Tag

, , , , , , ,

ANNYEONG….!!!!
Apa kabar? ahhh.. rasanya lama banget tidak bertemu reader (Pede banget sih author, emank siapa yang mau ketemu hehehe)

Part selanjutnya silahkan.. lumayan panjang lho, kalau bisa siapkan snack sambil membaca yah hehe…

My Bride 7

my bride

By: Sasha_mad

“Oppa… apa aku tidak pantas untuk siapapun?”
Siwon kaget mendengar pertanyaan yeoja itu.
“Apa maksudmu Soo? Kenapa berkata seperti itu?”
Sooyoung tidak menjawab pertanyaan Siwon. Ia hanya menangis. Ia tidak punya jawaban untuk Siwon.
“Sooyoung-ah, ada apa sebenarnya?” Siwon mencoba bertanya lagi pada Sooyoung. Ia memegang kedua bahu Sooyoung dan memandang wajah yeoja itu. Sooyoung masih menunduk.
“Aniyo, oppa” Sooyoung menggelengkan kepala.
“Jangan bohong Soo. Kau tidak mungkin menangis kalau tidak ada apa-apa”
“aku tidak apa-apa, aku hanya sedih oppa” jawab Sooyoung. Ia mulai menangis lagi.
Siwon akhirnya berhenti bertanya. Ia merangkul Sooyoung dan membiarkannya menangis.
“Baiklah kalau kau tidak mau menceritakannya padaku Soo. Sekarang menangislah, aku akan menemanimu sampai kau tenang”
Siwon akhirnya hanya membiarkan Sooyoung menangis, sambil sesekali mengelus kepala yeoja itu agar ia cepat tenang. Ia bersyukur bertemu Yunho setelah menemui manajer tadi, jadi ia bisa menemukan Sooyoung. Kalau tidak, maka yeoja itu pasti sedang menangis sendirian. Siwon menyayangi Sooyoung seperti adiknya sendiri, ia akan selalu menjadi oppa yang baik untuknya. Mereka sudah mengenal dalam waktu yang lama, dan Siwon mengerti betul bahwa Sooyoung adalah seseorang yang kuat yang tidak akan menangis karena hanya kesulitan saat latihan atau kelelahan. Tapi ia juga mengerti betul bahwa dongsaengnya itu tetaplah seorang yeoja, yang memerlukan perhatian layaknya seorang yeoja lainnya. Jadi Siwon akan selalu memuji Sooyoung jika ia melakukan performance dengan baik, memujinya bahwa ia terlihat sangat cantik, menemaninya jika sedang sendiri, atau seperti sekarang menenangkannya jika ia sedang sedih dan menangis…
***

“Kalian yakin tidak melihat siapapun selain Siwon tadi?” Yunho bertanya kembali pada Changmin yang sedang duduk di sofa dorm mereka. Namja itu memandang hyungnya dengan heran sekaligus bosan karena ini sudah ketiga kalinya hyungnya bertanya seperti itu,
“Ye, aku yakin, memangnya kenapa hyung?”
“Tidak apa-apa”
“Jangan bohong, kenapa dari tadi kau menanyakan hal yang sama?”
Yunho duduk disamping Changmin,
“Aku hanya heran, terakhir kali Sooyoung menelponku dan berkata ia sudah hampir sampai ke SM, tapi kenapa ia tiba-tiba membatalkannya”
Changmin terdiam, entah kenapa rasanya ada yang mengganggu pikirannya.
“Kupikir ia sudah sampai ke SM, tapi ternyata ia tidak jadi datang, aneh sekali. Ia juga tidak memberitahu alasannya. Kalian berdua ada di lobi cukup lama, kukira kalian mungkin melihatnya”
Changmin masih diam. Yunho menoleh karena merasa tidak ada tanggapan dari maknae disampingnya yang tampak melamun.
“Choikang Changmin! Kau mendengarku atau tidak!” Yunho memukul kepala Changmin.
“Yah Hyung!” Changmin mengelus kepalanya yang sakit.
“Apa yang kau pikirkan? Rasanya aku seperti berbicara dengan tiang listrik karena kau dari tadi cuma bengong!”
Yang ditanya malah melamun lagi. Yunho geleng-geleng kepala, ia kemudian berdiri meninggalkan namja itu, lebih baik ia istirahat saja. Kepalanya sedikit pening, ia kemudian memutuskan untuk ke kamar dan tidur.
Changmin masih diam ditempatnya. Ia teringat pembicaraannya dengan Kyuhyun tadi.

*FLASHBACK
“Apa kau menyukai Sooyoung?”
Changmin kaget mendengar pertanyaan dari Kyuhyun. ia bingung apa jawaban yang akan ia keluarkan dari mulutnya.
“Apa-apaan kau ini! Tentu saja tidak! Itu tidak mungkin!”
Akhirnya ia memilih kata-kata itu, sambil mengutuk-ngutuk dalam hati. Seharusnya ia yang mencari tahu tentang itu pada Kyuhyun. Sialnya orang itu malah lebih dulu bertanya. Ia teringat kejadian di saat ia bertemu Sooyoung yang sedang memperhatikan Kyuhyun dan Seohyun. Entah hanya penasaran atau ada sesuatu, tapi Changmin merasa perlu mencari tahu hubungan Sooyoung dan Kyuhyun.
“Tidak mungkin? Kenapa kau menjawab seperti itu?” Tanya Kyuhyun lagi.
Changmin terdiam sebentar. Ia masih memilih kata-kata agar rencananya tidak berantakan.
“Hmmm.. ia bukan tipeku?” jawabnya sedikit ragu.
“Hhh, tipe?”
“Yah begitulah. Menurutku ia tidak cocok denganku”
“Tidak cocok? Kukira kalian malah punya banyak kesamaan”
“Oh ya? Apa saja?” Changmin berusaha mencari informasi.
“Kalian sama-sama tinggi, sama-sama shikshin, lancar berbahasa jepang, menyukai bahasa inggris, membaca Harry Potter, menyukai musim salju, menyukai baseball, menyukai—“
“Stop it!” Changmin memotong perkataan Kyuhyun,”Yeah Cho Kyuhyun ada yang ingin kukatakan padamu , pertama, aku sangat berterima kasih padamu yang memperhatikanku dengan sangat detil. Kau benar-benar sahabat yang baik walaupun agak aneh kau mengetahui semuanya. Kedua, aku ingin bertanya sesuatu”
“apa?”
“Mengingat kau juga banyak tahu hal-hal tentang Sooyoung, sepertinya kau sangat mengenal yeoja itu ya?” Changmin bertanya sambil tersenyum penuh arti.
Kyuhyun terdiam. Melihat wajah namja disampingnya yang berubah, Changmin berkata,
“Ahh, aku curiga jangan-jangan kau yang menyukainya ya?” ia menggoda Kyuhyun.
“Yah, siapa yang tidak? Lihat saja banyak hyung kita yang dekat dengannya” Jawab Kyuhyun.
“Oh ya? Itu bukan jawaban”
“Aku sudah lama mengenalnya dan aku cukup dekat dengan member snsd lainnya”
“hanya itu?”
“Hei hentikan! Apa maksudmu Shim Changmin?”
Changmin tertawa, ia senang melihat Kyuhyun yang terpojok.
“Baiklah, jadi begitu alasannya”
“Tidak juga”
Changmin menoleh pada namja disampingnya. Kyuhyun sepertinya masih ingin menambahkan beberapa alasan.
“menurutku ia yeoja yang baik, ia perhatian, selalu bersemangat dan ceria, ia juga yeoja yang kuat dan dewasa untuk seumuran dirinya. Walaupun sebagian orang mengatakan, termasuk kau, ia tidak secantik Yoona atau Tiffany, tapi menurutku ia menarik” Kyuhyun berkata sambil menatap lurus ke depan.
Changmin menyimak perkataan Kyuhyun. Ia memang tidak terlalu dekat dengan Sooyoung, karena ia memang tidak banyak menghabiskan waktu bersama snsd, tidak seperti suju yang sering terlibat dalam beberapa acara dan iklan. Karena itu ia tidak menaruh perhatian besar pada Sooyoung. Tapi ia menyadari bahwa yang dikatakan Kyuhyun itu benar. Dan kalimat terakhir dari kyuhyun tadi sedikit membuat perasaannya tidak nyaman.
“Oh yah satu lagi.. yang sulit dilupakan dari dirinya” Kyuhyun berkata sambil menoleh ke Changmin.
Changmin memandang namja itu.
“Yeoja itu punya kaki yang sangat bagus!” Kyuhyun tertawa.
“Hmm aku setuju denganmu” Changmin mengangguk-angguk.
“Benarkan? Kakinya memang indah” Kyuhyun memasang wajah seperti sedang membayangkan sesuatu yang indah.
“Yah! Pervert!” Changmin mendorong kepala Kyuhyun.
“Hei hei, Liat siapa yang bicara? Shim Changmin, Seperti kau tidak saja! Kau lebih pervert semua orang juga tahu!” Kyuhyun tidak terima.
“Tapi aku tidak seperti kau! Foot fetish*!” Balas Changmin sambil tertawa.
Kyuhyun tampak kesal dengan Changmin. Ia memang menyukai yeoja berkaki indah tapi ia bukan seorang fetish.
“Apa katamu? Berhenti tertawa atau aku akan membunuhmu!” Kyuhyun hendak membungkam mulut Changmin yang masih tertawa, saat sebuah suara yang familiar menghentikannya,
“Kalian sedang apa disini?” tanya Siwon yang baru datang.
*FLASHBACK END

Changmin memikirkan perkataan Kyuhyun, memang tidak ada kata-kata langsung dari Kyuhyun yang menyatakan kalau Kyuhyun menyukai Sooyoung, tapi dari pembicaraan tadi ia bisa menyimpulkan kalau namja itu tertarik dengan Sooyoung.
“Kyuhyun menyukai Sooyoung” Ia bergumam . “apa yeoja itu menyukainya juga?”

***

Siwon memandang yeoja yang bersandar di bahunya. Yeoja itu sudah tenang, tangisannya sudah terhenti.
“Sooyoung? Apa kau sudah lebih baik?”
Sooyoung mengangguk. Siwon kemudian melepaskan rangkulannya dari pundak Sooyoung. yeoja itu tampak lemah. Siwon yang tadinya hendak bertanya lagi mengurungkan niatnya. Ia kemudian berdiri lalu membantu Sooyoung untuk bangun.
“Youngie, aku akan mengantarkanmu pulang” ujarnya sambil mengambil tas Sooyoung.
“Ne, oppa” Sooyoung menurut saja ketika Siwon merangkul badannya dan mengajaknya pergi dari tempat itu.
Mereka berjalan dalam diam untuk beberapa saat, Siwon kemudian menyuruh Sooyoung menunggunya untuk mengambil mobil. Saat kembali dari tempat parkir, ia melihat Sooyoung sedang duduk bersandar di dinding, matanya terpejam. Siwon menyangka yeoja itu tertidur. Tapi alangkah terkejutnya Siwon ketika melihat Yeoja yang ada didepannya dari dekat. Wajahnya sangat pucat.
“Youngie, kau kenapa?” Siwon mulai panik.
“oppa” yeoja itu bersuara dengan lemah, hampir tidak terdengar.
Siwon memegang kening Sooyoung. Panas sekali.
“ayo kita pulang oppa” Sooyoung mencoba berdiri. Siwon membantunya agar seimbang. Tapi baru beberapa langkah berjalan ia jatuh, untung Siwon masih bisa menangkapnya. Ia membimbing Sooyoung masuk ke dalam mobil dengan wajah panik.
“Aku akan mengantarkanmu ke rumah sakit Soo, tenang saja kau akan segera pulih” Siwon segera menjalankan mobilnya.
“Oppa, tidak perlu” Sooyoung menahan lengan Siwon yang hendak mengemudikan mobil.
“Apa maksudmu Soo? Kau sedang sakit!” Siwon yang panik tampak kesal dengan perkataan Sooyoung.
“antarkan aku pulang ke dorm saja, kumohon oppa” ujarnya lemah.
“Tapi Soo!”
“Kumohon oppa, aku tidak apa-apa” ujar Sooyoung sambil menahan airmatanya yang hendak mengalir.
Siwon tidak kuasa menolak permintaan yeoja itu. ia tidak punya pilihan lain, selain menuruti perkataannya.
Ia menarik napas dalam, “baiklah aku akan mengantarkanmu pulang ke dorm” ujarnya kemudian.
“Gomawo oppa”

***

Tiffany sudah tertidur dengan nyenyak saat kemudian ia terbangun mendengar dering handphonenya.
“Aishh siapa menelpon tengah malam begini! Kurang kerjaan! Hhhhhhh!” ia mengomel.
Tapi wajahnya seketika berubah saat melihat nama di layar hpnya.
“Siwon oppa? Omo!” ia buru-buru menjawab telpon.
“Yoboseyo? Oppa?”
“Yoboseyo? Fany-ah, Kau sudah tertidur? Mianhe kalau aku mengganggumu”
“Aniyo, oppa. Ada apa? Apa ada sesuatu yang penting?” tanya tiffany. Seseorang yang dikenalnya menelpon tengah malam begini pasti karena telah terjadi sesuatu, pikirnya.
“Fany-ah aku ada didepan dorm bersama Sooyoung. bisakah kau keluar?”
“Tentu! Oppa tunggu sebentar!” Tiffany bergegas keluar dorm.

“Omo! Oppa ada apa dengan Sooyoung?” Tiffany kaget, nada suaranya terdengar panik saat ia melihat Siwon berdiri di depan dorm dengan menggendong Sooyoung yang tampak pucat. Ia mempersilahkan Siwon masuk.
“Tidak apa-apa, ia hanya demam. Jangan khawatir. Oh ya, dimana aku bisa membaringkannya?” tanya Siwon.
“Oh ya, bawa ke kamarku saja” Tiffany buru-buru membuka pintu kamarnya dan merapikan tempat tidurnya. Siwon meletakkan tubuh Sooyoung. Tiffany yang melihat wajah Sooyoung tampak sangat khawatir.
“Badannya panas sekali, aku akan mengambil obat dan kompres” ujar Tiffany, “aku juga akan membangunkan yang lain” Tiffany bernajak bangun, tapi tangan Sooyoung menahannya.
“jangan, fany-ah. Tidak perlu membangunkan yang lain. Mereka pasti sedang lelah” ujar Sooyoung.
“Tapi Soo—“
“Fany-ah, ikuti saja kemauannya” Siwon meyakinkan Tiffany. Ia tahu Sooyoung tidak ingin membuat yang lainnya khawatir. Itu pula sebabnya ia lebih memilih membangunkan Tiffany daripada memencat bel dorm mereka.
Tak lama kemudian yeoja itu datang dengan air es dan handuk kecil.
“Sooyoung bangunlah” Siwon membantu Sooyoung untuk duduk, sementara Tiffany meminumkan obat pada Sooyoung.
“Oppa, kenapa ia bisa bersamamu? Kukira ia sedang latihan bersama Yunho oppa” ujar Tiffany yang sedang mengompres Sooyoung. yeoja itu sepertinya sudah tertidur setelah meminum obat.
“Aku tidak sengaja melihatnya. Ia sedang menangis”
“Menangis? Kenapa?” Tiffany terkejut. Rasanya ia tidak melihat ada yang aneh dengan Sooyoung seharian ini dan sepertinya yeoja itu juga tidak punya masalah apa-apa.
“aku juga tidak tahu. Ia tidak mengatakan apa-apa saat aku menanyakannya”
Tiffany memandang yeoja yang ada terbaring di tempat tidurnya.
“Sooyoung, ada apa sebenarnya?” batinnya.

***

Sooyoung terbangun. Ia melihat ke arah jam di samping tempat tidur. Masih pukul 6 pagi. Ia melihat Tiffany tertidur sambil memeluknya. Ia mengambil kompres yang ada di dahinya, kepalanya masih sedikit pening. Perlahan-lahan ia menjauhkan tangan Tiffany dari badannya dan beranjak dari tempat tidur. Ia mencoba berjalan, walau sekali-kali harus menahan tubuhnya agar tidak jatuh dengan berpegang pada dinding. Ia berjalan keluar dari kamar Tiffany.
Pukul 7 pagi. Tiffany terbangun dari tidurnya. Ia mendapati Sooyoung sudah tidak ada disampingnya. Ia lalu bergegas keluar kamar mencari keberadaan yeoja itu. Dorm masih sepi, sepertinya belum ada yang bangun. ia menemukan Sooyoung sedang melamun di dekat jendela. Tangannya memegang segelas teh.
“Sooyoungie, apa kau sudah lebih baik?” Tanyanya sambil memegang kening Sooyoung. sudah tidak terlalu panas.
“Ne, Fany-ah. Gomawo sudah merawatku dengan baik” Sooyoung tersenyum.
“Syukurlah, aku sangat khawatir. Hari ini adalah konser kita, aku takut kau belum sembuh”
“Aku sudah sembuh kau lihat? Aku ini gadis yang kuat!” ujar Sooyoung sambil menunjukkan lengannya, yang sebenarnya tidak berotot. Tiffany hanya tersenyum melihatnya.
“Mmm, Sooyoung-ah…” Tiffany hendak mengatakan sesuatu, tapi ia sedikit ragu. Ia takut kalau akan mengganggu Sooyoung.
“Ne? Ada apa?”
“Apa kau sedang memiliki masalah? Siwon oppa berkata tadi malam kau menangis” katanya dengan hati-hati.
Sooyoung diam mendengar perkataan Tiffany.
“Tidak, aku tidak punya masalah apa-apa. Kau tidak usah khawatir” Sooyoung memberikan senyuman untuk menyakinkan Tiffany.
“Lalu kenapa kau menangis? Katakan padaku Soo”
Sooyoung tidak tahu harus menjawab apa. Karena ia merasa memang tidak punya masalah dengan siapapun. Ia tidak bisa menyalahkan siapapun. Ia tidak bisa menyalahkan Kyuhyun dan Ia tidak bisa menyalahkan Changmin.
“Annyeong unnie” tiba-tiba Seohyun muncul dari depan kamarnya.
“Ah Seobaby kau sudah bangun?” Sooyoung mengambil kesempatan itu untuk mengalihkan pembicaraan.
“Jangan mengalihkan pembicaraan Soo” Tiffany masih menunggu Sooyoung bicara.
“Fany-ah, sudahlah. Tidak ada apa-apa, aku tidak punya masalah. Aku menangis hanya karena sakit dan kelelahan. oke? Aku mau mandi” sooyoung meninggalkan Tiffany.
“Yah! Sooyoung tunggu dulu!” tapi yeoja itu lebih dulu masuk ke kamarnya.

***

Hari ini latihan terakhir sebelum pertunjukan nanti malam. Mereka sudah berada di gedung konser untuk melakukan rehaersal semua lagu dan performance yang akan ditampilkan. SNSD, Super Junior TVXQ dan Sistar semuanya tampak sibuk dengan latihan masing-masing. Begitu juga dengan Sooyoung. walaupun kepalanya masih terasa sakit dan badannya masih panas, ia tetap harus latihan. Keadaannya sekarang sudah lebih baik, karena saat makan siang tadi Tiffany sudah memaksanya makan walaupun ia tidak berselera dan ia sudah meminum obat yang dibawakan oleh Tiffany.
“Kita Istirahat!” Manajer memerintahkan mereka untuk berhenti sejenak.
Sooyoung langsung terduduk dengan lesu, sementara member lainnya juga tampak kelelahan dan kepanasan. Dari kejauhan dua pasang mata dari sudut ruangan yang berbeda tampak memperhatikan yeoja itu.
Kyuhyun dari tadi memperhatikan Sooyoung yang kelihatan lain dari biasanya. Yeoja tampak lelah dan tidak bersemangat, pikirnya. Ia khawatir tapi belum menemukan kesempatan untuk bertanya dengan member lain.
Changmin juga memperhatikan yeoja itu. tadi ia memang sempat berpapasan dengannya, tapi yeoja itu sama sekali tidak menyapanya. Lebih tepatnya ia merasa yeoja itu pura-pura tidak melihatnya. Ia hanya berbicara dengan Yunho dan terlihat tidak ada keinginan untuk menyapa Changmin yang juga datang bersama Yunho. Jangan-jangan yeoja itu marah padanya, pikirnya. Marah? Tapi kenapa? Rasanya ia tidak sedang terlibat masalah apa-apa dengannya. jangankan masalah, berbicara saja jarang.
“Aishh untuk apa kau pikirkan Changmin!” ia kemudian berusaha mengalihkan perhatiannya ke sudut lain bangunan itu. ia malah mendapati Kyuhyun yang juga tengah memperhatikan yeoja yang sama.
‘Kau juga memperhatikannya, Cho Kyuhyun?’ ia merasa tidak nyaman melihat pemandangan itu.
***

Setelah waktu istirahat yang diberikan, saatnya mereka mengulang latihan untuk yang terakhir, yaitu performance dengan menggunakan gaun pengantin berpasangan. Heechul dan Shindong ditunjuk sebagai MC untuk performance itu. satu persatu member snsd muncul dari balik panggung dan pasangan mereka akan menjemput yeoja-yeoja itu. Mereka kemudian melakukan latihan dansa. Untuk Sooyoung dan Yunho, ini adalah latihan pertama mereka. Jadi mereka perlu waktu lebih lama untuk mempelajari gerakan terlebih dahulu.
“Oppa, mianhe” Ujar Sooyoung saat mereka sedang latihan berdansa.
“Perlu berapa kali kukatakan, Gwenchanha Sooyoungie!” Yunho sedikit kesal karena yeoja didepannya ini tidak berhenti minta maaf. “Kau membuatku terlihat seperti orang yang tidak punya perasaan dengan terus meminta maaf, seolah-olah aku tidak menerima alasanmu tidak datang karena sedang sakit!”
Sooyoung tertawa melihat oppanya yang tampak kesal,“Mianhe” ujarnya lagi.
“Aisshh kau ini benar-benar…” ujar Yunho, “Bagaimana keadaanmu sekarang?” Yunho memegang kening Sooyoung.
“Sudah lebih baik oppa, mungkin hanya kelelahan. Oppa bagaimana? Beberapa hari yang lalu kan oppa kehujanan?” Tanya Sooyoung.
“Kemarin memang kepalaku sedikit sakit tapi sekarang sudah tidak apa-apa. Sepertinya selain kelelahan, kau juga sakit karena kehujanan kemarin Soo?
“Sepertinya begitu..” Sooyoung mengangguk, walaupun kemungkinan besar ia sakit juga dikarenakan kejadian tadi malam.
“Oppa”
“Ne?”
“kenapa oppa mau menjadi pasanganku?”
“apa maksudmu Soo?”
“Aa aniyo” Sooyoung tidak jadi bertanya.
Yunho sebenarnya mendengar apa yang dikatakan Sooyoung.
“kau tahu, aku mau ikut ambil bagian dalam performance ini adalah karena kau Sooyoungie”
Kata-kata Yunho itu membuat Sooyoung kaget. Ia menatap namja didepannya.
“Aku bertemu manajermu saat ia dan manajer kami sedang membicarakan performance kalian ini. Manejermu mengatakan mungkin akan mengambil pasanganmu dati TVXQ, jadi kukatakan padanya kalau aku mau membantunya” jelas Yunho,”Aku tidak mau kau terlalu memikirkan siapa pasanganmu, jadi tidak apakan kalau aku yang menjadi pasanganmu?” Yunho tersenyum.
“Oppa, Gomawoyo” Sooyoung tersenyum”Aku senang oppa menjadi pasanganku”
“Gomawo juga untukmu Sooyoungie, selama ini kau selalu mendukung dan memberikanku semangat saat masa-masa sulit kemarin” Yunho teringat saat bandnya mengalami masalah yang membuatnya sangat depresi, dan Sooyoung adalah salah satu orang yang selalu memberinya semangat dan nasihat padanya, juga menghiburnya. “Hanya ini yang bisa kulakukan sekarang untuk membuatmu senang”
“Oppa” mata Sooyoung berkaca-kaca mendengar ucapan Yunho “Gomawo” Ia tidak mengira kalau oppanya ini begitu baik, seperti oppanya yang lain, Siwon.
“Yah! Sooyoungie jangan menangis”Yunho merangkul Sooyoung,”Ini hanya hal kecil, aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri”
Airmata Sooyoung malah semakin mengalir mendengar kata-kata Yunho. Ia memeluk Yunho sambil terus mengucapkan terima kasih. Ia merasa sebagai yeoja yang sangat beruntung memiliki orang-orang yang menyayanginya seperti ini. Kata-kata Yunho tadi seperti sedikit mengobati sakit yang ada dihatinya.

Di sudut lain…
“Aww!” Seohyun berhenti berdansa. Ia mengusap ujung kakinya yang terinjak oleh namja yang menjadi pasangannya. Kyuhyun sepertinya baru tersadar saat mendengarnya.
“Ah Seohyunnie mianhe!” ia cepat-cepat meminta maaf dan memeriksa kaki Seohyun.
“Aniyo, Gwenchanha oppa”
“Mianhe”
Kyuhyun memang sedang tidak fokus, pandangan matanya tidak lepas dari dua orang yang tampak berdansa dengan sangat akrab, dan saat Yeoja itu memeluk pasangannya ia jadi hilang konsentrasi dan menginjak kaki Seohyun.

Sementara itu..
“Hyung! Pelan-pelan kalau minum!” Minho menepuk-nepuk punggung Changmin yang tersedak.
Sambil terbatuk-batuk, namja itu masih memperhatikan pemandangan di depannya. Seorang Yeoja yang memeluk hyungnya.
***

Pukul 7 malam, ribuan fans telah datang dan memasuki gedung konser, memenuhi setiap tempat duduk yang tersedia. Sebagian dari mereka tampak memegang spanduk dan kertas dengan tulisan nama-nama band favorit mereka. Tentu yang terbanyak adalah fans SNSD, mereka membawa lightstick berwarna pink.
Konser akhirnya dimulai, Shinee, Super Junior, TVXQ, Sistar dan SNSD menyanyikan lagu-lagu terbaik mereka. Dan fans tidak henti-hentinya berteriak setiap mereka melakukan performance.
*
“Oppa, dasimu sepertinya tidak rapi”
“Oh ya?” Yunho memperhatikan dasinya. Malam ini untuk performance, ia dan Changmin memang menggunakan jas.
“Biar kubantu memperbaiki” Sooyoung kemudian membantu Yunho memperbaiki dasinya.
“Sudah selesai”
“Gomawo Youngie”
Sooyoung kemudian meninggalkan Yunho karena dipanggil olehTaeyeon.
“Hyung, bagaimana penampilanku? Rapi tidak?” ujar Changmin saat Yunho menghampirinya.
Yunho melihat penampilan namja itu. “Rapi” ujarnya kemudian.
“Yeah kau juga terlihat rapi” Changmin melirik Hyungnya.”Beruntung sekali kau punya stylist pribadi yang selalu memperhatikan penampilanmu”
Yunho bingung mendengar perkataan Changmin.
“Siapa maksudmu?”
“Oppa, dasimu sepertinya tidak rapi” Changmin menirukan perkataan Sooyoung sambil memperagakan memperbaiki dasi Yunho.
“Ohh, Sooyoung maksudmu? Yah aku memang beruntung” ujar Yunho seraya tersenyum.
Changmin melihat hyungnya dengan tatapan huh-apa-apaan-orang-ini.
“Kalian berdua sepertinya semakin dekat”
“begitukah kelihatannya?”
Lagi-lagi Changmin menatap hyungnya dengan kesal. Dari tadi Yunho menanggapi pertanyaannya denga jawaban yang tidak memuaskan.
“Ya bisa dibilang begitu, apa kau tidak takut seseorang akan cemburu dengan kalian?” Changmin akhirnya bertanya.
“Cemburu? Setahuku Sooyoung belum punya pacar?” Yunho akhirnya menanggapi Changmin dengan serius, “hanya saja daritadi kuperhatikan kau yang selalu memperhatikan kami”
Changmin terkejut dengan perkataan Yunho.
“Seseorang yang cemburu itu maksudnya kau ya?” tembak Yunho.
Changmin salah tingkah, segera ia menolak, “A-aniyo, bukan aku, maksudku yang cemburu adalah Ch—“ ucapannya terhenti karena tiba-tiba Kyuhyun muncul di samping Yunho.
“Siapa yang cemburu?” ujar namja yang baru datang itu.
“Tanya Changmin. ia berkata seseorang sepertinya cemburu denganku dan Sooyoung” Yunho mengabaikan isyarat Changmin yang menyuruhnya berhenti bicara.
Ekspresi wajah Changmin seketika berubah seperti seseorang yang tertangkap basah melakukan kejahatan.
Kyuhyun menatap Changmin dengan tajam. Seketika suasana berubah menjadi canggung.
seperti tidak menyadari adanya perubahan atmosfir disekitarnya, Yunho malah berkata lagi,
“Padahal kukira ia yang cemburu! Benarkan Cho Kyuhyun?” Yunho menepuk pundak Kyuhyun sambil tertawa.
Changmin merasa seperti baru saja tertembak peluru di kepalanya saat mendengar ucapan Yunho. ‘Aish Hyung!’ umpat Changmin dalam hati.
“Jeongmal?” Kyuhyun masih menatap Changmin.
Changmin hendak kabur dari tempat itu. untung saja seseorang memanggil ia dan Yunho karena sebentar lagi giliran mereka untuk tampil.
“A-aniyo. Kyuhyun kami pergi dulu. Hyung, Kaja!” Changmin buru-buru meninggalkan Kyuhyun sambil menarik napas lega.
Kyuhyun masih berdiri di tempat itu, perkataan Yunho tadi masih terdengar nyaring di telinganya.

***

Sooyoung duduk di depan cermin di ruang rias mereka. Mereka telah menyelesaikan semua penampilan untuk malam ini, hanya yang terakhir yang belum, yaitu performance berpasangan mereka. Awalnya, ia memang merasa bersemangat dengan hal itu, tapi sekarang rasanya ia enggan menggunakan gaun pengantinnya. Ia memandang wajahnya di depan cermin, sementara seorang juru rias tengah memoleskan make up pada wajahnya.
“Sooyoung-ssi, wajahmu terlihat pucat dan badanmu sepertinya panas” ujar yeoja itu.
“Uhmm, ya aku memang sedikit lelah” ujar Sooyoung, “Tidak apa-apa”
Sooyoung memperhatikan sekelilingnya. Member SNSD lainnya juga sedang dirias untuk penampilan mereka yang terakhir ini. Yoona bahkan sudah mengenakan gaun pengantinnya. Ia terlihat sangat cantik dan mempesona. Setiap namja yang melihatnya mungkin tidak akan bisa berkedip, pikir Sooyoung.
“Selesai”
“Oh gomawo” Sooyoung bangkit dari kursinya. Mungkin karena berdiri dengan tiba-tiba, kepalanya jadi pening dan penglihatannya sedikit kabur, ia hampir terjatuh.
“Sooyoungie!” Tiffany memegang lengan Sooyoung dengan segera. Hanya ia yang tahu kalau Sooyoung sedang sakit, jadi ia terus memperhatikan yeoja itu.
“Biar kubantu kau ke ruang ganti” Tiffany menggandeng Sooyoung.
Member lainnya memandang mereka dengan sedikit tatapan heran.
*

Semua member sudah mengenakan gaun pengantinnya masing-masing. Mereka semua tampak cantik dan mengagumkan. Tentu saja, yeoja yang memakai gaun pengantin pastilah sangat cantik, apalagi jika sembilan orang ditambah lagi mereka adalah SNSD. Sunny dan Jessica mengenakan Gaun pengantin yang bermodel pendek di atas lutut, karena gaun pendek akan membuat orang yang memakainya tampak lebih tinggi. Yuri mengenakan gaun pengantin yang lumayan ketat, tentu saja, yeoja manapun akan mengenakan gaun seperti itu jika memiliki tubuh yang sempurna seperti Yuri.
Tiffany, mengenakan gaun strapless dengan belahan yang cukup tinggi, sementara Seohyun lebih memilih model ballgown. Sisanya, yaitu Taeyeon, Hyoyeon, Yoona dan Sooyoung mengenakan gaun pengantin dengan model yang hampir sama, yaitu gaun pengantin panjang dengan bagian bawah yang lebarnya sedang, tapi dengan warna dan hiasan yang berbeda.
Sooyoung sendiri mengenakan gaun strapless berwarna putih mengkilat dengan sedikit hiasan di bagian dada dan detail kerutan. Gaun itu cukup ketat, memperlihatkan lekuk tubuhnya sampai pinggul, lalu kemudian melebar ke bawah. Rambutnya digelung ke atas dengan menyisakan sedikit rambut di samping wajahya (Yah kurang lebih seperti waktu Sooyoung menghadiri acara apa ya? Jinny Kim kalau tidak salah). Ia hanya menggunakan sedikit aksesori di kepalanya, karena rencananya ia akan menggunakan kerudung pengantinnya. Tapi sepertinya ia tidak jadi memakainya.Jadi yang menggunakan kerudung pengantin hanya Yoona, Taeyeon, Tiffany dan Yuri.
Sooyoung berjalan palin belakang, tiba-tiba sebuah lengan menariknya.
“Siwon oppa? Ada apa?” Siwon terlihat sangat tampan dengan jasnya yang berwarna hitam.
“Kau sudah sembuh Soo?”
“Ne, oppa” Sooyoung berbohong. Sebenarnya kepalanya sakit dan ia merasa seluruh sendinya nyeri.
Siwon tampaknya ragu dengan jawaban Sooyoung. ia memegang kening yeoja itu.
“kau demam Soo, apa benar kau sudah sembuh?”
“Hanya sedikit oppa”
Siwon memperhatikan penampilan yeoja itu. ia tampak mempesona dalam gaun pengantin. Tapi sepertinya ada yang kurang, pikirnya.
“Kenapa kau tidak menggunakan kerudung pengantinmu? Kau lebih cantik jika memakainya” Siwon kemudian menarik Sooyoung kembali ke ruang riasnya dan menyuruh seorang juru rias memakaikan kerudung.
“Oppa, aku tidak mau” Sooyoung menolak.
“Ssstt! Pakai saja!”
Sooyoung akhirnya menurut. Setelah memakai kerudung itu, Siwon kemudian memakaikan sebuah kalung di leher Sooyoung.
“Hadiah untukmu Soo” ujarnya.
Sooyoung sedikit terkejut. Ia memperhatikan kalung itu. kalung dengan liontin inisial namanya, CS (Choi Sooyoung).
“ini hadiah untuk apa oppa?”
“Ini hadiah untuk seorang yeoja yang cantik dan sangat kuat” Siwon tersenyum.
“Oppa, tidak perlu—“
“Cukup berterima kasih Soo, aku tidak mau mendengar perkataanmu yang lain”
Sooyoung tersenyum “Gomawoyo”
“Begitu lebih baik. Sooyoungie, kau tahu, Aku juga sudah membeli sebuah cincin untuknya” Siwon berkata dengan malu-malu.
“Cincin? Omo! Oppa apa kau akan melamar unnie?” Sooyoung kaget bercampur senang.
“Nanti saja kuceritakan padamu. Cepatlah sepertinya kita sudah terlambat”
“Janji?”
“Iya, Ppali!

Mereka berjalan menuju ke belakang panggung. Disana member SNSD sudah siap dengan pasangannya masing-masing. Mereka tampak sangat serasi, tampan dan cantik. Member-member Suju yangmengenakan jas tampak seperti mereka benar-benar akan menikah, bahkan Minho terlihat lebih dewasa.
Sunny dan Sungmin tampak sibuk melakukan selca . Dasar King and Queen aegyo.
Kyuhyun memperhatikan Sooyoung yang baru datang bersama Siwon. Ia memakai kerudung dan menggandeng lengan Siwon.
“Dimana Yunho hyung? Aku membawa pengantinnya bersamaku!” Ujar Siwon pada kerumunan itu.
“Hei aku disini”Yunho datang menghampiri Siwon, “Serahkan ia padaku”.
Sooyoung membuka kerudungnya”Yah! Oppa memangnya aku ini barang!”
“Wah Sooyoungie kau cantik sekali!” Yunho memuji Sooyoung tanpa malu-malu. Sooyoung yang mendengarnya malah tersipu.
“Sooyoung Noona kau cantik sekali! Aku mau mengambil foto denganmu!” Taemin yang melihat Sooyoung langsung berlari. Karena tidak hati-hati ia menabrak tiang penyangga lampu. Tiang itu jatuh dan mengarah pada Sooyoung.
“Sooyoung Awas!” Beberapa member SNSD berteriak.
Sooyoung tidak bisa bergerak dari tempatnya. Untung saja Yunho sigap menangkap tubuh Sooyoung. Mereka terjatuh.
BRAKK!!!
Untung saja tidak mengenai Sooyoung.
Orang-orang segera mengerumuni mereka.
“Kalian baik-baik saja?”
“Apa ada yang terluka?”
“Sooyoung kau tidak apa-apa?”
“Aku baik-baik saja” ujar Sooyoung,”Oppa, kau tidak apa-apa?’
“Ne” Yunho mencoba bangun. Tapi tiba-tiba rasa sakit menusuk pergelangan kakinya. “Ah! Kakiku”
“Oppa kakimu kenapa?” Sooyoung terlihat cemas melihat wajah Yunho yang menahan sakit di kakinya.

***TBC***

*Fetish itu kalau tidak salah orang yang punya kelainan, yang tertarik pada satu benda atau bagian tubuh tertentu

Bagaimana? Bagaimana?

Komen yah reader sayang..

Iklan