Tag

, , , , , ,

My Bride 9

 By: Sasha_mad

Para member SNSD dan pasangan mereka tampak sangat terkejut dengan kejadian yang baru mereka lihat.

“OMO! lihat apa yang dilakukan oleh Changmin oppa!” Jessica berkata pada Donghae.

 

“Taeyeon, lihat! Sooyoung dicium oleh Changmin! Astaga anak itu benar-benar berani!” seru Leeteuk sambil geleng-geleng kepala.

“Apa yang dilakukannya?” Siwon menatap dua orang itu dengan pandangan heran.

“oppa, lihat ekspresi wajah Sooyoung! sepertinya ia kaget sekali!” seru Tiffany.

Kyuhyun juga menyaksikan kejadian itu. tentu saja, karena pandangan matanya memang tidak pernah lepas dari dua orang tersebut. Suasana hatinya langsung berubah. Ia merasa keadaan sekitarnya menjadi panas. Ia mengepalkan kedua tangannya, sementara matanya menatap tajam ke arah Changmin dan Sooyoung. ingin rasanya ia pergi kesana dan menarik tangan Sooyoung menjauh dari Changmin.

Seohyun memperhatikan wajah Kyuhyun yang tampak berubah. Sebenarnya ia sudah menyadarinya sejak Sooyoung keluar dari panggung, tapi sekarang wajah oppanya itu seperti sedang menahan emosi.

“Oppa, Gwenchannayo?”

Kyuhyun menoleh, ia baru teringat kalau disampingnya ada Seohyun. Sejenak ia merasa tadi hanya sendiri menyaksikan adegan itu, padahal mereka sedang ada di atas panggung dengan ribuan fans yang menonton. Ia harus mengendalikan diri, ini hanya performance, tidak ada yang perlu dicemaskan.

“Gwenchannyo” ujarnya sambil tersenyum pada Seohyun.

Changmin mencium kening Sooyoung dengan lembut selama beberapa detik sebelum kemudian ia memandang wajah Sooyoung, memandang matanya yang berwarna coklat dan berkata,

“Sooyoung, mungkin semua orang sudah menyadarinya dari dulu, hanya aku yang baru mengetahuinya sekarang”

Sooyoung menatap wajah namja itu. matanya berkedip, menandakan ia sedang tidak bermimpi. Para fans yang sedang menonton pun tampak menyimak apa yang akan dikatakan Changmin. Keadaan menjadi hening sehingga Sooyoung merasa saat itu hanya ada mereka berdua disana.

“Kau adalah yeoja yang sangat cantik dan aku bahagia bisa menjadi pasanganmu malam ini”

Sooyoung tidak mengerti, apa maksud namja itu dengan tindakannya sekarang. Ia merasa bingung,  dan hanya terdiam sambil menatap Changmin. Namja itu kemudian memberikan senyuman padanya, dan tanpa disadari ia pun tersenyum.

“Woooww……!” seru Heechul dan Shindong sambil bertepuk tangan diiringi gemuruh tepuk tangan dari para fans.

“Baiklah para fans! Sepertinya sudah cukup kita mengobrol dengan pasangan yang terakhir ini!” ujar Heechul.

“Ya, dan sekarang saatnya kita melihat mereka berdansa dengan pasangan mereka masing-masing. Kalian berdua silahkan kembali menuju posisi kalian!” Shindong mempersilahkan pasangan yang tampak berjalan dengan canggung menuju posisi mereka seperti yang sudah ditentukan saat latihan.

“Music start!” seru dua orang MC tersebut. Musik yang lembut pun mulai mengalun.

Sambil berjalan menuju tempat mereka, Sooyoung memperhatikan Changmin. Wajah namja itu tampak datar, ia memandang lurus ke depan, tidak menoleh ke Sooyoung sama sekali. Sooyoung menunduk, sementara ia berpikir tentang apa yang baru dilakukan oleh namja itu. Saat berada di depan panggung tadi, dan mendengar kata-kata dari Changmin, membuat perasaannya senang walaupun ia tidak tahu apakah kata-kata itu hanya untuk performance malam ini, atau memang benar-benar untuknya. Tapi senyuman itu… ia merasa itu senyuman yang tulus darinya. namun sekarang namja itu tampak tidak perduli. Seperti tidak terjadi apa-apa. Sooyoung merasa seperti terhempas kembali ke kenyataan, bahwa namja itu memang tidak mungkin mempunyai perasaan khusus untuknya.

Sementara Changmin sebenarnya sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.

Apa yang baru kulakukan tadi? Bagaimana sekarang? Astaga… rasanya aku tidak sanggup memandang wajahnya. setiap melihatnya, rasanya wajahku menjadi panas dan jangtungku berdegup lebih kencang. Choi Sooyoung apa yang kau lakukan padaku? Kau menghipnotisku kan? Mengaku saja! Aisshh…

Sekarang musik sudah mengalun, pasangan-pasangan lain tampak sedang berdansa dengan pasangannya. Para fans pun sibuk dengan kamera dan handycamnya merekam semua member yang sedang berdansa.

“Kita mulai?” ujar Changmin dengan nada kaku pada Sooyoung.

Sooyoung mengangguk. Dengan gerakan yang tampak ragu-ragu, Sooyoung meletakkan tangan kirinya di bahu namja itu, sementara Changmin meletakkan tangannya di pinggang Sooyoung. Changmin menggenggam tangan kanan Sooyoung dan mereka mulai berdansa. Dengan canggung, pastinya.

Sesekali Changmin mencuri pandang pada yeoja di depannya itu. Sooyoung, kenapa kau hanya menunduk? Apa kau tidak ingin melihat wajahku? Jangan-jangan ia marah karena aku menciumnya tadi? Pikir Changmin. Ia berdansa sambil memperhatikan pasangan lainnya karena memang ia tidak menyangka akan berada disana sekarang karena hyungnya yang tiba-tiba mendapat kecelakaan kecil. Untung saja ia tadi terus memperhatikan Sooyoung hyungnya saat latihan jadi ia sedikit hapal gerakannya.

Ia tidak menyadari gerakan Sooyoung yang mulai melemah, Changmin membuat gerakan yang cukup cepat membuat Sooyoung tidak bisa mengimbangi langkahnya. Yeoja itu hampir terjatuh, tapi untungnya Changmin langsung menangkapnya. Saat memegang lengan yeoja itu, ia terkejut. Sooyoung sedang demam, badannya panas sekali. Sekarang ia mengerti kenapa yeoja itu tidak bersemangat seperti biasanya. Sepanjang konser ia perhatikan lihat Sooyoung lebih banyak diam.

Ia teringat perkataan Yunho saat dibelakang panggung.

#Flashback

“Hyung” ujar Changmin, saat Yunho menghampirinya.

“Kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan?” tanya Yunho.

“Ne, Kibum dan Kyuhyun sudah menjelaskannya padaku. Kakimu bagaimana?”

“Hanya terkilir”

“Ya, tapi gara-gara itu aku harus menggantikanmu!” Changmin sedikit sewot.

“Kenapa? kau tidak mau?”

“Aniyo, hyung hanya saja—-“

 “Akupun berharap kakiku tidak sakit jadi aku bisa menjaga dia” Yunho memotong perkataan Changmin.

“Tolong jaga ia baik-baik”

Changmin tidak mengerti dengan maksud hyungnya berpesan seperti itu. sebelum ia sempat bertanya, tiba-tiba seorang kru memanggilnya untuk keluar menuju panggung.

#Flashback end

Akhirnya Changmin mengerti maksud Yunho.

“Sooyoung-ssi, apa kau sakit?” tanya Changmin. Mereka sekarang berdansa dengan pelan.

Sooyoung menggeleng, ia terus menunduk. Kepalanya terasa semakin berat dan pening, sementara hatinya terasa sakit bila ia harus menatap wajah namja itu.

“Sooyoung…” Changmin menunduk untuk melihat wajah yeoja itu. ia memegang pipi dan kening Sooyoung, membuat yeoja itu kaget dan menatap Changmin.

“Benar kau demam. Mianhe aku tidak menyadarinya” ujar Changmin.

Sooyoung mengalihkan pandangannya dari namja itu.

“Aku tidak apa-apa. Oppa tidak usah khawatir” jawab Sooyoung dengan ketus. Ia merasa marah, namja itu tidak menyukainya kan? Jadi ia tidak perlu khawatir dengan dirinya.

“Apa maksudmu? Tentu aku khawatir denganmu” Changmin masih memandang Sooyoung.

Sooyoung terdiam. Ia merasa senang mendengarnya, namun disisi lain ia masih merasa marah. Ia bingung sekali dengan apa yang dirasakannya saat ini. Benar-benar tidak jelas.

“Sooyoung, apa kau marah padaku? Mianhe, jika aku membuatmu marah” ujar Changmin.

Tidak ada reaksi dari Sooyoung. Changmin menghela napas panjang.

“jika ini karena yang kulakukan saat di  depan panggung tadi, maka aku benar-benar minta maaf. Kau tahu, aku benar-benar bingung ingin mengatakan apa jadi aku kaget saat mendengar perkataan Heechul hyung dan tiba-tiba menciummu..” jelas Changmin panjang lebar.

“Aku tahu” jawab Sooyoung dengan suara pelan,”aku tahu oppa terpaksa melakukannya kan?” ujarnya lagi.

Changmin tidak menyangka akan mendengar jawaban itu dari Sooyoung. ia tidak bermaksud seperti itu. Sooyoung ternyata salah mengartikan kata-katanya

“bukan begitu maksudku, aku sama sekali tidak—“

“Cukup oppa, aku mengerti” ujar Sooyoung tepat saat musik yang mengiringi mereka berhenti.

Sooyoung segera melepaskan tangannya dari Changmin dan menjauh darinya.

*

“Sepertinya konser ini sudah hampir sampai pada akhirnya, sekali para pasangan silahkan berjalan mengitari panggung untuk  menyapa fans!” ujar Shindong.

“Dimulai dari leader kita, Taeyeon dan Leeteuk!” seru Heechul.

Kedua orang yang disebutkan pun mulai melangkah bersama menuju mereka mengitari panggung tersebut dan tersenyum kepada fans yang ada di sekeliling mereka.

“Selanjutnya Jessica dan Donghae!”

Mereka melangkah dengan wajah yang tampak senang sambil tidak henti-hentinya melempar senyum kepada fans.

Sambil menunggu untuk dipanggil, Changmin terus memandangi yeoja disampingnya. Ia ingin mejelaskan maksud perkataannya tadi, tapi sepertinya Sooyoung tidak ingin berbicara dengannya. ia seperti selalu menghindari tatapan mata Changmin.

Sooyoung memang sengaja melakukan hal itu, karena ia tidak mau air matanya jatuh saat melihat wajah namja itu. dadanya terasa sesak, sementara suhu tubuhnya semakin tinggi. Sooyoung merasa sudah tidak sanggup untuk berdiri. Pandangannya terasa semakin kabur seperti ada kabut yang menghalanginya. Ia memegang keningya. Kepalanya sakit sekali.

Changmin yang menyadari hal itu langsung terlihat cemas.

“Sooyoung, ada apa?” spontan ia merangkul Sooyoung yang tampak sangat lemah. ia takut yeoja itu jatuh pingsan.

Changmin kembali memegang kening Sooyoung.

“suhu tubuhmu semakin tinggi! Sooyoung-ssi sebaiknya kita kembali ke belakang panggung!” ujar Changmin.

“Aniyo, aku masih bisa berjalan. Kita selesaikan saja konser ini” Sooyoung berusaha berdiri tegak, ia menyingkirkan tangan Changmin dari pundaknya.

“Lepaskan aku!” ujarnya

“Tidak akan!” balas Changmin.

“Aku tidak apa-apa!”

“Sudah kubilang aku tidak akan melepaskanmu! Apa kau tidak mengerti!” sahut Changmin dengan suara sedikit nyaring, tapi untungnya tidak terdengar oleh siapapun selain Sooyoung.

Kata-kata Changmin tadi membuat Sooyoung takut, ia akhirnya membiarkan Changmin merangkulnya.

“Ini dia pasangan terakhir kita, Sooyoung dan Changmin!” seru Heechul yang diiringi tepuk tangan dan teriakan fans.

Sooyoung berjalan, didampingi Changmin yang menggenggam tangannya dengan erat, seperti berusaha memberikannya kekuatan untuk berjalan. Sesekali Changmin tampak memperhatikan Sooyoung, dan hal itu menarik perhatian fans. Mereka terus mengambil foto dan merekam dua orang itu.

Sooyoung berusaha tersenyum kepada semua fans yang memanggil namanya, begitu pula dengan Changmin.

“Leader, ada yang ingin kau sampaikan sebelum kita menutup konser ini?” tanya Heechul

“Terima kasih kepada semua fans yang telah mendukung acara ini. Kami sangat senang dengan kehadiran kalian!” ujar Taeyeon sambil melambaikan tangannya pada fans mereka.

“Fany, Fany, Tiffany, apa yang ingin kau sampaikan?” tanya Shindong.

“Aku sangat bahagia hari ini, semua yang kami capai sampai sekarang adalah karena dukungan kalian! tanpa kalian maka kami tidak akan seperti sekarang!” Tiffany terharu. Ia menangis. Siwon merangkul Tiffany dan mengelus pundaknya.

Setelah beberapa member SNSD mengungkapkan pesan dan kesannya terhadap fans yang menghadiri konser tersebut, akhirnya acara itu berakhir.

Shinee, Sistar, member Super Junior yang lain, dan Yunho, walau dengan kakinya yang sakit,  keluar menuju panggung untuk mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan pada fans mereka. Dari atas balon-balon dan potongan kertas warna-warni berjatuhan. Panggung menjadi sangat meriah.

Luput dari perhatian sebagian orang yang ada di panggung, Changmin membawa Sooyoung meninggalkan panggung karena yeoja itu tampaknya sudah tidak sanggup untuk berdiri.

“Sooyoung-ssi, bertahanlah” ujar Changmin. Ia berjalan sambil memapah Sooyoung.

Sooyoung mengangguk. Ia mengikuti ke mana langkah Changmin, karena setiap membuka mata kepalanya bertambah sakit.

Baru saja mereka sampai di belakang panggung, Changmin mendengar Sooyoung mengatakan sesuatu,

“Oppa.. kepalaku sakit sekali…” ujar Sooyoung dengan suara yang lemah sebelum kemudian ia pingsan. Hampir saja ia jatuh ke lantai, jika Changmin tidak menahan tubuhnya dengan segera.

“Sooyoung! Sooyoung!” Changmin mengguncang tubuh yeoja itu, berharap ia sadar. Wajahnya mulai panik.

“Kalian Semua! Tolong aku!” Changmin berteriak kepada beberapa kru yang tersisa di belakang panggung.

Dua orang kru segera berlari menghampiri Changmin.

“Ada apa?Apa yang terjadi?” dua orang itu juga tampak panik.

“Kita harus membawanya ke rumah sakit! Cepat siapkan mobil!” Changmin memberi perintah pada dua orang kru yang segera berlari keluar. Ia sendiri langsung menggendong Sooyoung.

“PERMISI! KALIAN SEMUA TOLONG MINGGIR!”

Beberapa orang yang berpapasan dengan Changmin langsung memberi jalan ketika mendengar nada panik dari namja itu. Semua orang dapat melihat dengan jelas kekhawatiran di wajahnya.

***

Changmin sudah berada dalam mobil menuju rumah sakit bersama dua orang kru. Raut kecemasan belum hilang dari wajahnya.

“Kami sudah menghubungi manajer, ia akan segera menyusul setelah semua selesai” ujar salah seorang kru yang duduk di depan Changmin dan Sooyoung.

“Geureyo? Gomapseumnida” ujar Changmin.

Changmin menatap yeoja yang bersandar di bahunya, dengan jas yang menutupi badannya.Wajah Sooyoung basah oleh keringat, tapi suhu tubuhnya masih sangat panas. Changmin mengusap wajah Sooyoung dengan saputangannya dan menyingkirkan rambut yang ada di wajah Sooyoung.

“Oppa… Oediro… kajima…..(jangan pergi kemana-mana)” Sooyoung menggumam.

Changmin mendengar suara Sooyoung. suhu tubuhnya yang tinggi sepertinya membuat Sooyoung mengigau.

“Ne, kalko anieyo (aku tidak akan pergi).. Sooyoungie” .

*

“Fany-ah, apa kau melihat Sooyoung?” tanya Siwon yang dari tadi sibuk memperhatikan sekeliling.

“Aniyo, aku juga mencarinya dari tadi. Aku khawatir, saat dipanggung tadi kulihat ia sangat lemah” jawab Tiffany.

“Untung ada Changmin oppa, kulihat ia selalu memperhatikan Sooyoung” ujar Jessica.

“Geureyo?” tanya Donghae.

“Ne, oppa tidak memperhatikan?”

Donghae geleng-geleng kepala.

“MWORAGO?!”

Keempat orang itu segera menoleh ke sumber suara, dimana seorang namja bernama Kyuhyun berdiri dengan ekspresi wajah campuran antara kaget dan panik.

“SOOYOUNG PINGSAN?!?” seru Kyuhyun lagi.

“Ne, majayo. Menajer kami baru saja pergi ke rumah sakit” ujar Sunny. Yeoja itu juga tampak cemas, seperti hendak menangis. Ia juga baru saja diberi tahu kalau Sooyoung sudah dibawa ke rumah sakit.

Semua orang yang mendengarnya terkejut. Tiffany bahkan sudah menangis, ia merasa menyesal karena tidak menjaga Sooyoung, sementara ia tahu kalau yeoja itu sedang sakit. Taeyeon tampak sangat khawatir.

“Aku akan menyusul mereka!” Kyuhyun segera beranjak dari tempat itu.

“Aku ikut!” ujar taeyeon.

“Aku juga!” Sahut Hyoyeon.

“Aku juga!” hampir semua yang ada disana mau ikut ke rumah sakit

“TUNGGU!” Siwon berkata setengah berteriak. “Tidak mungkin kita semua pergi ke sana! Cukup sebagian saja! Aku tahu kalian semua juga lelah, jadi sebaiknya hanya beberapa orang saja yang kesana!”

“Kalau begitu biar aku dan Siwon hyung saja!” sahut Kyuhyun cepat.

“Andwe! Biar aku, Taeyeon dan Tiffany  yang pergi ke sana. Kalian istirahat saja, kami akan memberi kabar”

“Tapi Hyung..”

“Kyuhyun, kau tidak usah ikut. Tenang saja, aku yakin Sooyoung akan baik-baik saja”

Mereka bertiga bergegas keluar. Kyuhyun hanya bisa memandang mereka dengan kecewa.

***

Changmin bersama dua orang kru tadi masih menunggu Sooyoung yang sedang diperiksa oleh dokter yang baru saja tiba beberapa menit yang lalu. Ia sebenarnya ingin tetap di dalam, tapi ia terpaksa keluar saat beberapa orang perawat ingin menyalin baju pengantin Sooyoung.

Saat itu sudah tengah malam, rumah sakit cukup sepi. Hanya beberapa orang perawat dan keluarga pasien yang tampak sekali-kali melintas. Mungkin mereka tidak menyadari kalau Changmin adalah seorang artis. Apalagi dengan wajah yang tampak kacau seperti sekarang.

Changmin akhirnya memilih untuk duduk setelah sekian lama berdiri. Ia membungkuk pada ahjussi yang sebelum kemudian duduk disamping seorang ahjussi yang kira-kira berumur 50 tahun. Ahjussi itu tersenyum padanya.

“Jangan cemas, ia akan baik-baik saja” Ahjussi itu berkata pada Changmin.

“Ne, Gomapseumnida” jawab Changmin sambil tersenyum.

“Geunyo neun ane imnikka (apa dia istrimu)?”

“Istri?”

“Ya, kulihat ia mengenakan gaun pernikahan dan kau juga menggunakan jas. Kukira kalian baru menikah”

“Oh, N-ne..” Changmin terpaksa mengiyakan. Tidak mungkin ia menjelaskan padanya bahwa mereka adalah idol yang baru saja konser dengan menggunakan gaun pengantin. Terlalu memakan waktu.

“Pantas saja kau sangat panik. Mengingatkanku saat aku mengantar istriku ke rumah sakit saat akan melahirkan anakku yang pertama” ujar Ahjussi itu sambil tertawa.

Changmin tersenyum mendengarnya. Istri…

***

Selesai juga akhirnya! hhhh….

komen ya reader, jangan lupa… authornya baik kok…

author agak aneh waktu nulis fanfic my bride ini, karena ga lama ada artikel yang menyebutkan kalau Sooyoung terpilih jadi idol pertama yang diharapkan segera memakai menikah dan memakai gaun pengantin. ada yang baca ga? kemarin juga Sooyoung dikabarkan sakit saat konser. kok kebetulan ya sama ma ni ff?

seandainya ada kebetulan lagi, maka yang paling author harapkan adalah berita dia dengan Changmin.. Hehehe #Changsoo shipper mode on…..

Eits… Komennya ditinggal ya….

Iklan