Tag

, , , , , ,

My Bride 14

my bride

by: Sasha_mad

“Ulangi sekali lagi!” Yunho berteriak dengan kesal. Ia sudah mengulang latihan dancenya beberapa kali dengan Changmin, tapi namja itu selalu saja melakukan kesalahan.

“Changmin, kau kenapa? Daritadi gerakanmu tidak konsisten!” tanya Yunho pada namja yang duduk di lantai latihan.

“Mianhe hyung. Aku mungkin kurang konsentrasi” jawab Changmin dengan nada lemas.

Yunho hanya menghembuskan napas panjang. “Oke kita istirahat saja dulu!” ia berkata pada dancer mereka yang lain. Ia kemudian duduk di samping Changmin.

“Ada apa sebenarnya? Ceritakan padaku” ujar Yunho sambil menepuk pundak Changmin.

“Aniyo, gwenchannayo” geleng Changmin.

“Berapa kali ku katakan padamu, jangan berbohong pada hyungmu ini. Jadi katakan yang sebenarnya”

“Tidak ada hyung. Aku hanya tidak konsentrasi. Mungkin aku kurang makan” Changmin masih saja mengelak.

“Apa ini ada hubungannya lagi dengan yeoja itu?” tanya Yunho.

Changmin terdiam, ia tahu hyungnya ini tidak bisa dibohongi.

“Sudah kutebak” Yunho berkata sambil menyandarkan punggungnya di dinding. “Ada apa dengannya? apa kau ditolak olehnya?” Yunho bertanya sambil setengah tertawa.

“Yah hyung! Jangan bercanda!” Changmin berkata dengan kesal. Ia memukul kaki Yunho dengan handuk di tangannya.

“Kalau begitu ceritakan padaku! Kau ini benar-benar.. apa aku harus membujukmu terus supaya mengatakan masalahmu padaku!? Kita ini sudah seperti keluarga, kalau kau tidak mau disebut suami-istri…”

“Hyung.. bisa berhenti bercanda?” Changmin menatap Yunho dengan tajam. Yunho jadi takut sendiri melihat tampang Changmin yang seperti itu. kalau ia bercanda lagi kemungkinan besar Changmin akan menggantungnya di pohon terdekat atau melemparnya keluar lewat jendela.

“Baiklah ceritakan” Yunho memasang tampang serius.

Changmin menarik napas panjang sebelum menceritakan kabar yang di dapatnya dari Kyuhyun barusan. Yunho mendengarkan dengan seksama.

“Jadi Kyuhyun menyukai Sooyoung?”

Changmin hanya mengangguk.

“Apa Sooyoung juga menyukai namja itu?”

“aku tidak tahu”

“Apa kau menyukai Sooyoung?”

“Aku…..”

“Jangan menjawab tidak tahu, karena kau tahu persis perasaanmu padanya. Saranku sebelum semuanya terlambat katakan padanya!” ujar Yunho sambil memberikan semangat pada namja itu.

“Tapi, bagaimana dengan Kyuhyun?” Changmin bertanya dengan wajah bingung. Ia tahu yang dikatakan Yunho memang benar, ia harus mengatakan semuanya sebelum terlambat tapi bagaimana dengan Kyuhyun? namja itu bahkan sudah mengakui kalau ia menyukai Sooyoung dan Changmin pun sudah memberikan selamat untuknya dengan mulutnya sendiri. ia tidak mungkin tiba-tiba mengatakan kalau ia juga menyukai yeoja itu. Jika ia melakukannya, ia merasa tidak lebih dari seorang pengkhianat.

Yunho bisa melihat kebingungan di wajah namja itu. “Changmin, yang bisa menentukan ini hanyalah Sooyoung sendiri. Jika Sooyoung menyukaimu maka Kyuhyun tidak bisa menyalahkanmu. Begitu juga sebaliknya, jika Sooyoung memang menyukai Kyuhyun, maka kau juga tidak bisa menyalahkan Kyuhyun. tapi setidaknya kau sudah mengatakan perasaanmu padanya” Yunho mencoba memberi pengertian pada Changmin.

Changmin maasih saja terdiam mendengarkan perkataan dari hyungnya itu.

“Apa yang kau tunggu? Cepat katakan padanya!” Yunho sekali lagi memberi dorongan pada namja yang masih tampak ragu-ragu itu.

“Tapi hyung…”

Yunho segera berdiri. “TAPI TAPI, AKU BOSAN MENDENGARNYA!! Sekarang cepat pergi sebelum terlambat atau aku akan memaksamu latihan disini sampai kau bisa menguasai semuanya dengan baik walaupun sampai tengah malam nanti!!” Yunho berkata sambil menunjuk wajah Changmin “Aku serius!!”

Changmin ternganga melihat tingkah laku Yunho. Ia segera merapikan barang-barangnya sambil terus melihat ke wajah hyungnya itu. Yunho tidak berkedip. Changmin segera berlari meuju pintu.

“Aku pergi hyung!” teriaknya ketika sudah keluar dari ruangan itu.

***

Kyuhyun sudah merapikan barang-barangnya sore itu. ia bersiap pulang ke dorm mereka dan tentu saja, mempersiapkan diri untuk pergi dengan Sooyoung. ia tidak bisa berhenti tersenyum jika memikirkan hal itu.

“Kyuhyun!” suara seseorang memanggilnya. Kyuhyun menoleh ke arah sumber suara yang ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah Ryeowook.

“Ada apa?”

“Kau belum boleh pulang dulu, kita harus berlatih beberapa lagu lagi untuk KRY” ujar Ryeowook.

“APA? Tapi aku sudah bilang kan kalau hari ini aku tidak bisa. Kenapa tidak besok saja kan masih ada waktu?” Kyuhyun menjawab dengan sedikit kesal.

“Iya, aku tahu, tapi besok aku harus pergi ke latihan drama musikal. Ayolah Cho Kyuhyun, sebentar saja latihannya. Mungkin hanya dua jam” Ryeowook masih terus membujuk Kyuhyun dengan tampang memelas. Kyuhyun jadi tidak tega. Ia memang masih punya waktu tiga jam sebelum janji mereka, tapi jika ia latihan sekarang, kemungkinan besar ia tidak bisa menjemput Sooyoung.

“Kyubaby, bagaimana?” Tanya Ryeowook sambil menggandeng lengan Kyuhyun dan bertingkah seperti seorang yeoja yang sedang menggoda pacarnya.

“Aishh hentikan! Jangan memanggilku seperti itu dan lepaskan tanganku!” Kyuhyun mengomel sambil buru-buru mejauhkan diri dari Ryeowook.

Ryeowook hanya tertawa melihat wajah Kyuhyun. ”Kalau begitu cepat ikut denganku”

“Hhhh baiklah tunggu sebentar! Ingat hanya dua jam saja latihannya oke?”

“Oke!” Ryeowook mengacungkan jempolnya. “Aku dan Yesung hyung menunggumu di ruang latihan” ia kemudian pergi meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun mengambil handphone dari saku celananya dan mulai mengetik pesan singkat. Ia mencari kontak dengan nama Sooyoung dan mengirimkan pesan itu. tak lama setelah ia beranjak mengikuti Ryeowook handphonenya berbunyi. Ia melihat ke layar dan membaca pesan yang baru masuk:

“Oke oppa, tidak apa-apa. Kita bertemu disana saja. Jangan terlambat, atau aku makan duluan!”

Kyuhyun hanya tersenyum membaca pesan itu.

***

Changmin masih berada di dalam mobilnya. Ia ada di depan dorm SNSD. Ia tidak berani masuk karena belum tahu apa yang akan dikatakannya pada Sooyoung.

“Aisshh kenapa aku kesini kalau hanya diam saja di dalam mobil seperti orang bodoh” Changmin berkata pada dirinya sendiri. ia mengacak rambutnya dengan karena frustasi.

“ini semua karena Yunho hyung! Ia yang memaksaku pergi!” ujarnya lagi.

Changmin menyandarkan punggungnya. Ia bingung dengan dirinya sendiri. kenapa ia berada di sana, padahal ia masih belum yakin dengan perasaannya pada yeoja itu. Baiklah, tidak ada gunanya lagi ia membohongi diri sendiri. ia memang menyukai yeoja itu. tapi sekarang apa yang harus dilakukannya? Mengatakan “Saranghe”? rasanya terlalu cepat. Tapi jika mengingat perkataan Yunho tadi, kemungkinan besar ia akan terlambat jika tidak mengatakannya sekarang.

“Apa yang harus kulakukan sekarang?!?” Changmin melihat ke arah dorm. Ia jadi teringat saat menjenguk Sooyoung beberapa waktu yang lalu. Saat itu Siwon mengatakan sesuatu padanya, ia masih ingat dengan jelas.

“Dengarkan baik-baik. Aku kenal seseorang sepertimu dulu. Seseorang yang tidak punya keberanian dan lambat menyadari perasaannya. Jangan mengulangi kesalahannya, atau kau akan menyesal!”

Changmin masih tidak tahu apa maksud dari hyungnya berkata seperti itu dan siapa orang yang dimaksud olehnya.

“aku akan menanyakannya nanti” Changmin mengguman sendiri. tiba-tiba ia melihat pintu dorm terbuka dan seorang yeoja keluar dari sana. Changmin mengamati yeoja itu. dilihat dari tinggi badannya kemungkinan besar itu adalah Sooyoung. Changmin memasang kaca matanya agar bisa melihat lebih jelas. Benar, itu adalah Sooyoung. Yeoja itu memakai jas panjang berwarna abu-abu dan tidak mengenakan topi. Ia hanya mengikatnya rambutnya dengan ikatan ponytail.

“Kenapa ia Kyuhyun tidak menjemputnya? Dan kenapa ia tidak menyamar dengan baik?” Changmin bertanya-tanya sendiri. ia memperhatikan Sooyoung yang baru masuk ke dalam taksi.

Changmin segera menyalakan mesin mobilnya. Ia mengikuti taksi itu.

“Aishhh kenapa aku harus mengikutinya? Rasanya seperti jadi seorang stalker..” Changmin bingung sendiri. tapi ketika taksi tersebut menambah kecepatannya, Changmin tidak punya pilihan lain selain ikut menginjak gas mobilnya lebih dalam.

***

Hari sudah mulai gelap ketika Sooyoung turun dari taksi. Ia masih harus berjalan beberapa ratus meter lagi ke restoran tempat ia dan Kyuhyun akan makan malam. Sebenarnya bisa saja ia minta supir taksi itu mengantarnya langsung ke restoran, tapi entah kenapa hari ini ia ingin jalan-jalan lebih dulu sebelum ke sana. Lagipula Kyuhyun sudah mengatakan mungkin ia akan sedikit terlambat, jadi daripada sendirian di sana, lebih baik ia jalan-jalan dulu.

“Ahh sudah lama sekali tidak berjalan-jalan di daerah ini” ujar Sooyoung sambil mengedarkan pandangannya ke sisi kiri dan kanan jalan. Lampu-lampu toko sudah mulai menyala dan lampunya yang berwarna-warni membuat Sooyoung merasa seperti sedang berada di suatu tempat yang bukan di Seoul. Deretan Toko musik, toko baju, toko tas dan restoran tampak indah dengan lampu-lampung yang menyala terang. Sooyoung senang sekali memiliki kesempatan berjalan-jalan di daerah itu. ia menjadi lupa kalau ia adalah seorang idol…..

Ia masih terus berjalan menikmati suasana di sekelilingnya, ketika tiba-tiba beberapa orang pelajar yang sepertinya baru pulang dari sekolah, berlari ke arahnya sambil berteriak-teriak.

“Sooyoung! Sooyoung SNSD!”

Sooyoung kaget, ia mulai panik dan bersiap kabur. Tapi terlambat, orang-orang di sekitarnya keburu mendengar perkataan pelajar-pelajar itu dan mulai mengerubunginya.

“Sooyoung! sooyoung!” mereka berteriak sambil berusaha mengambil foto. Beberapa menyodorkan alat tulis dan kertas untuk meminta tandatangannya.

Sooyoung berusaha kabur dari mereka, tapi sulit sekali. Ingin berpura-pura kalu ia bukan Sooyoung SNSD, tapi sepertinya tidak akan berhasil. Wajahnya terlihat jelas. Ia menyesal kenapa mengikuti saran dari Jessica agar mengenakan kacamata dan jas saja untuk menyamar dan tidak ditambah topi atau syal.

“Tidak usah pakai topi, nanti rambutmu rusak”

“Jangan pakai syal, tidak cocok dengan jasnya”

“Pakai kacamata saja, lebih bagus. Fans tidak akan mengenalimu”

“Pakai sepatu ini saja, Kyuhyun oppa pasti suka melihatmu memakainya”

‘Jessica, lihat apa yang terjadi! Ini semua gara-gara saranmu itu!’ Sooyoung mengomel dalam hati.

Ia tidak punya pilihan lain selain melayani fansnya, tentu saja ia tidak mau di cap sebagai idol yang sombong. Tapi ia semakin panik ketika mendapati semakin banyak fans yang menerumuninya.

‘Aishh bagaimana ini!’ Sooyoung mulai kehilangan akal. Ia berusaha mencari celah untuk lari tapi tidak bisa. Sooyoung mulai putus asa, rasanya ia hendak menangis, sementara para fans tetap memberondongnya dengan berbagai pertanyaan. sooyoung hanya bisa mengangguk dan tersenyum. Ia lelah sekali. Kepalanya pening.

“HEI LIHAT SUPER JUNIOR ADA DISANA!!!” seorang namja berteriak sambil menunjuk ke seberang jalan dimana terdapat beberapa orang namja yang sedang berkumpul.

Spontan saja fans yang mengerumuni Sooyoung menoleh ke arah yang ditunjukkan namja itu. mereka mulai berteriak lagi.

“SUJUUUU!!!!” mereka bergegas meninggalkan Sooyoung. fans itu percaya bahwa kumpulan namja itu memang suju, mungkin karena mereka baru melihat salah seorang anggota SNSD. Jadi mungkin saja ada anggota suju di tempat yang sama.

Sooyoung bengong. Ia juga melihat ke arah fans itu berlari. Mungkinkah memang ada oppa suju disana? Sooyoung berpikir.

Namja yang tadi berteriak segera berbalik dan menggenggam tangan Sooyoung.

“Sooyoung ini aku, Changmin, ayo cepat lari!”

Sooyoung yang masih kaget tetap berdiri mematung di tempatnya.

“Op..pa..?” ujarnya sambil memandang Changmin dengan bingung.

“Iya, ini aku! Ayo cepat!” Changmin menarik tangan Sooyoung dengan paksa sehingga yeoja itu berlari mengikutinya.

***

Kyuhyun sudah sampai di restoran tempat ia dan Sooyoung akan makan malam. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh restoran itu, tapi tidak menjumpai sosok yeoja yang mirip dengan Sooyoung. ia tahu yeoja itu pasti menyamar, tapi tentu ia masih bisa mengenalinya.

Ia kemudian duduk di satu kursi yang sudah ia pesan. Kyuhyun melihat ke arah jam tangannya.

“Mungkin ia sedikit terlambat. Aku akan menunggunya”

Seorang pelayan menghampirinya dan Kyuhyun memutuskan memesan kopi untuk menemaninya menunggu Sooyoung.

***

Sooyoung menoleh ke belakang sambil masih terus berlari. Beberapa fans masih mengejar mereka. Sooyoung sudah kelelahan, sepatu high heels memang tidak cocok sama sekali dipakai berlari. Jika kakinya tidak lecet atau terluka setelah berlari seperti ini, itu artinya kakinya terbuat dari besi.

Changmin masih berlari, ia ingin menambah kecepatan berlarinya, tapi ketika menoleh ia melihat Sooyoung yang sudah kelelahan.

“Sooyoung, gwenchanha?” tanya Changmin cemas.

Sooyoung mengangguk walaupun napasnya tersengal-sengal dan tumitnya sudah mati rasa.

Changmin tahu kalau yeoja itu pasti sudah lelah, belum lagi ia mlihat sepatu high heels yang dipakainya. Changmin segera memutar otak mencari tempat untuk bersembunyi. Ia berlari ke gang-gang yang penuh dengan belokan. Sooyoung mengikutinya kemana arah Changmin menarik tangannya. Dari belakang ia melihat punggung namja tinggi itu. Beberapa waktu yang lalu ia memang menyukai namja dengan tipe bahu yang lebar dan punggung yang tegap seperti Yunho dan Jaejoong. Sekarang, entah kenapa ia mulai senang melihat punggung Changmin. Ia tersenyum sendiri, bisa-bisanya ia berpikir seperti itu, sementara mereka sekarang sedang berlari sekuat tenaga menghindari fans.

Changmin akhirnya menemukan sebuah tempat persembunyian yang tepat. Ia berlari lebih cepat, Sooyoung mengikuti dengan berlari sekuat yang ia bisa. Changmin menarik Sooyoung ke sebuah dinding yang terlindung dari jalan, ia berdiri di tepat di depan yeoja itu dan berusaha menutupi badan Sooyoung dengan postur badannya yang memang lebih tinggi darinya. Mereka terdiam sambil menunggu fans-fans tersebut lewat di samping mereka. Sooyoung menahan napas dan memejamkan matanya saat mendengar fans-fans itu mendekat.

“Kemana mereka?” terdengar suara beberapa fans, mereka bertanya-tanya.

“Mungkin arah sini! Ayo cepat! Aku belum dapat tanda tangan dan foto Sooyoung!” seorang pelajar bertubuh pendek mengajak teman-temannya berlari. Untung yeoja itu menunjuk arah yang berlawanan dengan tempat persembunyian mereka.

Sooyoung akhirnya membuka matanya setelah tidak mendengar suara dari fans itu. ia mendapati dirinya sedang berada di depan seorang namja, Changmin tentunya, dan ia hampir bersandar di dada namja itu. Ia bahkan bisa mendengar suara detak jantungnya. Sooyoung tersadar, ia mendongak dan ia melihat Changmin juga sedang memandang ke arahnya. Namja itu tidak mengatakan apa-apa, ia hanya memandang Sooyoung. melihat mata namja itu, Sooyoung merasa badannya jadi kaku. Ia tidak bisa bergerak, hanya bisa melihatnya dengan tidak berkedip. Ia tetap diam seperti itu, ketika Changmin menunduk dan mendekatkan wajahnya ke wajah Sooyoung…..

***

“Kenapa lama sekali?” Kyuhyun melihat ke jamnya untuk yang ke seribu kali mungkin.

Ia melihat ke handphonenya. Tidak ada pesan atau telepon dari Sooyoung. ia sudah menelpon Sooyoung, tapi tidak di angkat. Ia juga sudah menelpon Jessica, dan yeoja itu mengatakan kalau Sooyoung sudah pergi sekitar satu setengah jam yang lalu.

“Apa yang terjadi? Semoga tidak ada hal yang buruk” Kyuhyun memandang ke luar melalui kaca di samping tempat duduknya.

***

Mimpi. Ini pasti mimpi. Tidak mungkin. Aku sedang berhalusinasi. Pasti. Ya. Benar.

CNP

hai hai reader semuanya… maaf ya lama banget baru update lanjutannya… lagi sibuk bangeet nehh..

gimana? semoga tidak mengecewakan hahaha..

komen jangan lupa ya…

Iklan