Tag

, , , , , , , , , ,

One of The Boys!

Cast: Choi Sooyoung, Lee Sunny, Kim Junsu, Park Yoochun, Kim Jaejoong, Shim Changmin, Jung Yunho, Choi Minho, Krystal Jung, Choi Jinri, Amber………. dan siapa saja yang nanti bisa muncul tiba-tiba hehehe….

Genre: ga tau

Rating: PG-15 (mungkin.. hahaha…)

 Chapter 1

“Umma, berhentilah menangis.. “Sooyoung memeluk ummanya.”aku akan baik-baik saja disana.. aku akan selalu memberi kabar, aku berjanji..”

“Sooyoung, kau harus selalu menjaga kesehatannmu, makanlah yang banyak ya?” ujar Ummanya sambil membelai rambut anak kesayangannya itu.

Sooyoung mengangguk dan melepaskan pelukan ummanya.

“Noona, jangan lupakan aku ya..” Minho, adik laki-lakinya, gantian memeluknya.

“Pabo kau Minho, mana mungkin aku bisa lupa padamu!” Sooyoung memberikan pelukan erat. Minho hanya bisa mengusap air matanya.

“Soo, sebentar lagi keretanya akan sampai. Cepat siap-siap” Kangin membantu mengangkat koper Sooyoung.

“Ne, oppa”

“Sooyoungie, aku pasti akan merindukanmu” ujar Eunhyuk.

“Aku juga, kau baik-baiklah disini. Jangan terlalu kasar dengan pelanggan di toko, nanti mereka kabur!” ujar Sooyoung sambil memberikan pukulan ringan di dada Eunhyuk.

“Aww! Sakit Sooyoungie! Tapi kurasa aku akan merindukan pukulanmu juga” Eunhyuk mengelus kepala sahabat baiknya itu.

“Hyukkie, dimana Hyoyeon unnie? Kenapa ia tidak ikut mengantarku?” tanya Sooyoung.

“Katanya ia akan tiba sebentar lagi. Hei, jangan memanggilku seperti itu, panggil oppa! Kau kan sudah mau pergi!”

“Tidak mau!” Sooyoung menjulurkan lidahnya pada Eunhyuk.

Perhatian, kepada penumpang tujuan Seoul, kereta akan segera tiba, harap segera bersiap”

Sooyoung sekali lagi memeluk keluarga dan sahabatnya.

“Sooyoungie, kalau kau nanti bertemu orang itu, beritahu aku ya” ujar Kangin.

“Ne, oppa. Tapi aku tidak bisa berjanji, Seoul kan sangat luas. Mudah-mudahan kami bisa bertemu”

Kereta Sooyoung sudah tiba. Sesaat sebelum ia melangkah masuk, Hyoyeon datang dengan setengah berlari.

“Sooyoung!” Hyoyeon langsung memeluk yeoja itu.

“Unnie, syukurlah kau datang..” ujar Sooyoung. matanya berkaca-kaca, karena air mata yang ditahannya dari tadi.

“Tentu saja, aku harus mengantarmu apapun yang terjadi” ujar Hyoyeon sambil mengusap air matanya, “jangan lupakan kami dan sampaikan permintaan maafku padanya..”

Sooyoung mengangguk. Kereta mulai berjalan diiringi dengan lambaian tangan dan ucapan selamat tinggal. Sooyoung akhirnya menangis, ia melihat Minho yang memeluk ummanya sambil menangis. Eunhyuk juga merangkul Hyoyeon, sementara Kangin hanya tersenyum.

“Umma, Minho, Hyoyeon unnie, Eunhyuk oppa dan Kangin oppa… aku tidak akan melupakan kalian.. kalian adalah penyemangatku selama ini.. aku akan kembali dan membuat kalian bangga..”

Sooyoung masih memandangi mereka sampai tidak terlihat lagi. Ia sangat bahagia karena keluarganya bisa mengantarkannya ke stasiun walaupun juga harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Sooyoung menyandarkan kepalanya ke kursi.

“Seoul.. semoga semua berjalan dengan lancar…”

*

Hari sudah menjelang malam saat Sooyoung sampai di Stasiun Seoul. Setelan membeli makan malam, Ia langsung menuju rumah yang beberapa waktu lalu sudah sempat ia tinggali saat ujian masuk perguruan tinggi.

“Annyeong haseyo” Sooyoung mengetuk rumah itu.

“Annyeong haseyo… Omo! Sooyoung unnie sudah datang.. mari masuk unnie” ujar seorang yeoja yang kira-kira berumur 15 tahun. Ia adalah anak dari pemilik rumah ini.

“Gomawo Jinri..”

“Anjuseyo.. unnie” Jinri mempersilakan Sooyoung duduk.

“Dimana Umma dan Appamu Jinri?”

“mereka sedang pergi ke rumah keluarga. Seharusnya aku juga ikut ke sana, tapi karena unnie akan datang hari ini, jadi aku menunggu rumah” jawab yeoja itu dengan riang.

“Geure? Mianhe Jinri, unnie sudah merepotkanmu” Sooyoung jadi tidak enak.

“Anieyo… Unnie pasti lelah sekarang, mari kuantarkan ke kamar. Umma dan appa akan pulang besok sore”

Sooyoung mengikuti yeoja itu.

“Kamar unnie sudah aku bersihkan, silahkan.. oh iya unnie sudah makan malam?”

“Gomawo Jinri, unnie sudah makan. Unnie benar-benar merepotkan joesonghaeyo..”

Jinri hanya tersenyum. Ia membungkuk dan mengucapan selamat malam pada Sooyoung, sebelum menutup pintu kamar.

Sooyoung merebahkan badannya di kasur. Ia lelah sekali. Beruntung ia sudah mempunyai tempat tinggal sekarang. Keluarga Jinri benar-benar  baik, bahkan sejak pertama kali ia menyewa kamar ini beberapa waktu yang lalu.

*

Universitas Nasional Seoul  (or whateverlah namanya…)

Sooyoung mengitari tempat itu, ia memandang berkeliling. Perguruan tinggi itu benar-benar luas, beberapa gedung perkuliahan bertingkat dengan taman-taman dan kolam. Belum lagi lapangan basket dan tenis. Walaupun ia sudah pernah kemari sebelumnya, tapi tetap saja melelahkan harus berjalan mengitari kampus itu. Sooyoung mencari papan pengumuman informasi tentang pembayaran perkuliahan. Ia mencatat beberapa hal penting, kemudian meneruskan perjalanannya mengitari kampus itu. ia perlu melihat-lihat dan mengingat ruangan-ruangan yang dilaluinya.

Sepanjang jalan ia melihat mahasiswa lain, mereka bergerombol dengan temannya masing-masing. Sementara itu, Sooyoung hanya berjalan sendiri. Ia masih belum memiliki seorang teman di kota yang sama sekali baru baginya itu.

“Ruang perpustakaan, Ruang lab. Biologi…..” ia membaca beberapa papan penunjuk ruangan.

Sooyoung ingin mencari ruang lab Bahasa, ketika di depannya berkumpul beberapa orang yeoja, dengan pakaian yang menurutnya.. umm terlalu centil, berwarna-warni dengan berbagai aksesoris, rok mini, bahkan celana pendek. Hanya dengan melihatnya, mata Sooyoung sudah sakit.

‘Apa memang begini gaya berpakaian orang kota ini. Ini kan musim dingin, apa mereka tidak kedinginan? Kalau aku memakai pakaian seperti itu dan berjalan keluar, pasti aku sudah membeku!’ batin Sooyoung. ia melihat ke pakaiannya sendiri. Jaket tebal, celana jeans panjang dengan sepatu kets. Yah, seperti inilah seharusnya ia berpakaian. Hangat. Rambut yang diikat kuncir kuda, dan ditambah topi, rapi. Tidak perlu memakai bando, penjepit rambut dan aksesoris lainnya. Menyusahkan saja.

Kumpulan yeoja itu memandang Sooyoung. sebagian dari mereka berbisik-bisik dan sebagian lagi tertawa. Sooyoung memandang mereka dengan heran. Belum sempat keheranannya hilang, yeoja-yeoja itu tiba-tiba berdiri dengan lebih tegak dan memandang ke arah Sooyoung sambil tersenyum dengan ramah. Atau genit barangkali. Sooyoung hanya balas tersenyum. Ia tidak mengira, mereka bisa berperilaku sangat ramah padanya.

“Minggir” sebuah suara dari belakang mengagetkannya.

“Oh. Ne” Sooyoung segera menepi. Dalam hati ia mengomel ‘tidak tahu sopan santun! Siapa memangnya dia!“ Sooyoung menoleh. Ia melihat seorang namja berkacamata dengan postur tubuh tinggi.

“Kau masih menghalangi jalanku” ujar namja itu lagi. Sooyoung terpaksa menepi lagi. Ia ingin sekali mendamprat orang itu, tapi ia tahan. Baru hari pertama ia di Seoul dan di kampus. Ia belum mau mencari masalah.

“Hei, kau tuli ya? Oppa bilang minggir!” ujar salah seorang yeoja tadi.

“Sepertinya begitu! Lihat wajahnya!” ujar yeoja dengan rok mini warna pink. Eww.. Sooyoung benar-benar tidak suka warna itu. ia ingin sekali merobeknya dan menyumpalkan ke mulut yeoja-yeoja sombong itu.

Namja tadi beranjak pergi meninggalkan tempat itu, diikuti yeoja-yeoja tadi. Mereka mengikuti namja itu sambil bertingkah centil berusaha menarik perhatiannya, tapi namja itu berjalan seperti tidak ada seorang pun disekelilingnya.

“Beruntung kalian segera pergi, kalau tidak aku pasti sudah menghajar kalian semua” umpat Sooyoung geram.

Ia menggeleng-gelengkan kepala. Berusaha kembali ke tujuan asalnya, ia mulai beranjak.

“Sooyoung!” ia mendengar seseorang memanggil namanya. Ia memandang sekeliling. Ini baru hari pertamanya di kampus dan ia belum memiliki teman. Mungkin salah dengar, batinnya.

“Sooyoung! Sooyoung!” ia menoleh lagi. Ia mendapati seorang yeoja melambai-lambaikan tangannya sambil setengah berlari ke arahnya. Sooyoung memandang yeoja itu dari atas sampai bawah. Ia mengenakan pakaian musim dingin yang menurutnya cute-overdose. Beruntung, cocok dengan wajahnya yang memang imut.

“Kau memanggilku?” Sooyoung menunjuk dirinya sendiri.

Yeoja itu mengangguk dan tersenyum lebar.

*

“JADI NAMAMU SANI?”

“Yah, Sunny! Bukan Sani! S-U-N-N-Y, Sunny!” yeoja itu protes.

“Oke, oke.. Sunny! Senang?” Sooyoung tersenyum kecut.

Yeoja itu tersenyum senang. Sooyoung merasa ia menyukai sifatnya yang ceria dan senyum lebarnya yang manis.

“Bagaimana kau bisa mengenali aku? SUNNY?” tanya Sooyoung.

“Mudah saja. Dari pakaianmu, dan dari topi yang kau pakai. Topi itu kau pakai juga saat ujian masuk perguruan tinggi. Aku ada di belakangmu, kau ingat?”

Sooyoung menggeleng.

“Aku memakai celana jeans hitam, jaket bulu warna coklat muda dan bando kuning, kau ingat?”

Sooyoung menggeleng lagi. Mana mungkin ia ingat, saat itu ada banyak yeoja berpakaian hampir mirip dengan Sunny. Kalau yang mirip dengan Sooyoung… rasanya tidak ada.

“Tidak ingat juga? Aigoo.. Sooyoung-ah…”

“Mianhe, aku benar-benar lupa”

“Sudahlah tidak apa-apa. Ngomong-ngomong apa yang kau lakukan di kampus?”

“Cuma lihat-lihat pengumuman saja” jawab Sooyoung sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling taman, tempat mereka duduk.

“Oo.. begitu.. oh iya, kau tadi melihat namja yang ada di dekat perpusakaan itu?”

“Yang mana?” tanya Sooyoung.

“Itu, namja tinggi dengan kacamata. Masa tidak lihat? Heran padahal kemana ia pergi biasanya dikerumuni yeoja-yeoja..” ujar Sunny.

“Oh namja kurang ajar itu.. iya aku lihat. Waeyo?”

“Namja kurang ajar??? Omo Sooyoungie, kau tidak tahu siapa dia???” mata Sunny melotot ke arah Sooyoung.

“Tidak, yang kutahu dia itu tidak punya sopan santun dia—“ Sunny dengan segera menutup mulut Sooyoung yang mulai berbicara dengan nada keras.

“Sstt.. jangan keras-keras!” ujarnya berbisik.

“Aishh apa-apaan kau ini!” Sooyoung segera menyingkirkan tangan Sunny “memangnya kenapa? Memang begitu kebenarannya. Orang itu tidak punya sopan santun!” ia berbicara dengan nada yang bertambah tinggi. Sunny panik, karena beberapa orang mulai melihat ke arah mereka.

“Iya, iya dia tidak punya sopan santun! Sekarang diamlah!”

Sooyoung akhirnya diam, itupun dengan wajah cemberut.

“Sepertinya kau benar-benar tidak tahu tentang mereka ya?” tanya Sunny.

“Mereka? Mereka siapa?”

“Kumpulan namja keren itu… mereka dipanggil Dong Bang Shin Ki”

“Hah? Siapa? Aku tidak salah dengar kan?” Sooyoung menatap ke arah Sunny dengan pandangan mengejek. Kumpulan namja keren.. astaga mereka kira mereka masih SMA apa? Ada kumpulan namja keren segala… Sooyoung benar-benar merasa geli.

“Iya, benar! Seperti F4? Kau tahu F4? Boys Before Flower?”

“Acara apa itu?” Tanya Sooyoung santai.

“Apa? Kalau Super Junior? 2PM?”

“Apalagi itu? nama makanan?”

“Yah, kau ini hidup di planet mana? Masa tidak tahu BBF dan Super Junior??”

“Aku hidup di kota kecil, dan aku tidak sempat memperhatikan hal-hal seperti itu. Aku sibuk bekerja” ujar Sooyoung sambil melempar batu kerikil ke kolam di depan mereka. Sebenarnya ia tahu apa itu BBF, F4, atau K-pop, teman-teman SMAnya selalu meributkan hal itu di kelas. Tapi seperti yang ia katakan, ia tidak punya waktu mengikuti hal-hal seperti itu. Bekerja, menabung dan belajar dengan baik, adalah kunci yang membawa dirinya ada di tempat ini sekarang.

Sunny memperhatikan raut wajah teman barunya itu. ia merasa bersalah karena kata-katanya barusan.

“Sooyoung, mianhe. Aku tidak bermaksud mengejekmu tadi. Aku benar-benar menyesal” Sunny tertunduk.

“Untuk apa minta maaf, Sunny-ah. Kau tidak melakukan hal yang buruk padaku” ujar Sooyoung sambil tersenyum.

“Tapi aku membuatmu sedih. Aku lihat wajahmu tadi tampak sedih Sooyoungie” Sunny berkata seperti hendak menangis.

“Yah, Sunny kenapa menangis? Ya ampun aku benar-benar tidak apa-apa” Sooyoung berusaha membujuk yeoja itu agar tidak menangis.

“Benar?”

“Iya.. “ huffh.. Sooyoung lega Sunny tidak jadi menangis.

“Kalau begitu kau mau mendengar ceritaku tentang mereka?” Sunny kembali ceria. Heran, cepat sekali perubahan sikapnya, batin Sooyoung.

“Ya.. bolehlah..” Sooyoung pasrah. Walaupun sebenarnya ia tidak tertarik, tapi lebih baik daripada harus mendengarkan tangisan Sunny.

“Di Universitas ini, ada banyak sekali namja yang populer. Tapi tidak ada yang sepopuler lima namja itu. Mereka baru kuliah satu tahun, saat baru pertama masuk pun mereka sudah mendapat perhatian dan yeoja-yeoja di sini.”

“…………” Sooyoung hanya diam mendengarkan.

“Namja yang kau lihat tadi, namanya MAX, ia adalah salah satu mahasiswa paling jenius di sini, dan paling muda karena ia menyelesaikan SMAnya hanya dua tahun. Ia memang dingin dan jarang berbicara kecuali dengan hyung-hyungnya. Menurut kabar yang beredar ia memiliki suara yang sangat bagus dan bisa mencapai nada-nada tinggi. Tapi ia tidak pernah menunjukkannya. Satu hal lagi, ia adalah keluarga dari pemilik Universitas ini..” jelas Sunny panjang lebar.

“Oh ya?” ujar Sooyoung. ia bertanya seolah-olah mendengarkan, padahal satu kata pun tidak ada yang menempel di otaknya.

“Ne, untuk kau ketahui, ia dan keempat hyungnya sudah mengikuti wajib militer, tepat saat ia berusia 20 tahun..”

Perkataan barusan sedikit mengusik perhatiannya. Sudah wajib militer? Hebat juga orang itu. Tidak semua orang, apalagi yang masih muda sepertinya mau mengikuti wajib militer dengan segera. Kebanyakan akan menundanya, Eunhyuk saja masih belum wamil, pikir Sooyoung.

“Dan kita sangat beruntung Sooyoung! tahun ini mereka berlima akan kuliah lagi! Ahh aku senang sekali!!!” Sunny melompat-lompat kegirangan.

“Beruntung? Dari segi mana kau katakan kita beruntung?” Sooyoung menarik Sunny supaya duduk kembali. Tingkahnya barusan, melompat-lompat, mengganggu pandangannya.

“Kau tidak sadar? Waktu mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, ada banyak sekali yeoja yang mendaftar ke sini! Kita beruntung menjadi salah satu yang lolos Sooyoung! kau tidak sadar??”

“Beruntung? Aku belajar keras mati-matian. Tidak ada itu namanya keberuntungan!” ujar Sooyoung ketus.

“Kalau begitu, aku saja yang beruntung. Karena namaku hampir mendekati urutan terakhir dari daftar kelulusan walaupun sudah belajar keras” Sunny tertawa.

Sooyoung tersenyum saja mendengar perkataan Sunny.

“Jadi, tadi kau mau bilang kalau salah satu alasan yeoja-yeoja yang mendaftar di universitas ini adalah karena kelima namja yang kau sebut apa tadi itu barusan?”

“Yap benar sekali!!”

“Hah! Konyol!!” Sooyoung tertawa sinis.

“Kau mau mendengar tentang empat orang lainnya? Jaejoong yang sangat tampan, Yunho yang sangat gagah, atau yoochun yang sangat menawan dan juga kaya? Oh ya atau yang bersuara paling indah Ju—“

“Stop! Hentikan! Aku sudah cukup mendengarnya, nanti saja kalau mau kita lanjutkan. Aku harus pergi”

“Mau kemana?” tanya Sunny.

“Aku harus ke bank” Sooyoung berdiri. “aku juga harus mencari pekerjaan di sini”

“Kerja? Bukannya kau juga harus kuliah?” Sunny ikut berdiri.

“Ya, aku harus tetap bekerja untuk biaya hidupku disini. Aku pergi dulu Sunny-ah. Annyeong..”

“Annyeong Sooyoung… oh ya,kau punya nomer telepon?”

Setelah bertukan nomer telepon, Sooyoung akhirnya pergi dari tempat itu. ia masih punya banyak kegiatan lain yang harus dikerjakan hari ini.
*
“Aishh kenapa aku harus ikut denganmu ke sini! Aku masih lelah!” seorang namja dengan jaket hoodie berwarna biru dengan kacamata hitam tampak mengikuti seorang namja dengan tampang kesal.

“Bisa tidak kau berhenti mengomel? Nanti penyamaran kita ketahuan!” ujar namja di balik hoodie warna abu-abu.

“Biar saja!”

“Nanti kau akan kutraktir makan? Oke? Makan dimana saja terserah kau!” karena asyik mengobrol, namja itu menabrak Sooyoung yang sedang menuju ke luar universitas.

“Hei! hati-hati kalau berjalan!” ujar namja berjaket abu-abu itu. ia masih mengelus bahunya yang sakit.

“Mianhe!” ujar Sooyoung.ia segera minta maaf karena ia yang menabrak namja itu. ia sendiri terjatuh. Ikat rambutnya putus karena topinya terlepas. Segera saja rambut panjangnya terurai.

Melihat pemandangan di depannya, namja yang ditabrak Sooyoung tadi segera membantunya berdiri.

“joesonghamnida. Aku tidak melihatmu, ku kira kau tadi seorang namja..” ujarnya sambil tersenyum manis pada Sooyoung. wajah namja itu sangat dekat dengannya, membuat Sooyoung kaget.

“Huh.. dasar tukang gombal” namja berjaket hitam berbicara dengan dirinya sendiri melihat tingkah temannya itu.

“Kau tidak apa-apa kan?” ujarnya lagi sambil membantu merapikan pakaian Sooyoung.

“Tidak apa-apa” Sooyoung berusaha menyingkirkan tangan namja itu dari jaketnya. Dasar, mau mengambil kesempatan kau? Tidak akan kubiarkan!
“kau mahasiswa baru disini?” tanya namja itu.

Sooyoung hanya mengangguk.

“Hei, ayo cepat pergi” teman namja itu segera menariknya pergi.

“Selamat datang di kampus ini. Namaku Micky. Aku..”

“Aisshh ayo cepat!!” namja-namja itu akhirnya meninggalkan Sooyoung.

Sooyoung hanya memandang dua namja itu dengan heran. Ia beranjak pergi, tapi kakinya menginjak sesuatu. Ia membungkuk dan mengambilnya.

“Apa ini?” ujarnya sambil memperhatikan sebuah benda berbentuk segi empat, dengan sebuah kabel USB.

“Punya siapa ya? Mungkin milik namja-namja tadi. aku akan menyimpannya dulu”

Sooyoung memasukkan benda itu ke dalam tasnya.

*

“Mana Hard Disknya?” tanya Yoochun pada Junsu.

“Hard disk apa? Bukannya kau tadi yang membawanya!”

“Apa? Tidak ada padaku” Yoochun memeriksa seluruh isi kantong jaketnya.

“Tidak Mungkin!” ia menepuk jidatnya. “Sepertinya jatuh saat aku menabrak yeoja itu!”

“Apa? Syukurlah kalau begitu” sahut Junsu. Yoochun hanya memandangnya dengan kesal. Ia melihat ke layar komputer. Disana terdapat daftar nama mahasiswa baru, berserta fotonya. Yah, itulah yang dicari oleh mereka berdua, lebih tepatnya dicari oleh Yoochun.

“Kalau begini semua bisa gagal! Bagaimana caranya aku memindahkan data-data mereka!”

“Nanti saja kan bisa! Kau ini tidak sabaran sekali. Data itu akan masih tetap ada disana! Sekarang cepat pergi sebelum ada yang datang!” Junsu segera mematikan komputer.

“Aishh selamat tinggal Yuri, Seohyun, Ji Hyun, Seunghyun, YoonA…. aku akan kembali lagi” ujar Yoochun pada komputer itu.

***CNP***

Argh.. gara-gara aplikasi wordpress sialan.. jadi edit lagi deh…

mianhe ya buat yang kemarin minta Kyuhyun jadi castnya.. buat ff ini author belum bisa masukin Kyuhyun.. tapi mungkin ntar dia bisa muncul di tengah jalan hehehe…

oiya.. buat ff yang kedua, ntar ada Kyuhyunnya kok.. khusus buat Kyuyoung shipper yang dah baca dan komen ff di blog ini..

Komen??^^

NB: author edit, yang seharusnya yang kaya itu Yoochun hehehe..

Iklan