Tag

, , , , , , , , ,

my brideBy: Sasha_mad

WAIT!!

Rating: PG-15, yang belum cukup umur  dilarang baca hehehe..

Seorang yeoja masuk ke dalam sebuah restoran dimana Kyuhyun sedang menunggu Sooyoung. Dari pakaian yang dikenakanny, sulit untuk mengenali siapa yeoja itu. ia berjalan dengan sedikit tergesa-gesa ke arah Kyuhyun yang mengamatinya dengan seksama. Ketika yeoja itu melepas topi dan mantelnya, barulah Kyuhyun bernapas lega. Yeoja itu tidak lain adalah Choi Sooyoung. yang sudah ditunggunya sejak tadi. Sooyoung segera mengambil tempat di samping Kyuhyun.

“Oppa mianhe aku terlambat! Oppa pasti sudah menunggu sangat la—“ ucapan Sooyoung terpotong saat Kyuhyun memeluknya. Ia bahkan belum sempat duduk.

“Sooyoung.. akhirnya kau datang. Aku sangat khawatir” Kyuhyun berkata dengan lirih. Ia benar-benar lega yeoja itu akhirnya datang.

Sooyoung hanya berdiri dengan ekspresi wajah kaget. Napasnya tertahan menyadari bahwa namja itu sekarang memeluknya.

“Oh.. mm.. ya oppa.. mianhe sudah membuat oppa khawatir” Sooyoung menepuk punggung namja itu.

“Gwenchanha.. yang penting kau sudah datang” ujar Kyuhyun sebelum kemudian melepaskan pelukannya.

Mereka duduk berhadapan dan Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya melihat yeoja di hadapannya itu. ia tidak ingin mengalihkan pandangannya dari Sooyoung.

“Oppa.. mau pesan apa?” Sooyoung berkata pada Kyuhyun sambil melihat-lihat ke menu yang diberikan oleh pelayan.

“Mmm?” Kyuhyun bergumam pelan. Matanya masih lekat memandang Sooyoung.

“Oppa! Mau pesan makanan apa?” Sooyoung mengguncang lengan Kyuhyun yang tampak belum sepenuhnya sadar.

“Oh! Ya makanan! Kenapa?” Kyuhyun gelagapan dan sekarang Sooyoung memandangnya dengan tatapan aneh.

“Oppa mau pesan apa?” ujarnya sambil tertawa kecil.

“Oh itu.. Aku pesan steak saja dan minumnya.. air mineral saja”

“Air mineral?” Sooyoung mengeryitkan alis.

“Ya, manajer melarangku minum yang macam-macam dulu karena sedang mempersiapkan rekaman lagu baru” jawab Kyuhyun.

Sooyoung mengangguk paham. Ia kemudian mengatakan pesanannya pada pelayan tersebut. Sembari menunggu pesanan mereka kembali mengobrol.

“Kenapa kau terlambat? Apa ada masalah?” tanya Kyuhyun.

“Ya, bisa dikatakan seperti itu. tadi aku bertemu beberapa fans, mereka meminta tanda tangan dan foto bersama” jawab Sooyoung sambil tersenyum. Ia tidak menceritakan kejadian sebenarnya.

“Pantas kau lama sekali. Aku sangat cemas, karena Jessica mengatakan kau sudah meninggalkan dorm cukup lama, tapi anehnya belum  tiba juga disini. Dan kau susah sekali dihubungi”

“Mianhe.. oppa pasti benar-benar khawatir. Mianhe” Sooyoung menyesal.

Makanan yang mereka pesan  akhirnya datang. Sooyoung yang memang kelaparan dan kelelahan karena kejadian sebelum sampai ke restoran itu, langsung bersemangat untuk makan.

“Oppa mari makan…” Sooyoung makan dengan lahap. Ia tampak sangat menikmati makanannya.

Kyuhyun hanya tertawa melihat kelakuan Sooyoung. Yeoja itu tampak senang sekali hari itu. Matanya berbinar-binar menandakan ia benar-benar sedang dalam suasana hati yang gembira. Sementara wajahnya yang putih dan cerah sekali-kali bersemu merah. Kyuhyun benar-benar bahagia bisa menghabiskan waktu bersama Sooyoung malam itu. Terlebih lagi ia melihat Sooyoung juga tampaknya senang bersamanya.

***

Changmin kembali ke tempat latihan dengan langkah gontai. Kedatangannya langsung disambut oleh Yunho dengan wajah penasaran dan antusias. Dari wajah dongsaengnya itu, ia menyimpulkan sesuatu yang penting telah terjadi.

“Hey Changmin! Bagaimana?” ia segera menghampiri namja jangkung itu.

Changmin menghempaskan badannya di kursi yang ada di sudut ruangan. Tapi tidak menjawab pertanyaan dari hyungnya.

“Changmin! Changmin!” Yunho mengguncang-guncang tubuh Changmin. Namja itu berbalik dengan spontan berdiri. Yunho di sampingnya sampai mundur beberapa langkah karena kaget dengan gerakan tiba-tiba Changmin.

“Hyung….” Changmin maju perlahan-lahan ke arah Yunho dengan wajah yang sulit dilukiskan.

“Changmin? Ke-kenapa?” Yunho memperhatikan wajah Changmin. Ia tidak bisa menebak  ekspresi dari pokerface Changmin.

“Hyung… A-aku..” Changmin memegang pundak Yunho dengan kedua tangannya.

“Kau kenapa?”

“A-aku.. Sooyoung…”

“kau dan Sooyoung kenapa?”

“Kami..”

“Kau bertemu dengannya kan?”

Changmin mengangguk.

“Kalian bertengkar?”

Changmin menggeleng, “Anhi”

“Lalu kenapa? Hey aku lelah main tebak-tebakan! Bisa tidak kau langsung katakan apa yang sebenarnya terjadi?!” Yunho kesal. Ia bosan dengan tingkah laku Changmin yang seperti ini, anak itu memang seringkali sulit mengatakan perasaannya sendiri.

Changmin menghela napas panjang sebelum mengangkat wajahnya dan berkata,

“Aku dan Sooyoung… Aku menciumnya”

***

“Ahh akhirnya sampai juga” ujar Sooyoung. ia mengambil jaket dan tasnya.

“Dari perkataanmu sepertinya kau sudah tidak sabar untuk sampai ke dorm. Apa kau tidak senang bersamaku?” Tanya Kyuhyun sambil melepaskan sabuk pengamannya.

“Bukan begitu oppa mianhe.. aku.. aku tidak bermaksud seperti itu” Sooyoung segera menyadari perkataannya.

“Jadi itu artinya kau senang malam ini?”

“Tentu! Tentu saja! Aku senang sekali! Gomawo oppa, makan malamnya enak sekali!” Jawab Sooyoung segera.

“Begitu? Syukurlah” Kyuhyun senang mendengar jawaban Sooyoung. “Oh ya, jaket yang kau bawa itu.. aku seperti pernah melihatnya. Itu milikmu?”

“Hah? Jaket?” Sooyoung baru menyadari jaket di tangannya. ‘Astaga.. ini kan jaket Changmin oppa, aku lupa.. bagaimana ini?’ batin Sooyoung.

“Oh jaket ini…”

“Ya, topi yang kau pakai tadi sepertinya aku pernah melihat seseorang memakainya”

“Topi itu.. mmm.. mmm” Gawat. Tentu Kyuhyun pernah melihatnya, topi itu milik Changmin, sahabatnya.

Sooyoung tidak kunjung menjawab pertanyaan Kyuhyun, ia malah terlihat bingung dan panik.

“Ah oppa bisa tolong bukakan pintu ini? Sulit sekali” ujar Sooyoung sambil berusaha mengalihkan perhatian Kyuhyun dari pertanyaannya tadi.

“Sooyoung, pintu itu masih terkunci. Tunggu aku akan membukanya” Kyuhyun tersenyum. Ia lalu keluar mobil dan berjalan ke sisi pintu mobil Sooyoung dan membukanya.

“Silahkan keluar tuan puteri” Kyuhyun membungkuk. Sooyoung tertawa melihat ulah Kyuhyun.

“Gomawo” ujarnya juga membungkuk.

Mereka kemudian berjalan menuju dorm SNSD. Masing-masing tidak mengeluarkan sepatah katapun sampai di depan pintu dorm.

“Gomawo sudah mengantarku pulang”

Kyuhyun mengangguk. Sooyoung membuka pintu dorm yang ternyata belum dikunci.

“Sooyoung”

“Ne?” Sooyoung yang sudah beranjak masuk ke dalam dorm berbalik karena Kyuhyun memanggilnya.

“Apa kau tidak keberatan kalau aku mengajakmu makan lagi nanti?” tanya Kyuhyun dengan nada gugup.

Sooyoung terdiam. Kyuhyun was-was menanti jawaban dari yeoja itu.

“Tentu saja. Aku akan senang sekali” Sooyoung menjawab dengan senyum mengembang. Seketika itu juga Kyuhyun tersenyum lebar. Dengan jelas Sooyoung melihat wajah Kyuhyun yang tampak bahagia. Ia membungkuk pelan sebelum menutup pintu dorm.

Seketika setelah wajah Sooyoung hilang dan pintu benar-benar tertutup, Kyuhyun melompat-lompat. Ia seperti anak kecil yang baru mendapatkan kado ulang tahun yang diinginkannya sejak lama.

***

“Wow.. berita yang sangat mengejutkan!” Yunho berkata setengah berteriak. Changmin hanya senyum-senyum sendiri.

“Bagaimana bisa? Kau sudah mengatakan perasaanmu padanya? Apa dia menerimamu?” tanya Yunho dengan senyum yang tidak berhenti di wajahnya.

“Sebenarnya aku belum mengatakan apa-apa pada Sooyoung hyung…”

“Ha? Maksudmu apa Changmin? Kau belum mengatakan apa-apa tapi sudah menciumnya? Astaga..” Yunho geleng-geleng kepala.  “Lalu bagaimana ceritanya sampai kau menciumnya?”

“Oh itu… ” Changmin tersenyum mengingat pengalaman mereka bersembunyi dari fans.

#Flash back

Changmin berdiri di depan Sooyoung sambil berusaha melindungi yeoja itu agar tidak terlihat oleh fans yang mengejar mereka. Ia tidak menyadari bahwa sekarang ia berada sangat dekat dengan Sooyoung. Jantungnya berdetak sangat cepat, entah karena ia baru saja berlari atau karena gugup melihat wajah Sooyoung yang begitu dekat dengan wajahnya. Sooyoung akhirnya mendongak dan memandang ke arah wajah Changmin, seketika tatapan yeoja itu membuat badan Changmin seperti tersengat aliran listrik. Changmin menatap wajah yeoja itu lekat-lekat, mulai dari rambutnya yang jatuh dengan natural di wajahnya, alisnya yang terbentuk sempurna dan mata cokelatnya.. oh mata itu membuat Changmin benar-benar tersihir. Dan bibir yeoja itu.. Changmin tidak bisa menahan dirinya untuk tidak melihat bibir Sooyoung. Tanpa disadari, ia menundukkan  wajahnya, ia tidak tahu mengapa ia melakukan hal itu.

Mata Sooyoung sedikit melebar dan alisnya terangkat menandakan ia kaget dengan gerakan Changmin, tapi anehnya ia sama sekali tidak bergerak. Jantung Sooyoung berdetak  dengan kencang menyadari kemana arah dari gerakan Changmin. Ia hanya bisa menutup matanya, saat wajah namja itu hanya beberapa sentimeter di depannya.

Dan….. akhirnya. Changmin mencium bibir Sooyoung.

“Hah.. ?” Sooyoung terkejut dan membuka matanya. Ia tidak menyangka namja itu benar-benar menciumnya. Ia hanya diam saja. Jantungnya berdebar dengan kencang dan ia merasakan perasaan aneh. Campuran dari perasaan senang atau gugup atau…

Changmin menghentikan ciumannya sejenak, karena yeoja di depannya itu hanya diam seperti patung. Ia tidak membalas ciumannya.

“Oppa..” suara itu keluar dari bibir Sooyoung. Changmin tersenyum ia kembali  mencium bibir yeoja itu. Tapi..

‘Good bye baby, good bye

Dwidoraseo geudaero apeuro gamyeon dwae…’

Mereka berdua kaget dan segera memisahkan diri karena handphone Sooyoung tiba-tiba berbunyi. Sooyoung segera merogoh tas dan mengeluarkan handphonenya yang terus berdering.

“Kyuhyun oppa..” ujarnya melihat nama yang tertera di layar.

Changmin hanya memandang dengan perasaan sedih itu ketika yeoja itu menjawab telepon dari Kyuhyun, sahabatnya. Ia tahu yang dilakukannya mungkin sebuah kesalahan, tapi ia sudah menetapkan bahwa ia akan mengatakan perasaannya pada yeoja itu.

“Mianhe oppa, baiklah aku segera kesana. Annyeong” Sooyoung mengakhiri percakapan. Ia berbalik ke arah Changmin.

“Sooyoung aku—“ belum sempat Changmin menyelesaikan kalimatnya, Sooyoung sudah memotongnya.

“Oppa mianhe aku harus segera pergi. Aku.. aku.. ah Gomawo sudah menolongku. Aku harus pergi.. oppa menunggu mian- mianhe” Sooyoung berkata dengan gugup. Ia tidak berani memandang ke wajah Changmin.

“Arasseo..” jawab Changmin. Ia lalu melepaskan jaket dan topinya.”Pakai ini”

“Mmm..?”

“Lepaskan jasmu, fans mungkin masih ada disekitar sini dan mereka mungkin mengenalimu dengan jas itu”

Sooyoung menuruti perkataan Changmin. Ia melepaskan jasnya dan Changmin memakaikan jaketnya pada Sooyoung.

“Gomawo..” Sooyoung membungkuk dan bergegas pergi dari tempai itu. Sooyoung melihat keadaan sekitar sebelum berbelok ke jalan. Changmin memandang yeoja berjalan menjauh itu dari tempatnya berdiri dan tepat sebelu yeoja itu benar-benar hilang dari pandangannya, ia melihat Sooyoung berbalik. Dan ia tersenyum.

#Flashback end

“Hey Changmin! Aish kenapa kau melamun! Cepat katakan bagaimana bisa kau menciumnya tapi tidak sempat mengatakan perasaanmu pada Sooyoung?” Yunho berkata tidak sabar.

“Oh ya.. itu.. kami dikejar fans dan kami bersembunyi di salah satu sudut jalan… karena kami berdiri sangat dekat.. aku.. aku men—“ Changmin menoleh dan melihat wajah Yunho yang mendengarkan dengan seksama tanpa berkedip.

“Yah Hyung! Jangan pasang tampang seperti itu! aku jadi malu mengatakannya!”

“Aigoo Changmin-ah.. memangnya kenapa. Tampangku memang seperti ini, menawan seperti biasa” jawab Yunho tertawa.

“Aishh.. hyung..”

“Iya iya baiklah aku akan bersikap biasa saja. Lanjutkan”

“Tiba-tiba handphone Sooyoung berbunyi dan ia harus segera pergi. Karena itu aku tidak sempat mengatakan apa-apa..”

“Oh begitu.. siapa yang menelponnya? Kau pasti sangat membenci orang yang menelepon itu karena mengganggu kalian kan? Haha..” Yunho menertawakan Changmin. Tapi tiba-tiba wajah Changmin berubah sedih.

“Tidak hyung.. aku tidak membenci orang itu karena ia adalah Kyuhyun..”

***

Sooyoung masuk ke kamarnya. Ia menghempaskan badannya ke kasur dan berbaring sambil menatap langit-langit kamarnya. Ia mengingat kejadian tadi dan seketika memegang bibirnya. Pipinya tiba-tiba bersemu merah dan ia tersenyum.

“Changmin oppa.. ia..”

BRAK!!

“Sooyoung!!!” Tiffany, Jessica dan Yuri tampak di depan pintu kamar dan langsung menghambur masuk ke arah Sooyoung.

Sooyoung yang kaget langsung duduk. “Ada apa kalian ini ribut sekali!”

“Ciee… yang baru makan malam…” Yuri mencolek pipi Sooyoung.

“Aish.. apa sih kalian ini! Dari mana saja kalian? mana yang lain?” tanya Sooyoung.

“Ahh jangan mengalihkan pembicaraan Sooyoungie… tidak penting kami dari mana.. yang penting itu kau bagaimana..” ujar Jessica sambil tersenyum menggoda Sooyoung.

“Aku? Apanya yang bagaimana?”

“Yee.. malah balik nanya! Jangan pura-pura bodoh! Cepat ceritakan!” ujar Yuri.

“Ayo Sooyoungie ceritakan pada kami tentang makan malammu” Tiffany meletakkan tangannya di pundak Sooyoung.

“Oh makam malam.. biasa saja.. kami hanya makan tidak ada yang lain..”

“Oh ya? Begitu saja? Kau yakin tidak ada yang lain?” Jessica  tidak percaya.

“Iya! Tidak ada! Oh dan kau Jessica! Gara-gara kau aku jadi dikejar fans karena tidak menyamar dengan baik!” Sooyoung kesal jika mengingat kejadian itu.

“Aku? Kenapa menyalahkanku?”

“iya kau! Untung saja ada—“ Sooyoung tidak melanjutkan kata-katanya. Sementara tiga yeoja itu masih menunggu.

“Ada apa?” Tanya Tiffany.

“Oh tidak.. maksudku untung saja Kyuhyun oppa tidak marah karena aku datang terlambat. Fansnya banyak sekali aku sampai kewalahan.”

“Jadi itu alasannya kau terlambat. Kyuhyun oppa sepertinya cemas sekali. Ia meneleponku dengan panik tadi” ujar Jessica.”tapi kalian hanya makan malam saja? Benar-benar tidak ada yang lain?”

“Iya.. tidak ada. Kalau tidak percaya tanya saja dengan Kyuhyun oppa!”

“Aishh tidak menarik sekali” Yuri berjalan keluar kamar Sooyoung.”Kalian berdua memang payah”

“Ah aku jadi haus. Sudah semangat mendengarkan ceritamu, taunya tidak ada yang menarik” Jessica juga keluar kamar menuju dapur.

Hanya Tiffany yang masih bertahan di kamar Sooyoung. ia bisa merasakan seseuatu yang lain dari dongsaengnya itu.

“Sooyoungie.. ceritakan padaku”

“Hmm? Apa yang harus kuceritakan?” Sooyoung menjawab pelan sambil tersenyum.

“Kau masih menyimpan sesuatu. Aku tahu”

“Hah?” Sooyoung kaget. Tiffany benar-benar hebat menebak isi hatinya.

“Lihatlah wajahmu merah. Kau menyembunyikan sesuatu dari kami kan?”

“Umm aku..”

Dan Sooyoung tidak punya pilihan lain selain menceritakan semuanya pada Tiffany. ia memang tidak bisa menyimpan semuanya sendiri. ia perlu teman untuk berbagi perasaan  saat ini. Dengan wajah tersipu-sipu ia mulai bercerita dan Tiffanny dengan senyum mengembang mendengarkan setiap detil cerita Sooyoung. pada akhirnya, mereka berdua hanya terseyum.

“Lalu bagaimana dengan Kyuhyun oppa?”

“Seperti katamu kemarin, aku makan malam dengannya untuk memastikan perasaanku sekarang. Dan bisa ku katakan, Kyuhyun oppa adalah namja yang baik dan aku senang bisa menjadi dongsaeng sekaligus sahabatnya…”

“Kau sudah melupakan semua perasaanmu padanya?” Tanya Tiffany.

Sooyoung terdiam mendengar perkataan Tiffany.

“Sepertinya begitu” jawab Sooyoung.

Tapi ia sebenarnya tidak begitu yakin dengan kalimat yang baru dikatakannya itu.

***

“Waktunya  tidak tepat sekali” Changmin berkata pada dirinya sambil duduk di ruang tamu dorm mereka.

“Mau bagaimana lagi. Jadwal kita memang padat saat ini” Yunho melemparkan minuman kaleng yang baru diambilnya dari kulkas pada Changmin.

“Tapi kenapa harus besok. Bukannya kita harusnya berangkat ke Jepang lusa”

“Syuting acara kita disana dimajukan. Jadi tidak ada pilihan lain” Yunho menenggak minumannya.”Kenapa? kau khawatir sekali tampaknya. Apa karena Sooyoung?”

Changmin hanya menghela napas dan mengangguk. Ia meminum minuman yang diberikan Yunho tadi. Ya, ia cemas dan itu memang karena Sooyoung. Seminggu di Jepang  adalah waktu yang cukup lama dan ia benar-benar merasakan perasaan tidak enak yang terus mengganggunya sejak ia tahu kalau besok mereka harus berangkat ke Jepang. Itu artinya ia harus menunggu seminggu lagi untuk mengatakan perasaannya pada Sooyoung dan ia semakin cemas saat menyadari hubungan Sooyoung dan Kyuhyun. Bagaimana kalau ia terlambat.. bagaimana kalau Sooyoung dan Kyuhyun semakin dekat dan tidak ada kesempatan lagi untuknya?

Tapi tidak ada pilihan lain. Ia tetap harus berangkat ke Jepang walau dengan berat hati. Semoga saja saat ia kembali nanti semuanya belum terlambat.

“Aku tidur dulu. Lelah sekali hari ini” Yunho meninggalkan Changmin yang masih tenggelam dalam pikirannya.”Kau masih ingat dengan perkatannku tadi siang kan?”

Changmin mengeryitkan alis.

“Yang bisa menentukan ini semua hanya Sooyoung”

Changmin sadar, yang dikatakan hyungnya benar. Tidak peduli kapanpun, atau apapun yang terjadi jika Sooyoung juga merasakan perasaan yang sama terhadapnya, maka tidak ada yang perlu ia khawatirkan. Dan ia yakin itu benar.

“Gomapta hyung” Changmin tersenyum sambil memandang punggung hyungnya yang baru menghilang di balik pintu kamar. Sekarang ia bisa sedikit tenang, ia juga harus tidur karena besok mereka harus pergi ke bandara pagi-pagi sekali.

Changmin beranjak dari tempat duduknya dan melangkah pelan menuju kamar.

“Sooyoung.. please wait for me”

CNP

Yay.. akhirnya bisa update hehe..

semoga bisa menjawab pertanyaan reader yang kemarin ya (evil grin..)

OMG i think i’ve put too much effort with the “Kissing” part hahahaha…

komennya yah reader.. tenang aja pelan-pelan pasti dibalas kok haha.. maksudnya?

Iklan