Tag

, , , , , , , ,

My Bride 12

my bride

By: Sasha_mad

Sooyoung hanya memandang dengan kesal pada Yuri, Sunny dan Yoona yang sedang tertawa. Melihat sosok Kyuhyun yang muncul, jantungnya perlahan berdetak kembali ke irama yang normal. Ia sebenarnya berharap namja itu yang datang, tapi………..

“Sungmin oppa, Kyuhyun oppa.. kalian baik sekali menjenguk Sooyoung pagi-pagi begini” ujar Sunny.

“Bagaimana tidak, seseorang terus-terusan menggangguku agar menemaninya kesini” jawab Sungmin dengan tatapan sinis ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun langsung gelagapan, “A-aku hanya menemani hyung kemari, dia berkata akan menjenguk Sooyoung, jadi aku ikut” ujarnya.

“Yah Kyuhyun kenapa kau— hmmmp” Kyuhyun langsung membekap Sungmin dengan  tangannya.

“Kalian berdua sudahlah.. Gomawoyo sudah menjengukku” Sooyoung akhirnya buka suara.

Sungmin menyingkirkan tangan Kyuhyun dari wajahnya. “Kau tahu Sooyoung, maknae ini membangunkanku pagi –pagi sekali dan mengajakku kemari menjengukmu! Kau lihat mataku masih mengantuk begini?” Kyuhyun langsung salah tingkah, wajahnya tiba-tiba memerah.

“Yah oppa, jadi oppa kesini karena terpaksa?” Sooyoung protes pada Sungmin. Ia menghindari bereaksi terhadap apa yang sebenarnya menjadi poin perkataan Sungmin tadi.

Yuri, Sunny dan Yoona dari tadi memperhatikan Kyuhyun, mereka berbisik-bisik tidak jelas.

“Bukannya begitu Youngie, aku mau menjengukmu nanti siang, aku mau beli sesuatu dulu. Tapi karena orang ini memaksaku, aku jadi tidak sempat membeli apa-apa” ujar Sungmin.

“Ahh Kyuhyun Oppa! Lihat gara-gara kau aku gagal dapat makanan dari Sungmin oppa!” Sooyoung berkata pada Kyuhyun. ia berusaha menghilangkan perasaan canggung namja itu.

“Geure? Kalau begitu aku akan mentraktir kau makan kalau kau sudah sembuh” Jawab Kyuhyun. ia senang akhirnya Sooyoung berbicara padanya. Lebih senang lagi karena sekarang ia punya alasan untuk mengajak Sooyoung makan. Hahahaha… evil Kyuhyun tertawa dalam hati.

“Sungmin, oppa ayo ke ruang tamu! Aku mau bicara sesuatu denganmu” Sunny menarik lengan Sungmin.

“Uhh.. oke” ujar Sungmin malas-malasan. Ia sebenarnya sedang mencari tempat yang nyaman untuk berbaring.

“Aku mau mandi dulu, aku permisi” ujar Yoona.

“Aku juga mau sarapan dulu, Sooyoungie kau sudah minum obat kan?” Yuri sepertinya berniat pergi juga.

“Ne” ujar Sooyoung sambil memberikan tatapan tajam pada yeoja-yeoja itu. mereka berdua cepat-cepat kabur sambil tertawa-tawa.

Tinggallah Sooyoung dan Kyuhyun di kamar tersebut. Mereka tampak canggung satu sama lain.

“Eottoke? Gwenchannayo?” tanya Kyuhyun.

“Gwenchannayo” jawab Sooyoung pendek.

Mereka diam.

“Gomawoyo oppa”

“Oh, ne”

Diam lagi.

“Kau benar-benar mau kutraktir makan?”

“Ne, tentu saja. Oppa sudah janji kan?”

“Ah ya…. hahaha” Kyuhyun tertawa, padahal tidak ada yang lucu. ia merasa mati kutu.

Suasana hening kembali.

“CUKUP SUDAH! AKU TIDAK TAHAN LAGI DENGAN KALIAN BERDUA!” sebuah suara terdengar keras mengagetkan Sooyoung dan Kyuhyun. mereka menoleh pada Jessica yang bangun dari tempat tidurnya.

“Kalian tidak ada permbicaraan lain apa? Arghhhh kalian berdua ini benar-benar…”

Sooyoung dan Kyuhyun hanya memandang Jessica dengan heran.

“Jessica kau kenapa?” tanya Sooyoung.

Jessica hanya menggeleng-gelengkan kepala.

“Kyuhyun oppa? Oppa mau minum? Akan kubuatkan minuman untukmu. Mengherankan, kemana perginya tiga yeoja tadi. Kenapa mereka tidak menyiapkan minum untukmu” Jessica beranjak meninggalkan kamar. Ia benar-benar tidak tahan di kamar itu jika harus mendengarkan percakapan mereka yang super membosankan.

***

“Oh, Annyeong haseyo, Siwon oppa!” sapa Tiffany saat membuka pintu dorm mereka.

“Annyeong, Fany-ah” ujar Siwon.

“Silahkan masuk oppa”

“Ne” Siwon melangkah masuk, tapi ia tidak merasa seseorang yang tadi dibelakangnya juga ikut masuk. Ia berbalik.

“Hey, Changmin ayo cepat masuk” ujarnya pada seorang namja yang masih berada di luar.

“Omo? Ada Changmin oppa juga? Mianhe aku tadi tidak lihat.. oppa mari masuk” Tiffany tersenyum pada Changmin.

Changmin hanya balas tersenyum. Ia akhirnya masuk ke dalam dorm SNSD. Sunny yang sedang ngobrol dengan Sungmin kaget, begitu pula Yuri yang sedang makan. Sunny bergegas menghampiri Yuri.

“Eottoke? Tuan Shim datang, sementara Nyonya Shim sedang bersama Tuan Cho!” bisik Sunny.

“Aigoo, Sunny aku juga tidak tahu bagaimana!”

“Kalian sedang apa?” ujar Tiffany.

“Aniyo, tidak ada” jawab Sunny segera.

Tiffany kemudian membawa dua orang namja tadi ke kamar Sooyoung. Yuri dan Sunny memperhatikan Changmin yang tampak tegang. Mereka tertawa kecil.

“Kita nikmati saja pertemuan mereka nanti!” bisik Yuri.

“Ya, aku setuju! Sebentar, aku mau memanggil Yoona dulu!” Sunny segera berlari menuju kamar Yoona.

 

***

 

Setelah ditinggalkan oleh Jessica, Sooyoung dan Kyuhyun malah semakin diam. Mereka seperti tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Sooyoung, kenapa kau diam saja? Kau tidak seperti biasanya, yang selalu ceria. Apa karena kau sakit? Tapi entah kenapa, rasanya sikapmu padaku memang sudah berubah sejak beberapa bulan terakhir. Dulu kau selalu menyapa dan tersenyum padaku, tapi sekarang.. kau sudah jarang melakukannya. Saat ini, aku sangat menginginkan dirimu kembali bersikap seperti dulu padaku, karena aku sadar ada yang hilang bersamaan dengan perubahan sikapmu… seandainya kau tahu Sooyoung, aku terlalu malu untuk membalas semua perhatianmu padaku dulu, dan lebih bodohnya lagi, aku bahkan lebih memilih Yoona atau Seohyun untuk diajak mengobrol padahal kau juga dekat denganku. Kuharap semuanya belum terlambat…

Kyuhyun oppa, ada apa denganmu? Ada apa dengan semua perhatian dan sikapmu padaku ini? Kenapa kau lakukan ini padaku, sementara aku sudah berusaha untuk tidak berharap lebih padamu? Kalau saja perhatian ini kau berikan padaku dari dulu, aku mungkin sudah menjadi orang yang paling bahagia di dunia. Sekarang semua sudah berbeda, perhatian itu, sikap itu, senyuman itu.. entah kenapa tidak lagi menjadi sesuatu yang kuharapkan darimu. Kukira aku sudah bisa melepaskan semuanya, tapi kehadiranmu saat ini tetap membuatku senang.. Oppa, ada apa sebenarnya? Kenapa kau kembali dan menarikku padamu lagi?

Mereka berdua sama-sama menghela napas panjang, seperti ingin melepaskan beban dalam pikiran mereka. Saat mata mereka bertemu, mereka hanya tersenyum. Di dalam hati, Sooyoung benar-benar ingin keluar dari situasi ini, ia berharap seseorang akan segera mengakhirinya.

Harapannya terkabul. Tiffany muncul di depan pintu kamar. Sooyoung bernapas lega.

“Silahkan masuk, Siwon oppa, Changmin oppa..”

Mendengar nama namja terakhir  yang disebut oleh Tiffany, mendadak jantung Sooyoung kembali berdetak lebih cepat dari biasanya, dan perlahan Sooyoung merasa pipinya panas bersamaan dengan aliran darah yang terkumpul di pipinya, menyebabkan wajahnya bersemu merah.

Oh tidak. Ia datang. Bagaimana ini?

“Sooyoungie, eottoke? Sudah lebih baik?” tanya Siwon.

“Ne, oppa” Sooyoung segera mengangguk. Ia berusaha menyembunyikan wajahnya.

“Changmin, kau datang juga? Kemari, duduklah disampingku” ujar Kyuhyun pada Changmin.

Changmin buru-buru mengalihkan pandangannya dari Sooyoung.

“Oh ne, Siwon hyung yang mengajakku menjenguk Sooyoung” Changmin duduk setelah meletakkan buah-buahan yang tadi dibawanya. Sementara Siwon hanya tersenyum sendiri mendengar jawaban Changmin.

Jadi, Changmin oppa kesini hanya karena Siwon oppa yang mengajaknya? Huh, Choi Sooyoung apa yang kau pikirkan? Kau berharap ia datang kesini karena benar-benar ingin bertemu denganmu? Pikirkan kembali, ia tidak menyukaimu, kau lupa? Tapi.. tapi.. ia membawa buah-buahan kesini, bukankah itu artinya dia memang berniat untuk menjengukku? Aishh kenapa aku seperti ini?

Changmin memperhatikan wajah Sooyoung yang dari tadi masih memerah. Apa sebenarnya yang ia dan Kyuhyun bicarakan sebelumnya? Kenapa wajahnya seperti sedang malu? Changmin mengalihkan lagi pandangannya ke Kyuhyun. orang itu tampaknya sedang suasana hati yang gembira, matanya berbinar-binar, sementara mulutnya tidak henti tersenyum. Sigh.. ada apa sebenarnya antara kalian berdua?

“Changmin, kenapa menatapku seperti itu?” tanya Kyuhyun yang menyadari tatapan mata Changmin ke arahnya.

“A-aniyo, kau hanya terlihat berbeda hari ini” ujar Changmin.

Sooyoung hanya terdiam melihat dua orang namja itu, sambil berusaha mengatur jantungnya agar kembali berdetak dengan normal dan berhenti mengirim pasokan aliran darah yang berlebihan ke pipinya. Sial bagi Sooyoung, Changmin tidak sengaja menatapnya. Sekarang jantungnya malah semakin berdetak tidak karuan.

***

 

Yunho baru saja selesai mandi. Ia pulang cukup larut malam, sehingga tidak sempat menjenguk Sooyoung. Namun semenjak pulang tadi, ia menangkap sesuatu yang berbeda dan , sedikit aneh menurutnya, kalau tidak bisa disamakan dengan gangguan mental, pada Changmin. Dari tadi, namja itu kadang melamun, kadang tersenyum, kadang tertawa kecil sendiri. Namja aneh itu sedang duduk di sofa menonton tv, kelihatannya, jika diperhatikan lebih dekat baru ketahuan tatapannya kosong. Ia tertawa kecil, padahal jelas di tv sedang ditayangkan drama dengan adegan tangisan yang menyayat hati. Sebenarnya tidak terlalu masalah bagi Yunho, jika saja Changmin masih bisa diajak berbicara dengan normal. Karena jika ditanya ia hanya akan tersenyum sendiri, itu yang membuatnya kesal. Yunho mematika tv yang dari tadi ‘ditonton’ oleh Changmin.

“Yah, hyung kenapa dimatikan” ia protes.

“memangnya kenapa? Kau juga tidak menontonnya! Buang-buang listrik, pemanasan global tahu!” Yunho menjawab dengan kesal.

“tapi aku sedang menonton tadi”

“Geure? Katakan padaku tadi kau sedang menonton apa?”

Changmin diam, ia berpikir sejenak. Apa yang sedang kutonton tadi ya….?

“Hah, Changmin! Jangan berbohong padaku. Kau tadi sedang melamun kan?”

Changmin hanya tersipu. Dia hanya tersenyum.

Yunho semakin terganggu dengan kelakuan Changmin. Nah, lihat lagi-lagi ia tersenyum tidak jelas.

“Changmin, kenapa dari tadi kau tidak berhenti tersenyum huh? Katakan padaku” ujar Yunho.

“Aniyo, hyung. Memangnya aku tidak boleh tersenyum?”

Hei Changmin, kau kira aku baru kenal kau kemarin sore apa? Kalau mau berbohong itu liat dulu kau sedang berbicara dengan siapa. Lihat saja aku pasti bisa mengetahuinya! Yunho berbicara dalam hati.

“Bagaimana keadaan Sooyoung?” tanya Yunho pada non-stop smiling guy didepannya itu.

“Sooyoung?”

Yunho mengangguk.

“Sooyoung….” Senyumnya mengembang lebih lebar dari biasanya, “Sooyoung… dia..”

“Iya Sooyoung! Choi Sooyoung! Yah kau ini sebenarnya mendengarkanku atau tidak? Dan tolong hentikan senyummu itu! aku sudak tidak tahan melihatnya!” ujar Yunho sambil melempar bantal sofa ke wajah Changmin. Bukannya protes, Changmin malah diam saja.

Oohh, begitu rupanya, ternyata semua ini ada hubungannya dengan yeoja itu. Yunho, kau seharusnya tahu dari tadi.

“SHIM CHANGMIN!!” Yunho berkata setengah berteriak.

“Yah hyung kenapa berteriak seperti itu?” ujar Changmin yang terkejut.

“Aku hanya memastikan kau memperhatikan perkataannku. Sekarang jawab, Ada apa antara kau dan Sooyoung?”

“Aku dan Sooyoung?”

“Ya, ceritakan padaku sekarang juga! Dan jangan mencoba untuk tersenyum lagi!”

 

#Flashback

Changmin tidak menduga Siwon akan meninggalkannya berdua dengan Sooyoung di kamar itu, setelah tadi dengan tiba-tiba Yoona, Yuri dan Sunny menyerbu Kyuhyun dan membawanya keluar untuk, ujar mereka sendiri, memperlihatkan foto-foto lucu yang diambil ketika SM TOWN di Jepang beberapa waktu yang lalu.

Sooyoung masih bertahan dengan diamnya, sementara Changmin memikirkan kata-kata yang tepat untuk memulai pembicaraan.

“Sooyoung-ssi..

“Oppa..

Mereka tersenyum, karena berkata di saat yang bersamaan.

“Kau duluan” ujar Changmin.

“Gomawoyo.., oppa sudah mengantarkanku ke rumah sakit kemarin” Sooyoung berkata sambil menunduk.

“Anieyo, Sooyoung-ssi, tidak perlu berterima kasih itu sudah menjadi kewajibanku..” jawab Changmin. Sooyoung-ssi? Payah sekali, kemarin aku kan memanggilnya Sooyoungie, batin Changmin.

“Kewajiban oppa?” Sooyoung berkata dengan sedikit heran.

“Ne, itu sudah jadi kewajibanku. Aku sudah berjanji tidak akan melepaskan tanganmu, kau ingat? Itu sama saja aku berjanji untuk menjagamu”… dan aku sudah berjanji dengan Yunho hyung juga, sambungnya dalam hati. Ahh, Shim Changmin, kau berani sekali berbicara seperti ini padanya…

Sooyoung tidak bisa menyembunyikan perasaan terkejutnya mendengar jawaban Changmin, ia tersipu. Changmin menatapnya, sebenarnya ia menikmati memandang wajah yeoja itu dari tadi, ia benar-benar cantik saat wajahnya bersemu merah.

“Sooyoung-ssi, tentang konser malam itu, sebenarnya…”

“Oh ya, oppa! Tentang konser itu!” Sooyoung memotong perkataan Changmin.

“Ne?”

“Apa oppa sudah melihat beritanya hari ini?”

“Anhi, waeyo?”

“Ummm… kita berdua sepertinya menjadi bahan pemberitaan dan aku takut hal ini akan menjadi skandal seperti yang dulu terjadi pada member snsd lainnya..”

“Geure? Skandal? Memangnya apa isi berita itu?”

Uhh… Sooyoung kehabisan kata-kata menjawab pertanyaan namja itu, ia tidak bisa mengatakannya.

“Apa berhubungan dengan kejadian itu? maksudku, saat aku menciummu?” tebak Changmin. Sooyoung hanya mengangguk.

Changmin menghela napas. Ia  sebenarnya tidak mengharapkan adanya skandal itu, tapi saat bersamaan ia juga merasa sama sekali tidak keberatan.

“Sooyoung, kau tidak perlu memikirkannya. Berita itu juga nanti akan hilang dengan sendirinya” ujar Changmin.

Hilang dengan sendirinya? Sooyoung bingung dengan jawaban Changmin. Memangnya ia tidak khawatir apa? Kenapa ia sepertinya  tidak perduli? Apa Changmin tidak tahu jika skandal ini menjadi besar, maka Sooyoung yang akan menjadi orang yang paling menderita. Antifansnya akan semakin banyak.

“Oppa tidak khawatir pada kami? SNSD?”

“Oh, mianhe Sooyoung, bukan begitu maksudku. Aku Cuma berharap skandal ini tidak menjadi besar. Jika memang menimbulkan masalah nantinya, aku akan berusaha menangani semuanya.. tapi….”

“Tapi apa oppa?”

“Aku hanya ingin kau tahu kalau aku mencium keningmu kemarin, walaupun aku tidak merencanakannya, tapi aku tidak melakukannya karena terpaksa….aku tidak ingin kau salah paham…”

Changmin menatap Sooyoung, seperti tersadar. Ia mulai salah tingkah. Aissh apa yang barusan kau katakan Changmin?

Sooyoung hanya menatap namja itu. tiba-tiba saja Changmin bertingkah aneh, ia mengambil piring berisi buah-buahan yang tadi sudah dikupas dan dipotong oleh Tiffany. ia mulai memakannya dengan gaya yang lucu, sambil berusaha menghindari tatapan Sooyoung. Sooyoung ingin sekali tertawa melihat tingkah Changmin.

“Oppa” panggilnya pada namja itu.

Changmin masih terus mengunyah buah apel, sambil sesekali menggaruk kepalanya yang tidak gatal (wah untung apel, coba kalau pisang ntar disangka monyet..)

“Oppa.. Changmin oppa”

“Oh ne, Sooyoung-ssi?” Akhirnya ia menjawab.

“Buah-buahan itu kan seharusnya untukku? Kenapa jadi oppa yang makan…” ujar Sooyoung.

“Hah? Oh iya! Mianhe Sooyoungie!” Changmin sekarang benar-benar malu. Kadang-kadang kebiasann Shikshinnya memang muncul tanpa disaat yang tidak tepat.

Sooyoung akhirnya tertawa, ia sudah tidak tahan melihat ekspresi wajah Changmin.

“Gwenchannayo oppa, makan saja, aku hanya bercanda” ujarnya sambil mengusap matanya yang berair karena tertawa.

“Anhi, ini untukmu, makanlah” Changmin malah menyodorkan potongan buah apel pada Sooyoung.

“Ayo makanlah” ujarnya lagi. Sooyoung dengan ragu-ragu mengambil potongan apel itu. tapi Changmin malah menarik tangannya kembali.

“Ayo buka mulutmu.. Aaa..” Changmin mendekatkan potongan apel itu ke bibir Sooyoung.

Perlahan Sooyoung membuka mulutnya, dan menggigit apel itu. Sebenarnya ia agak kaget dengan keakraban yang tiba-tiba saja diantara mereka.

Mereka tertawa kecil, Sooyoung mengambil potongan jeruk dari piring itu dan memberikannya ke Changmin.

“Oppa, makanlah juga” ujarnya dengan tersenyum manis.

Changmin mengambil potongan jeruk dari tangan Sooyoung. ia memasukkannya ke mulutnya. Jeruk itu sebenarnya asam, tapi dengan melihat senyuman Sooyoung, ia sama sekali tidak merasakannya. ^^

#Flashback end

 

“Jadi itu pertama kalinya kau berbicara dengannya panjang lebar?” tanya Yunho.

Changmin mengangguk.

“Itu juga pertama kalinya kau tertawa dengannya?”

Changmin mengangguk lagi.

“Apa kau menyukai yeoja itu?” tanya Yunho. Ia menyangka Changmin akan mengangguk lagi, tapi ternyata tidak.

“Aku tidak tahu hyung, mungkin saja”

“Mungkin?” alis Yunho berkerut.

“Aku sudah lama mengenalnya hyung, mungkinkah aku baru menyukainya….. SEKARANG?”

Yunho hanya tersenyum, ia menepuk pundak Changmin dan beranjak menuju kamarnya. Sebelum menutup pintu kamarnya, ia berkata,

“Tidak ada yang tidak mungkin Choikang Changmin! Kau pikirkan saja sendiri!”

***CNP***

Annyeong reader.. part 12.. bagaimana? bagaimana?

Mian ya kalau ga jelas ceritanya hehehe.. author lagi kena writer’s block syndrome sepertinya.. ditambah lagi udah seminggu kena flu..

buat yang udah komentar makasih banyak ya.. maaf kalau author lama baru balas komennya.. dan buat silent rader, makasih juga udah mau baca ff ini..

Oke, reader ingat ya, jangan lupa tetap belajar dan rajin beribadah! hehehehehe….

Iklan