Tag

, , , , ,

My Bride 13

my bride

By: Sasha_mad

 

Seminggu telah berlalu, Sooyoung dan member SNSD lainnya kembali ke rutinitas mereka, yaitu latihan untuk mempersiapkan album baru SNSD. Begitu pula anggota SME lainnya, masing-masing sibuk dengan latihan dan jadwal yang padat.

Sooyoung sudah selesai berlatih menari. Ia duduk di salah satu sudut ruang latihan.

“Minuman?” sebuah suara mengagetkannya.

Sooyoung mengangkat wajahnya. ia melihat Kyuhyuh yang tersenyum sambil menyodorkan sekaleng minuman.

“Gomawo oppa” Sooyoung meraih minuman itu. Kyuhyun duduk di samping Sooyoung.

Sambil meminum minuman yang diberikan Kyuhyun, Sooyoung berpikir. Akhir-akhir ini ada yang berubah dengan namja di sampingnya itu. setelah ia sembuh dari sakit dan kembali latihan, Kyuhyun jadi lebih sering menyapanya dan mengajaknya mengobrol. Tidak seperti dulu yang terkesan malu-malu, dan selalu harus Sooyoung yang menyapanya terlebih dahulu. Itupun mungkin hanya dibalas senyuman olehnya.

“Janjiku kemarin… kapan aku bisa menepatinya?”

Perkataan Kyuhyun barusan membuyarkan lamunan Sooyoung.

“Janji??”

“Ne, aku berjanji mentraktirmu makan setelah kau sembuh. Kau ingat?”

“Oh, ya.. aku hampir lupa! Syukurlah oppa mengingatkanku” ujar Sooyoung sambil menepuk pundak Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum.

“Bagaimana kalau besok? Apa kau bisa, Sooyoungie?”

Sooyoung berpikir sejenak.  Besok sepertinya ia dan member lainnya memiliki sedikit waktu luang.

“sepertinya besok kami memiliki waktu luang, oppa. Aku akanbertanya dulu pada yang lain, mereka mau atau tidak di traktir makan, tapi sepertinya mereka tidak akan –“

“Sooyoung, aku hanya mengajakmu saja” Kyuhyun memotong perkataan Sooyoung.

Yeoja itu tertegun. Ia memastikan dirinya tidak salah dengar. Melihat respon dari Sooyoung, Kyuhyun memutuskan untuk memperjelas maksud dari perkataannya.

“Ya, Sooyoungie. Hanya kita berdua”

***

Di dorm SNSD…

“Kau mau makan es krimmu itu atau tidak?” tanya Yoona yang daritadi memperhatikan Sooyoung hanya bengong dengan sendok es krim masih menempel di mulutnya.

“Kalau tidak menjawab artinya iya!” Yoona merampas es krim dari hadapan Sooyoung. anehnya Sooyoung masih tetap bengong. Segera saja yeoja itu berlari menjauh dari Sooyooung menyelamatkan hasil rampasannya.

“Sooyoungie, kau kenapa?” Jessica mencolek-colek (sambel kali..) pipi Sooyoung.

“Sica-yah…” Sooyoung akhirnya buka suara. Ia menarik napas frustasi.

“Hmm? Ada apa? Ceritakan padaku”

“Kyuhyun oppa… dia..”

“Ada apa dengan Kyuhyun oppa?” Tiffany duduk di samping Sooyoung sambil membawa semangkuk se krim.

“Dia mengajakku makan malam… berdua saja…” ujar Sooyoung sambil menutup wajahnya.

“……….” Jessica dan Tiffany bengong.

“Yah, kenapa tidak ada tanggapan?” Sooyoung menoleh pada dua unnienya itu.

“Sooyoung, aku tidak salah dengar kan?” Tiffany mencoba mengklarifikasi pernyataan Sooyoung.

“Tidak, karena aku juga mendengar hal yang sama” sahut Jessica. Akhirnya Kyuhyun oppa… awal yang cukup baik.. pikir Jessica.

Sooyoung mengangguk-angguk sambil menutupi wajahnya..”Aigoo.. eottoke….”

“Apanya yang bagaimana? kau sudah menjawab ajakannya?” tanya Jessica.

Yeoja itu mengangguk lagi.

“Ahh.. Sooyoungie chukkae chukkae!” Jessica menepuk-nepuk pundak Sooyoung.

“Aish.. apa-apaan kau ini! Untuk apa ,memberikanku ucapan selamat! Memangnya Kyuhyun oppa mau mengajakku menikah apa? Itukan hanya traktiran makan..” Sooyoung sewot dengan tingkah Jessica.

“Ya.. siapa tau setelah mengajakmu makan ia akan mengajakmu menikah? Kan bisa saja” Jawab Jessica ngasal.

“Jangan bercanda! Tidak lucu sama sekali!”

“Aku tidak bercanda Sooyoungie, itu bisa saja terjadi..” ujar Jessica.

“Fany-ah, kenapa daritadi diam saja?” Sooyoung menoleh pada Tiffany yang sedang makan es krim dengan pelan.

“Hmm.. aniyo..” jawab Tiffany pendek.

“bagaimana pendapatmu? Sebaiknya aku pergi dengannya atau tidak?” tany Sooyoung.

“Ya, tentu” jawab Jessica. Sooyoung melirik kesal ke arahnya.

“Sooyoung, kau kan sudah menjawab akan pergi dengannya. lalu kenapa masih bertanya padaku?” tujar Tiffany.

“Aku tahu.. tapi.. aku bingung…”

“tidak apa-apa, pergilah dengannya. tidak enak kalau kau harus membatalkannya kan? Aku ke kamar dulu” Tiffany berdiri dan meninggalkan Sooyoung dan Jessica.

“Apa yang membuatmu bingung?” tanya Jessica.

“Sica-yah.. kau tahu bagaimana hubunganku dengannya kan?”

“Ne, aku tahu Sooyoungie. Tapi aku tidak tahu perasaanmu padanya sekarang. Ah ya benar sekali.. perasaan.. apa itu yang membuatmu bingung?”

Sooyoung mengangguk.

“Bagaimana perasaanmu dengan Kyuhyun oppa? Apa kau masih—“

“ Tidak! Aku….. tidak tahu”

“kalau begitu, saranku pergilah dengannya Sooyoungie. Kau harus pastikan perasaanmu padanya sekarang. Arasso?”

“Begitukah? Apa harus seperti itu?”

Jessica hanya mengangguk, ia mengelus kepala Sooyoung sebelum beranjak pergi.

***

 

Changmin berjalan menyusuri kantor SM. minggu kemarin adalah minggu yang sangat padat untuknya dan Yunho. Ia harus mengahadiri berbagai program acara di stasiun televisi dan harus melakukan sejumlah wawancara. Berbicara tentang wawancara, Changmin mendapat cukup banyak pertanyaan dari fans mengenai berita ia dan Sooyoung. Syukurlah mereka berdua tidak terlibat skandal, karena ternyata fans sekarang lebih mengerti bahwa yang konser SNSD kemarin hanyalah fans service. Changmin cukup menjawab bahwa mereka hanya melaksanakan konser seperti yang sudah direncanakan (kecuali ciuman itu tentunya) dan tidak ada tujuan lain. Itu sudah cukup menenangkan fans, walau ia sedikit heran kenapa Sooyoung tidak begitu banyak mendapat tekanan dari antifans.

Pandangan Changmin menyapu setiap ruangan yang dilaluinya. Ia sedang mencari seseorang, yeoja yang ingin selalu dilihatnya beberapa hari terakhir.

‘Dimana yeoja itu?’ batinnya. Ia memandang berkeliling.

Karena sibuk memperhatikan keadaan sekitar, Changmin menabrak seorang yeoja yang baru keluar dari salah satu ruang latihan.

“Aww!” yeoja itu menjerit karena bahunya baru menabrak seorang namja tinggi.

“Ah, mianhe” ujar Changmin segera.

“Oh, anieyo” yeoja itu mendongak sambil mengelus bahunya yang sedikit sakit.

“Sooyoung-ssi?”

“Changmin oppa?”

Changmin tersenyum. Dicari dari tadi ternyata mereka malah bertemu disini.

Melihat namja di depannya tersenyum, Sooyoung merasa lututnya jadi lemas. Namja itu adalah orang yang memang sangat ingin ia lihat beberapa hari ini. Pipinya mulai panas, dan ia segera menggeleng-gelengkan kepala untuk mendapatkan kembali kesadarannya.

“Mianhe, aku tidak melihatmu tadi. Gwenchanha?”

Sooyoung mengangguk.

“Umm.. kau sudah sembuh?”

“Ne.. oppa” hanya itu yang keluar dari mulut Sooyoung. itupun dengan susah payah, karena ia harus berusaha agar tidak terbata menjawabnya.

“Oh ya? Syukurlah kalau begitu..”

Changmin dan Sooyoung hanya berdiri berhadapan. Ini merupakan kali pertama mereka saling bertegur sapa jika bertemu. Biasanya hanya saling membungkukkan badan dan tersenyum.

Changmin merasa sedikit canggung. Ia melihat hal yang sama pada Sooyoung.

“Mianhe, oppa aku pergi dulu, Tiffany unnie sudah menungguku” ujar Sooyoung.

Changmin mengangguk. Sooyoung membungkukkan badan lalu melangkah pergi dari namja itu. Changmin hanya bisa memandang Sooyoung yang mulai menjauh.

“Sooyoungie aku berharap kau dan aku bisa menjadi lebih dekat dan tidak merasa canggung satu sama lain” ujarnya pelan. Tiba-tiba Changmin teringat salah satu perkataan Yoochun. “Jika seorang yeoja menyukaimu, maka ia akan berbalik. Hitung saja sampai tiga!”

Changmin mulai menghitung.

“Han…”

Sooyoung masih berjalan.

“Tul…”

Tidak ada tanda bahwa yeoja itu akan menoleh.

“Set… “

Changmin tersenyum sendiri menyadari perbuatan bodohnya.

“Ahh kurasa aku sudah gila..” Changmin berbalik, ia berjalan menuju ruangan manajernya.

Tanpa Changmin ketahui, sejenak setelah ia berbalik, yeoja itu menghentikan langkahnya. Ia menoleh, memandang pada sosok namja itu.

***

 

“Akhirnya kau datang juga Sooyoungie! Aku sudah pesankan makanan untukmu, ayo cepat duduk” ujar Tiffany pada yeoja yang baru datang itu.

“Tenang saja, kalau Sooyoung tidak datang ada Yoona yang akan menghabiskannya!” sahut Hyoyeon.

“Yap, benar sekali!” Yoona mengangguk sambil terus menyuapkan makanan ke mulutnya.

“Enak saja kalian! tidak mungkin aku menolak makanan!” ujar Sooyoung sambil mulai mencomot makanan yang ada didepanya.

“Serius Sooyoungie, kukira kau tidak akan datang karena stress memikirkan makan malam itu” ujar Jessica.

“Makan malam???” Semua member SNSD terkejut, kecuali Tiffany dan Jessica.

“Sooyoung! kau mau makan malam dengan siapa?” Taeyeon seketika bertanya dengan antusias.

“Iya dengan siapa unnie?” tanya Seohyun

“Kenapa merahasiakannya?” tanya Sunny

“OMO! Sooyoung aku akan membunuhmu! Cepat katakan padaku!” ujar Yuri.

Sooyoung menatap Jessica dengan tajam. Yeoja itu Cuma tersenyum dengan takut-takut.

“Mianhe Sooyoungie, aku tidak sengaja” ujarnya. Dan ia mendapat hadiah jitakan sendok Sooyoung.

“Ayo cepat katakan!” Yuri sudah tidak sabar. Member yang lain juga memaksa, mereka terus menekan Sooyoung agar segera buka mulut.

“Aishh.. oke… oke! Sabar sedikit, aku mau makan dulu! Lapar!” ujar Sooyoung. belum sempat ia menyendok makanannya, mangkoknya keburu direbut oleh Yoona.

“Katakan dulu pada kami unnie!”

Sooyoung benar-benar jengkel.

“Yoona, kembalikan!”

“Ani” Yoona menggeleng.

“Kembalikan atau..”

“atau apa?”

“Aishh kalian semua berhenti bertengkar!” Tiffany sudah pusing melihat kelakuan mereka.

“Sooyoung akan makan malam dengan Kyuhyun oppa!” ujarnya lagi.

……..

“OMONA!”

***

“Changmin!” sebuah suara memanggil. Namja itu menoleh, ia mendapati sahabatnya atau partner in crime-nya, Cho Kyuhyun.

“Kemana saja kau akhir-akhir ini?” tanya Changmin, ketika namja itu menghampiri dan merangkul pundaknya.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu! aku hanya sibuk latihan, kau yang tidak pernah terlihat!”

“Aku terlalu sibuk, maklum aku kan sangat terkenal” jawab Changmin seenaknya.

“Ya ya aku tahu, kau sangat terkenal Shim Changmin!” ujar Kyuhyun. ia hanya tertawa.

“kelihatannya kau senang sekali hari ini. Wae?”

“Geure? Semua orang juga menanyakan hal yang sama padaku hari ini. Memangnya terlihat jelas?”

“Ya, daritadi kau terlihat bersemangat dengan senyum aneh yang selalu ada di wajahmu itu”

“Senyum aneh? Maksudmu apa heh?” Kyuhyun menatap Changmin dengan kesal, “seperti senyummu tidak aneh saja!”

“Tidak, senyumanku ini seksi, tahu!” ujar Changmin.

“seksi katamu? Hahaha….. Changmin, di dunia ini ada yang namanya cermin, kau tidak tahu? Cobalah sekali-kali kau tersenyum sambil bercermin!” Kyuhyun terus mengolok-olok Changmin.

“Sialah kau Cho Kyuhyun!” umpat Changmin.

“Oke, aku hanya bercanda! Aku tahu kita berdua ini memang keren ya kan??  Haha!!” (Setuju….!!!!)

Huh.. Changmin hanya tersenyum sinis, ia tahu kalau Kyuhyun punya tingkat kegilaan yang kurang lebih dengannya.

“Lalu kenapa kau begitu bahagia hari ini, Cho Kyuhyun?”

“kau benar-benar mau tahu?”

“Kau mau memberi tahu atau tidak?”

“menurutmu?”

“Cepat beritahu aku!” Changmin menjitak kepala Kyuhyun.

“Oke oke!” jawab Kyuhyun sambil mengelus kepalanya yang sakit. Ternyata kuat juga tenaga orang ini, pikirnya.

“Aku akan makan malam dengan seorang yeoja, Shim Changmin!”

Changmin tertegun. Ia sedikit shock. Perasaannya mulai tidak enak.

“Makan malam? Dengan….?”

“Kau akan kaget jika mendengarnya! Apa kau benar-benar ingin tahu?”

Changmin mengangguk. Ia bersiap untuk kemungkinan terburuk.

“Choi Sooyoung!”

Mata Changmin terbelalak kaget. Ia merasa seluruh sendi badannya lemas.

Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Ia tersenyum lebar.

“Bagaimana menurutmu? Akhirnya aku bisa mengajaknya!”

“Oh.. chukkae” Changmin memberi selamat pada Kyuhyun. ia merasakan sakit yang luar biasa saat mengatakannya. Rasanya sesak sekali.

“Gomapta, Changmin. aku sudah mengatakannya padamu kan? yeoja itu memang menarik. Aku sudah menyukainya dari dulu, aku baru mendapatkan kesempatan sekarang karena kebodohanku!”

Changmin mendengarkan perkataan Kyuhyun. setiap kata yang diucapkan namja itu seperti pukulan keras di kepalanya. Ia masih berusaha bertahan dan mencerna setiap kata itu. ia tidak bisa berpikir.

“Changmin, sekarang kau sudah tahu semuanya bagaimana menurutmu?”

“… bagus… sekali….” jawab Changmin sambil berusaha menghindari tatapan Kyuhyun.

“Geure? Changmin kau benar-benar sahabat terbaikku. Apa kau akan mendukungku?” Kyuhyun terus saja bertanya pada Changmin. Ia tidak tahu bahwa setiap pertanyannya adalah teror bagi namja itu.

Changmin terdiam. Ia menarik napas panjang, berusaha menyingkirkan semua beban di kepalanya dan rasa sakit di dadanya. Ia tersenyum dan berkata,

“Tentu saja..”

Kyuhyun merangkul Changmin, “Gomapta” ujarnya sambil tersenyum.

“Aku pergi dulu,  Yunho hyung sepertinya sudah terlalu lama menungguku, annyeong Kyuhyun”

Changmin  mengatakan kalimat itu dengan susah payah dan dengan sisa tenaganya ia beranjak meninggalkan namja yang sedang bahagia itu.

Changmin berjalan dengan lemas, ia tertunduk lesu.

“Terlambat.. semua sudah terlambat bahkan sebelum aku menyadarinya”

***CNP***

Mianhe mianhe…. kelamaan baru update part 13-nya….

aduh takut jangan-jangan udah ga ada yg nungguin lagi update-annya.. hwaaa… hiks hiks…

mianhe reader, author bener-bener ga sempat ngerjain minggu kemarin.. maaf ya… *deep bows

mianhe kalau pendek ya updatenya…

oh iya untuk FF barunya masih dikerjain.. tapi judulnya udah ada yaitu.. “One of The Boys!”

Iklan