ada apa?”

“Manajer mencarinya. Oh iya kalau Sooyoung kau melihatnya tidak?” tanya Yunho. Ia baru ingat kalau Changmin pasti sedang mencari Sooyoung.

“Kalau Soo Noona, sepertinya ia sekarang sedang berada di rooftop”

“rooftop? Apa yang ia lakukan disana?” tanya Siwon.

“Oh itu.. hyung tidak tahu? Hyung ketinggalan berita kalau begitu” jawab Minho.

“Berita? Berita apa?” Siwon semakin bingung.

“Wajar saja hyung tidak tahu, hyung kan sibuk syuting. Begini, Kyuhyun hyung sepertinya akan punya pacar baru sebentar lagi—“

“Pacar?” Yunho terkejut. Perasaannya mulai tidak enak. ia mulai cemas.

“Ada apa hyung?” Siwon melihat wajah cemas Yunho.

“Changmin! Ia juga mencari Sooyoung!” Yunho segera meninggalkan dua namja tinggi itu.

Minho memandang Yunho dengan heran, “Yunho hyung kenapa?”

“Aku juga tidak tahu” jawab Siwon. “Aku akan menyusulnya”

***

Changmin berdiri di belakang Sooyoung. ia juga sama terkejutnya dengan yeoja itu. Pemandangan yang ia lihat di hadapannya benar-benar membuat seluruh badannya kaku. Sebuah banner besar dengan tulisan mencolok “Saranghe Sooyoung!” membuat mata Changmin seperti hendak melompat keluar. Di depan banner itu berdiri seorang namja yang membentangkan kedua tangannya dan tersenyum lebar. Namja itu berjalan mendekat ke arah Sooyoung dan Changmin.

“Oppa..” Sooyoung masih dalam kondisi tidak percaya. Ia merasa seperti bermimpi, tidak menyangka Kyuhyun akan menyatakan perasaannya secepat ini. Dan lebih buruk daripada itu. di belakangnya berdiri seorang Changmin. Ia tidak berani memalingkan wajahnya, hanya memandang ke arah Kyuhyun yang sekarang sudah berdiri tepat dihadapannya.

“Mianhe Sooyoung, kau pasti terkejut” Kyuhyun meraih tangan kanan Sooyoung yang masih terdiam. “Kuharap kau tidak marah padaku. Aku tahu kita memang baru saja dekat kembali, dan ini mungkin terlalu cepat bagimu”

Sooyoung hanya bisa memandang Kyuhyun, air mata menggenang di pelupuk matanya.

“Tapi aku sudah tidak bisa menahan perasaanku padamu, aku tahu ini mungkin bukan waktu yang tepat…” Kyuhyun menghentikan ucapannya, berusaha menangkap reaksi dari wajah Sooyoung. ia menggenggam kedua tangan yeoja itu.

“Sooyoung Saranghe… please.. be mine…”

Mendengarnya, airmata Sooyoung perlahan turun. Ia benar-benar bingung dan sedih. Ia tidak tahu bagaimana harus menjawab pernyataan Kyuhyun. tidak bisa dipungkiri, selama ini ia senang dengan perhatian Kyuhyun, sementara Changmin sama sekali tidak memberikan kabar dan kejelasan untuknya. Tapi benarkah ia menyukai Kyuhyun? atau hanya perhatiannya? Lalu kenapa jantungnya selalu berdebar kencang jika bertemu dengan Changmin?

Changmin diam terpaku ditempatnya. Tangannya menggenggam erat buket bunga yang masih ia sembunyikan di belakang punggungnya, berusaha untuk menahan emosi. Ia ingin menghampiri Kyuhyun, memeluk Sooyoung seolah ia adalah miliknya dan melepaskan genggaman namja itu dari Sooyoung. Tapi tidak, ia tetap diam seperti patung.

Kyuhyun memandang Changmin yang dari tadi berdiri di belakang Sooyoung. Kyuhyun tersenyum padanya. Bukannya ia tidak menyadari kehadiran namja itu, ia hanya tidak mengacaukan konsentrasi dan latihan yang sudah ia lakukan berulangkali dengan Jessica.

“Changmin” sapanya. Changmin tersenyum dan perlahan melangkah menghampiri Kyuhyun dan Sooyoung.

“Chukkae” ujarnya pelan sambil menepuk pundak Kyuhyun.

Sooyoung yang mendengar perkataan Changmint erkejut dan spontan mengangkat wajahnya. matanya yang berair bertemu dengan mata Changmin. Alisnya berkerut, seperti hendak bertemu. Mata yeoja itu seperti sedang berbicara pada Changmin, seperti bertanya mengapa ia mengatakan hal itu. Changmin tahu persis, dan ia mengalihkan pandangannya lalu menepuk pundak Sooyoung.

“Chukkae Sooyoung..”

Changmin terseyum sekali lagi pada Kyuhyun dan berbalik meninggalkan dua orang itu dengan langkah cepat.

Sooyoung tidak sedikitpun melepaskan tatapan matanya dari Changmin. Ia berharap namja itu mengatakan sesuatu selain ucapan selamat. Lebih daripada itu, sebenarnya ia ingin Changmin mencegah Kyuhyun mengatakan perasaannya, ia ingin Changmin melepaskan genggaman tangan Kyuhyun dari tangannya, ia ingin Changmin memeluknya dan mengatakan pada Kyuhyun bahwa ia adalah miliknya. Tapi namja itu tidak melakukan apapun, ia malah meninggalkan Sooyoung setelah menngatakan “Chukkae”. Dan airmata Sooyoung sekarang mengalir semakin deras saat ia melihat Changmin melangkah menjauh dengan buket bunga yang dibawanya.

“Soo.. please.. jangan menangis” Kyuhyun memegang pipi Sooyoung dan mengusap air mata yeoja itu dengan ibu jarinya. Sooyoung terisak, ia menggigit bibirnya untuk menghentikan air mata yang masih terus membanjiri pipinya yang kemerahan.

Kyuhyun memandang yeoja dihadapannya dengan tatapan sedih. Ia memeluk Sooyoung yang tidak berhenti menangis.

“Sooyoungie.. mianhe.. jeongmal mianhe.. aku tidak bermaksud membuatmu marah atau sedih” ia mengelus pelan rambut Sooyoung.

“Oppa.. mianhe..” Kyuhyun mendengar suara Sooyoung di sela tangisnya. Sooyoung melepaskan pelukan Kyuhyun, wajah yeoja itu basah oleh air mata. Kyuhyun menyingkirkan rambut Sooyoung yang menutupi sebagian wajahnya.

“Oppa, aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Tolong berikan aku waktu” ucap Sooyoung dengan nada lemah.

“Ne, Sooyoungie. Tidak apa-apa, aku tidak memaksamu menjawabnya sekarang” jawab Kyuhyun lembut.

Sooyoung lalu membungkuk pelan. “Mianhe oppa” ujarnya sambil melangkah pergi.

***

“Vic? Kapan kau datang?” Changmin agak terkejut melihat Victoria bersandar di dinding.

Tapi yeoja itu tidak menjawabnya, ia malah menutupi wajahnya dengan tangannya dan menangis.

“Vic, ada apa? Kenapa kau menangis?” Changmin segera menghampiri Vic yang sekarang sudah terduduk di lantai.

“Hey, jangan menangis” Changmin merangkul Vic yang terus terisak. Berusaha untuk menenangkan yeoja itu.

“Apa.. apa itu benar? Changmin, katakan apa yang baru kulihat tadi tidak benar, iya kan?” Changmin tidak mengerti dengan perkataan Victoria.

“Vic, apa maksudmu? Memang apa yang kau lihat?”

“Kyuhyun.. Kyuhyun dan Sooyoung.. apa itu benar? Changmin, apa itu benar?” Victoria memandang Changmin dengan matanya yang besar dan air mata yang masih mengalir.

Jadi Victoria juga melihat apa yang Changmin lihat. Sepertinya ia juga terkejut dengan pernyataan Kyuhyun pada Sooyoung. tentu saja, Changmin tahu kalau Victoria menyukai Kyuhyun dari dulu. Ia tahu persis. Sangat-sangat mengetahuinya. Tidak mungkin ia melupakan hal itu, hal yang menyakitkan memang tidak mudah dilupakan.

“Ssshh.. sudahlah, ayo kitapergi dulu dari sini” Changmin membantu Victoria berdiri. Yeoja itu menurut, tapi ia masih belum berhenti menangis. Changmin merangkul Vic sembari menuntunnya berjalan.

Saat hendak berbalik, Changmin sekilas melihat seorang yeoja yang sedang memandang ke arahnya. Yeoja itu, Choi Sooyoung. Ia memandang Changmin, masih dengan air matanya. Changmin memandangnya beberapa detik, sebelum memalingkan wajahnya dan mengajak Victoria menjauh dari tempat itu.

***

Yunho yang masih mencari Changmin, tapi ia malah bertemu dengan seorang yeoja yang sedang duduk dengan wajah yang dibenamkan di antara kedua lututnya. Yunho menghampiri yeoja itu, berusaha mengenalinya.

Semakin dekat, ia semakin menyadari siapa yeoja itu dan perasaannya semakin khawatir.

“Sooyoung?” ia berjongkok dan menyibak sebagian rambut yeoja itu. Dan, Yunho segera tahu kalau yeoja itu sedang menangis.

“Sooyoungie, ada apa?”

Sooyoung tidak menjawab, ia hanya terus menangis.

Siwon akhirnya menemukan Yunho dan ia terkejut saat melihat namja itu sedang menenangkan yeoja yang ia kenal.

“Hyung ada apa?” Siwon segera menghampiri Yunho yang sedang mengelus kepala Sooyoung. Yunho hanya menggeleng .

“Sooyoungie.. “ Siwon memeluk Sooyoung.

***

“Aneh, kenapa Sooyoung menangis seperti itu?” tanya Jessica sambil membantu Kyuhyun menurunkan banner.

“Aku juga heran. Mungkin ia marah padaku” jawab Kyuhyun.“Tapi sepertinya tidak, ia malah minta maaf”

“LHO? DIMANA???”

Jessica terkejut mendengar teriakan Yuri. Yeoja itu datang bersama-sama dengan anggota SNSD dan SUJU yang lain.

“Mana Sooyoungnya? Sudah selesai?” tanya Sungmin.

Kyuhyun mengangguk.

“APA??” teriak Yoona di dekat telinga Jessica, membuat yeoja itu mendaratkan jitakan di kepala Yoona.

“Oppa, ini semua karena kau! Kami jadi terlambat!” tunjuk Yuri pada Donghae.

“Kenapa jadi menyalahkan aku? Kan kalian yang bilang mau nobar?” jawab Donghae membela diri.

“Nobar? Memangnya nonton di bioskop!” sahut Hyoyeon.

Anggota SNSD dan Suju masih saling tunjuk menyalahakan satu sama lain, sementara Tiffany menghampiri Jessica.

“Dimana Sooyoung? Bukannya ia seharusnya ada di sini?

“Dia sudah pergi beberapa waktu yang lalu” jawab Jessica.

“Lalu bagaimana? apa ia menerima Kyuhyun oppa?”

Jessica menggeleng “Ia belum menjawabnya. Aneh, ia malah menangis”

“Menangis?” Tiffany mengeryitkan alis.

“Iya. Tadi juga di sini ada Changmin op—“

“ADA CHANGMIN OPPA???” teriak Tiffany di depan wajah Jessica.

“Yah! Fany-ah kenapa berteriak begitu!” ujar Jessica kesal, tapi Tiffany sudah berlari meninggalkan kerumunan itu. sambil berlari, ia merasa hp nya bergetar di saku bajunya.

“Siwon oppa” gumamnya.

***

“Minum dulu Youngie” ujar Siwon menyodorkan air mineral pada Sooyoung.

Yunho hanya bisa memandang Sooyoung dengan sedih. Ia tidak tahu apa yang terjadi, tapi sepertinya ini berhubungan dengan Changmin. Apa yang sudah dilakukan namja itu pada Sooyoung, batinnya.

“Sooyoung, apa ini ada hubungannya dengan.. Changmin?” tanya Yunho ragu pada Sooyoung. yeoja itu hanya menunduk.

“Changmin? Ada apa dengan Changmin?” tanya Siwon.

“Oppa tolong jangan sebut nama orang itu lagi” akhirnya Sooyoung buka suara. Perkataannya membuat Yunho dan Siwon terperanjat.

“Tapi kenapa Sooyoung? apa Changmin—

“Oppa! Sudah kubilang jangan sebut nama orang itu lagi di depanku! Aku benci mendengarnya! Aku.. AKU MUAK MENDENGAR NAMANYA!”teriak Sooyoung sambil berdiri. Tangisnya pecah kembali.

“Sooyoung..” Yunho berusaha menyentuh bahu Sooyoung untuk menenangkannya.

Sooyoung berbalik menghadap dua namja itu.

“Oppa! Katakan padaku sebenarnya siapa Changmin! Siapa dia! Dia bukan temanku. Kami tidak pernah berteman! Dia bukan sunbae yang ramah padaku! Dia bahkan tidak pernah bicara padaku sebelumnya! Dia bukan oppa yang baik seperti kalian! Bukan!” Sooyoung mulai mengeluarkan semua perasaannya.

“Oppa dia bukan siapa-siapa! Iya kan? Tapi kenapa? Kenapa ia menyakitiku seperti ini! Kenapa ia membuatku menangis. Wae oppa? Wae….” Sooyoung terduduk di lantai. Yunho dan Siwon hanya menghela napas.

Tiffany  baru saja tiba setelah mendapatkan telepon dari Siwon, ia langsung menghampiri dongsaengnya dan memeluknya.

“Sooyoungie.. sudah jangan menangis lagi” ujarnya sambil mengusap punggung Sooyoung. ia sendiri tidak bisa menahan air matanya melihat dongsaengnya yang tampak sangat sedih.

“Unnie.. Wae… orang itu.. ia tidak berhak membuatku seperti ini.. Wae unnie…. aku sangat bodoh, aku sudah tahu dari awal kalau ia tidak menyukaiku… tidak mungkin” Sooyoung terisak bersandar di bahu Tiffany.

”Ia bukan siapa-siapa unnie.. aku membencinya.. aku membenci diriku sendiri yang sudah menyukainya”

TBC

Hmm.. terlalu banya kata ‘air mata’ sepertinya.. hehehe..

ahh reader pada kemana ya? kok komennya pada ga ada.. author jadi ga semangat nih.. sidernya komen juga donk.. biar author tahu ff ini masih menarik atau enggak.. T_T

Iklan