Tag

, , , , , ,

Annyeong… langsung saja dah…

My Bride 6

my bride

By: Sasha_mad

 

Sooyoung kembali ke ruang latihan. Ternyata member lain juga belum latihan karena Leeteuk dan Kyuhyun yang belum datang. Jadi yang ada di ruangan itu adalah member snsd, Minho, Sungmin, Eunhyuk, Siwon, Donghae dan Kibum yang baru datang bersama Ryeowook.
Sooyoung duduk di kursi dan tersenyum sendiri. Ia lega akhirnya dapat pasangan juga, dan orang itu tidak lain adalah oppanya yang tampan, YunhoIa agak sedikit bingung, kenapa Yunho yang menjadi pasangannya. Bukankah ini berdasarkan kemauan fans? Memangnya fans suka kalau mereka berdua dekat? Bukannya sebagian cassie adalah antifans snsd? Aneh sekali, pikirnya. Ah, ini kan cuma performance, tidak perlu dipikirkan! Tapi meyeramkan juga, jangan-jangan nanti setelah konser antifansnya jadi membengkak jumlahnya. Dan mereka bisa saja menyerang Sooyoung kalau nanti bertemu di jalan.. Hiiiiii…. Sooyoung tidak bisa membayangkan.
“HEI! Kau kenapa Soo?” Jessica mengagetkan Sooyoung.
“Aniyo” Sooyoung menggeleng-gelengkan kepalanya, “aku Cuma membayangkan bagaimana reaksi fans DBSK kalau tahu aku dan Yunho oppa—“
“Jadi kau dan Yunho oppa?” Jessica tidak membiarkan Sooyoung meneruskan kalimatnya, “beruntung sekali kau Soo…..” ia tertawa sambil menepuk-neppuk pundak Sooyoung.
“Sstt! Jangan ribut Sica”
“Aigoo… lalu mana Yunho oppa? Ia tidak kesini untuk latihan?”
“ia harus syuting, dan kemungkinan sampai malam. ”
“Lalu bagaimana? Besok kita tidak latihan Soo. Bisa dibilang ini adalah latihan pertama dan terakhir kita. Kita baru akan latihan lagi sebelum konser”
“Ah ya, benar juga. Besok jadwal kita banyak sekali. Bagaimana yah?” Sooyoung jadi bingung memikirkan bagaimana supaya ia dan Yunho bisa latihan.
“Aha! Aku ada ide! Aku akan merekam latihan hari ini, jadi kami bisa latihan besok malam!” Sooyoung menemukan ide.
“Bagus sekali Soo!” Jessica ikut senang mendengar ide Sooyoung.
Tak berapa lama kemudian yang ditunggu datang juga. Leeteuk dan Kyuhyun masuk ke ruang latihan, Leeteuk sendiri langsung mendatangi Taeyeon, sedangkan Kyuhyun menghampiri Seohyun. Sooyoung hanya memperhatikan namja yang baru masuk itu dari kursinya. Ia memandang mereka berdua sebelum kemudian menunduk. Sementara Kyuhyun, ia hanya mengobrol dengan Seohyun, sambil sesekali mencuri pandang kepada Yeoja yang sedang tertunduk di kursinya. Ia sebenarnya ingin menyapa Yeoja itu, tapi ia ragu, lagipula di ruangan itu terlalu banyak orang.
“Oke, karena semua sudah berkumpul sebaiknya kita mulai latihan!” manajer muncul dari pintu bersama seorang koreografer untuk dansa mereka.
Mereka akhirnya mulai latihan. Sebenarnya gerakan dansa mereka adalah gerakan yang sederhana saja, karena mereka nanti akan memakai gaun pengantin, jadi gerakannya tidak bisa terlalu rumit. Koreografer itu hanya melatih Eunhyuk, Hyoyeon, Leeteuk dan Taeyeon. Selanjutnya mereka berempat yang mencontohkan kepada member lainnya. Member snsd berpasangan dengan pasangannya masing-masing. Sooyoung sendiri dari tadi sibuk merekam dengan menggunakan kamera ponselnya. Setelah cukup merekam video, Sooyoung mulai mempraktekkan gerakan dansa tadi.
“Youngie, kenapa kau latihan sendiri? Mana pasanganmu?” tanya Ryeowook yang dari tadi memerhatikan Sooyoung.
“Yunho oppa tidak bisa latihan sekarang, kami baru bisa laihan nanti malam” ujar Sooyung masih mencoba menirukan gerakan dansa. Tiba-tiba ia kemudian berbalik dan berkata.
“Wookie oppa, kau kan tidak ada kerjaan, temani aku latihan dansa dong!” ujarnya sambil menarik tangan Ryeowook.
“Baiklah” namja itu berdiri kemudian mereka bergabung dengan member lainnya.
Saat latihan, Sungmin yang sedang berdansa dengan Sunny masih sempat-sempatnya menggoda Sooyoung. Ia berkata,
“Hei kalian berdua, yang mana yang menjadi pengantin laki-laki dan perempuan?” ujarnya sambil tertawa. Ia berkata seperti itu karena Sooyoung dan Ryeowook yang tampak sama tinggi. Kontan saja Sooyoung langsung menendang kaki Sungmin.
“Maksud oppa apa hah?” hardiknya kepada namja itu. Sungmin yang jahil menjawab,
“Kau lebih pantas jadi pengantin laki-lakinya Soo galak!” ia kembali tertawa.
Sooyoung yang murka langsung saja hendak mengejar Sungmin yang lari menghindar. Ryeowook menahannya.
“Sudahlah Soo, kau ini seperti tidak tahu hyung saja!” ujarnya. Tapi Sooyoung sudah keburu lari menghambur member lain yang sedang latihan untuk menangkap Sungmin dan menghajarnya.
***

Hari ini mereka pulang agak cepat dari biasanya. Karena itu, Hyoyeon masih sempat memasak makan malam untuk mereka. Ia di dapur dibantu oleh Seohyun. Taeyeon dan Sunny belum pulang juga, Sunny menemani Taeyeon yang masih harus mengerjakan sesuatu. Dua dangshin itu memang pasangan yang cocok. Yoona sendiri seperti biasa, pulang terlambat karena kebanyakan acara dan syuting.
Sooyoung asyik menonton tv dengan yuri, saat melihat-lihat channel tv tiba-tiba Taeyeon dan Sunny datang. Mereka membawa sekotak pizza dan segelas minuman. Sooyoung yang melihat apa yang dibawa mereka langsung berdiri dan berlari menyambut dua yeoja itu. bukannya memberi salam, ia malah merampas pizza yang mereka bawa.
“Hei Choi Sooyoung! Mau kau bawa kemana pizza itu hah!” Sunny mengejar Sooyoung yang kabur membawa pizza.
Hyoyeon yang mendengan keributan, keluar dari dapur,
“Kalian bawa pizza? Kenapa tidak bilang? Kalau tahu kan aku tidak memasak terlalu banyak!” ia berkata dengan Taeyeon.
“Hhh, Hyo pizzanya Cuma sekotak kok, itu dari suju oppa, tadi mereka memesan pizza. Sungmin yang memberikannya pada Sunny” jawab Taeyeon sambil duduk di samping Yuri yang masih asyik menonton tv.
“Oh pantas saja ia tidak mau membaginya dengan Sooyoung, ternyata itu dari namjanya” Hyoyeon mengeleng-gelengkan kepala melihat dua Yeoja itu masih berebut pizza. Kalau ada Yoona, ia pasti ikut membantu Sooyoung merebut pizza itu dari Sunny.
Sooyoung ternyata mendengar apa yang dikatakan Taeyeon dan Hyoyeon. Ia berhenti berlari dan memutuskan untuk mengembalikannya ke Sunny.
“Sunny-ah, mian he aku tidak tahu kalau ini dari Sungmin oppa untukmu” ujarnya sambil menyerahkan pizza itu.
“A-aniyo, ini bukan Cuma untukku, ini juga untuk kalian kok!” Sunny mengambil pizza itu dan meletakkannya di meja depan tv. Yuri yang masih asyik menonton tv (heran ni Yuri nonton apaan sih?) malah jadi yang pertama yang mengambil pizza itu tanpa menoleh sedikitpun.
“Kalau itu untuk kami juga kenapa kau mengejarku tadi?” Sooyoung duduk kembali di depan tv. Ia mengambil sepotong pizza.
“Karena kalau kau bawa kabur pizza itu yang lain tidak akan kebagian!” jawab Sunny.
“Yah aku tidak serakus itu!”
“Aisshhh berisik sekali kalian ini! Aku sedang sibuk menonton tv!” akhirnya Yuri angkat bicara karena merasa terganggu .
“Oh iya, kalian tahu tidak? Kami tadi bertemu dengan Yeonhee unnie dan pacarnya!” ujar Sunny.
“Benarkah?” Yuri langsung berbalik menghadap Sunny. Hyoyeon yang mendengarnya juga langsung merapat. Tiffany yang baru keluar dari kamar mandipun langsung mendekat (Memang kalau soal gossip, yeoja mana yang tidak suka hehehe)
Sedangkan Sooyoung yang mendengarnya malah tersedak, ia terbatuk-batuk, ditambah lagi pizza yang dimakannya ternyata cukup pedas. Taeyeon yang melihatnya langsung mengambilkan minuman yang dibawanya tadi. Sooyoung meminumnya sampai hampir habis.
“Makanya, makan pelan-pelan Soo!” ujar Tiffany sambil mengelus-elus punggung Sooyoung. Member lainnya memandang Sooyoung sambil menggelengkan kepala.
“Lanjutkan lagi!” Yuri menyuruh Sunny meneruskan berita yang dibawanya tadi.
Semua yeoja itupun fokus kembali mendengarkan Sunny, termasuk Sooyoung.
“Iya, kalian tahu! Pacarnya unnie sangat tampan dan juga tinggi! Unnie beruntung sekali!”
“lalu apa kau dan Taeyeon berkenalan dengannya?” tanya Hyoyeon.
“Ne, kami —“
“Untuk apa berkenalan dengan pacarnya unnie? Bukannya kita sudah lama kenal dengannya?” Sooyoung tiba-tiba memotong perkataan Sunny.
“Hei Choi Sooyoung, kau bicara apa?” Sunny heran.
“Lho bukannya pacarnnya unnie itu…”.
“Siapa?” tanya Sunny.
Sooyoung diam, ia ragu meneruskan kalimatnya, ia malah balik bertanya,
“Memangnya siapa?”
“Yah Choi Sooyoung! Makanya dengarkan dulu!” Taeyeon menjitak kepala Sooyoung.
***

Pukul 11 malam, Sooyoung sudah berada dikamarnya. Ia bersiap untuk tidur, sedangkan Jessica sudah tidur sejak mereka pulang tadi. Ia hanya bangun saat makan malam, setelah itu kembali tidur sampai sekarang. Ia memang tidak menyia-nyiakan waktu kosong untuk tidur, apalagi besok sepertinya mereka akan bekerja keras karena jadwal yang padat.
Sooyoung berbaring ditempat tidurnya, ia menarik selimut menutupi badan sampai lehernya. Sambil berusaha untuk tidur, ia kembali teringat dengan perkataan Sunny tadi. Ternyata, Yeonhee unnie sudah memiliki pacar, pikirnya. Tapi sebenarnya bukan itu yang mengusik pikirannya saat ini. Ia kemudian tersenyum. Entah kenapa ia merasa senang saat mengetahui bahwa namja yang dimaksud oleh Sunny bukanlah Changmin. Wajah namja itu tiba-tiba terlintas di pikirannya. Wajahnya yang tampak datar, tanpa ekspresi saat bertemu dengannya di lift, saat ia melihat kyuhyun dan Seohyun. Jarang sekali ia bisa melihat wajah namja itu dan bertatapan langsung dengannya, walaupun mereka sudah mengenal dalam waktu yang lama. Namja itu sepertinya berubah banyak sejak beberapa tahun belakangan. Rasanya dulu, ia melihat namja itu masih cute, tapi sekarang namja itu semakin tinggi, dan semakin tampan.. ah tidak ia tetap cute tapi juga tampan, seperti yunho oppa… sooyoung tersenyum sendiri.
Tiba-tiba ia bangun dari tempat tidurnya, setelah sadar dengan apa yang dipikirkannya.
‘Yah Yah! Choi Sooyoung apa yang kau pikirkan hah? Kenapa kau ini!’ Sooyoung menepuk-nepuk keningnya sendiri.
‘Tidak Sooyoung! Jangan! Jangan sampai hal itu terjadi! Kau tidak mau mengulang kisah yang sama kan? Jangan biarkan hal itu terjadi lagi!’ pikirannya berusaha menolak.
Ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia tidak membiarkan perasaannya terpengaruh dengan hal itu. Tapi sekuat apapun ia menolak memikirkan namja itu, perasaannya tidak bisa berbohong. Jantungnya sekarang berdebar tidak karuan, ia merasakan perasaan aneh itu lagi. Perasaan yang membuatnya senang sekaligus bingung. Perasaan yang akhirnya membuatnya sakit….
“Oh tidak mungkin.. ini tidak boleh terjadi lagi…” ujarnya lirih.
Ia kemudian bangun dari tempat tidur. Ia beranjak keluar dari kamarnya dan berjalan ke dapur. Ia menuang segelas air putih dan meminumnya. Ia memperhatikan keadaan dorm. Sekarang sudah jam setengah 12 malam. Saat berbalik hendak ke kamar, ia terkejut. Yoona ternyata sudah berdiri di belakangnya.
“Ya ampun Yoona, kau membuatku kaget saja!”
Yoona yang baru selesai mandi hanya tertawa kecil, “Unnie, kenapa belum tidur?”
“Tidak bisa tidur” Jawab Sooyoung singkat, “jam berapa kau pulang tadi?”
“Jam sebelas, aduh aku capek sekali!” ujar Yoona sambil meregangkan kedua tangannya.
“Ya sudah, tidur sana. Kau sudah makan?”
Yoona Cuma mengangguk. Ia menguap dan berjalan menuju kamarnya dan Yuri.
Sooyoung duduk di meja makan. Ia tidak bisa tidur, ia juga tidak ingin makan. Aneh sekali biasanya jam segini, perutnya sudah lapar lagi. Tapi ia sama sekali tidak punya selera. Sebenarnya pizza tadipun ia tidak menghabiskannya, padahal hanya sepotong. Makanan yang dimasak Hyoyeon pun hanya dimakannya sedikit. Hal itu membuat heran member snsd lainnya.
Sooyoung akhirnya memilih duduk di depan tv. Ia sama sekali tidak mengantuk dan itu membuatnya heran. Ia memandang sekeliling dorm dan pandangannya tertuju pada gelas bekas minuman yang dibawa Sunny dan Taeyeon tadi. Ia mengambil gelas plastik itu dan membuka tutupnya.
‘Astaga! Pantas saja!’ pikirnya. Ternyata yang diminumnya tadi adalah iced coffe latte. Dan sebagai akibatnya matanya sekarang tidak bisa tertutup.
Sooyoung kembali ke kamar, berusaha untuk tidur karena ia membutuhkan tenaga ekstra untuk jadwal besok yang padat. Tapi semakin ia mencoba memejamkan mata, semakin ia tidak bisa tidur. Ia mengambil ipod dan memasang earphone, sambil mendengarkan lagu, ia berharap bisa cepat tidur. Lagu-lagu ballad mulai terdengar, sambil memejamkan mata ia mendengarkan melalui earphonenya. Sialnya, saat lagu dari TVXQ sedang diputar, pikirannya malah kembali terbayang wajah namja itu. Sooyoung bangun dari tempat tidur.
“Arrghh!!! Bagaimana ini!” Ia mengacak-acak rambutnya sendiri karena kesal. Ia menoleh, Jessica sama sekali tidak berkutik di tempat tidurnya.
***

Sooyoung lemas di tempat syuting. Jadwal mereka hari ini benar-benar padat, hingga ia sama sekali tidak bisa mencuri waktu untuk tidur. ‘Ini semua karena coffee sialan itu!’ pikirnya. Ia sama sekali tidak bisa tidur sampai jam 3 pagi, dan beginilah hasilnya. Ia merasa seperti tidak punya tenaga lagi saat menjalani photoshoot malam ini. Tapi jadwal mereka tidak bisa diundur karena besok malam adalah konser mereka dan besok sepanjang hari akan digunakan untuk latihan dan persiapan. Member SNSD lainnya tampak cemas melihat Sooyoung yang seperti sudah kehabisan tenaga dengan mata hendak tertutup.
“Soo-ah, apa kau tidak apa-apa?” Tiffany khawatir melihat Sooyoung yang terbaring di sofa, sambil menunggu gilirannya untuk di foto.
“Aniyo, aku tidak apa-apa, hanya ngantuk berat saja” ujar Sooyoung sambil menguap.
“Apa tidak sebaiknya kau batalkan saja latihan dengan Yunho oppa? Kau terlihat lelah Soo” Jessica datang memberikan saran.
“Tidak bisa, aku sudah berjanji dengan Yunho oppa latihan malam ini. Lagian kalau bukan malam ini, kapan lagi kami bisa latihan” jawab Sooyoung.
“Kalian bisa latihan besok, Soo. Itu kan hanya gerakan dansa yang mudah” Tiffany masih membujuk Sooyoung.
“Tidak apa-apa Fany-ah. Aku tidak enak dengan oppa jika harus membatalkannya. Kau tahu kan, kalau menyangkut dance, maka harus sempurna untuk Yunho oppa”
“Hmm, kau benar Soo, tapi—“
“Sudahlah Jessica. Tolong bantu aku” Sooyoung memotong perkataan Jessica. Ia mengangkat kedua tangannya. Yeoja itu membantu membantu Sooyoung berdiri.
“Giliranmu Soo” Hyoyeon datang dan langsung duduk. Ia tampak lelah, begitu pula dengan member SNSD lainnya.
***

Pukul 9.30 malam, Changmin melihat ke jam tangannya. Ia heran apa yang dilakukan Hyungnya malam-malam begini di SM. Setelah syuting acara tadi, seharusnya mereka sudah bisa kembali ke dorm. Tapi hyungnya malah kembali lagi ke sini. Dan anehnya Changmin malah memilih mengikutinya. Ia berjalan sendiri, sementara hyungnya pergi entah kemana. Saat memasuki lobi, ia malah melihat pemandangan yang tak biasa. Seorang namja tampak duduk sendiri di sofa, ia tampak sedang menelpon seseorang. ‘Aneh, apa yang dilakukannya disini? Ini kan sudah malam, pikir Changmin. Ia mendekati namja itu dan menepuk bahunya,
“Hei, Kyuhyun! apa yang kau lakukan disini?”
Namja itu, segera menutup handphonenya dan tampak sedikit kaget.
“Changmin? Kenapa kau bisa ada disini?” ujarnya sambil berdiri. Bukannya menjawab pertanyaan Changmin, ia malah balik bertanya.
Changmin duduk di sofa, diikuti oleh Kyuhyun.
“Aku tadi mengikuti Yunho hyung kesini, aku hanya ingin tahu apa yang ia lakukan malam-malam begini” ujar Changmin.
“Oh, kau tidak tahu?” Kyuhyun bertanya, tapi lebih seperti berkata pada diri sendiri.
“Tidak tahu? Maksudmu apa?” Changmin heran
“Kau benar-benar tidak tahu? Bukannya Yunho hyung kesini untuk latihan?”
“Latihan? Latihan apa?” Changmin malah bingung. Kyuhyun memandang heran pada namja itu. aneh, kegiatan hyungnya sendiri tidak tahu, pikirnya. Tunggu, wajar saja Changmin tidak tahu, yang aneh adalah dirinya yang bisa tahu dan sekarang berada disini untuk tujuan yang tidak jelas.
Changmin memandang Kyuhyun yang diam.
“Hei pabo! Jawab pertanyaanku!”
“Oh, latihan dansa” Kyuhyun tersadar.
“Dansa?!?”
***

Sooyoung berdiri di depan kantor SM. Kepalanya pening, tapi ia tetap memaksakan diri untuk pergi latihan bersama Yunho. Ia berdiri tegak, dan melakukan sedikit gerakan senam untuk meregangkan badannya yang lelah.
“Semangat Sooyoung! Hwaiting!” ujarnya sambil melangkah masuk.
Walaupun sudah menyemangati diri sendiri, ia tetap berjalan dengan langkah lemas. Sebelum memasuki lobi, tiba-tiba ia mendengar suara dua orang namja yang ia kenal. Ia hendak menyapa mereka, saat tiba-tiba ia mendengar seorang namja berkata sambil setengah berteriak,
“Sooyoung? Maksudmu Choi Sooyoung?” Changmin sedikit kaget.
“Ne, memang yang mana lagi?” namja satu lagi yang bernama Kyuhyun mengangguk.
“Hahaha aneh sekali” Changmin tertawa.
“Apanya yang aneh?” Kyuhyun tidak mengerti.
“Kau bilang tadi berpasangan dengan Seohyun ya kan? Lalu kenapa Yunho hyung berpasangan dengan Yeoja itu?”
“Apa maksudmu?”
“Kukira untuk seorang namja sepopuler hyung, paling tidak ia berpasangan dengan Tiffany atau Yoona! Atau paling tidak Jessica!”
DEG!
Sooyoung tiba-tiba merasakan sakit menusuk jantungnya, saat mendengar kata-kata namja itu. ia tidak menyangka akan mendengar hal itu. Matanya tiba-tiba terasa panas. Ia menutup mulutnya, sambil berusaha menahan air matanya agar tidak mengalir sementara, dua orang namja itu masih terus mengobrol.
“Hmm begitulah, aku juga tidak tahu kenapa hyungmu bisa berpasangan dengannya” Kyuhyun menjawab sekenanya, walaupun ia agak kesal dengan perkataan Changmin tadi.
Changmin sendiri setelah mengatakan hal tadi terdiam. Ia merasa telah berbuat sesuatu yang salah. Tapi kemudian ia malah bertanya pada Kyuhyun,
“Menurutmu, apa mereka terlihat cocok?”
“Uhmmm, tidak” Jawab Kyuhyun pendek. Tapi ia menyambung dalam hati ‘Ia lebih cocok denganku!’
Sayang Sooyoung tidak mendengarnya. Ia hanya mendengar kata ‘Tidak’. Airmatanya mulai mengalir di pipinya. Ia berusaha melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu, tapi tidak bisa. Kakinya seperti tertanam di lantai. Ia merasa napasnya mulai sesak.
“Hei Kyu, kau belum menjawab pertanyaanku tadi! Apa yang kau lakukan—“
“Apa kau menyukai Sooyoung?” secara tiba-tiba Kyuhyun melontarkan pertanyaan itu pada Changmin. Kyuhyun bertanya dengan maksud untuk mencari tahu, sebenarnya pertanyaan itu hanya iseng saja, karena ia selalu melihat Sooyoung dan Changmin yang selalu kaku jika bertemu. Ia hanya memastikan di antara mereka tidak ada hubungan spesial, dan ia merasa sekarang waktu yang tepat untuk menanyakannya.
“Apa-apaan kau ini! Tentu saja tidak! Itu tidak mungkin!”
Kata-kata Changmin itu, menjadi kata-kata terakhir yang didengan Sooyoung, sebelum akhirnya ia bisa berlari dari tempat itu. ia sudah tidak sanggup lagi untuk mendengar hal-hal tentang dirinya dari kedua orang itu. ia berlari ke luar ruangan itu, udara di sana membuat napasnya semakin sesak saat ia mencoba untuk tidak menangis. Ia terus berlari, sampai ia merasa tidak ada seorangpun didekatnya yang bisa melihatnya menangis.
***

Siwon baru saja memarkir mobilnya, saat ia melihat seorang yeoja yang berlari. Keadaan di tempat parkir itu cukup gelap, sehingga ia tidak bisa melihat yeoja itu dengan jelas. Ia merasa seperti mengenalnya, tapi ia kemudian berpikir hal itu tidak mungkin. Ia berjalan masuk ke dalam gedung SM. ia harus menemui manajernya untuk suatu hal yang cukup penting. Ia masuk ke lobi dan melihat dua orang namja.
“Kalian sedang apa disini?” tanyanya.
“Oh hyung! Tidak, kami tidak melakukan apa-apa!” jawab Kyuhyun.
“baiklah kalu begitu, aku pergi dulu” Siwon melangkah menuju lift. Ia agak terburu-buru karena manajernya sudha menunggu.
“Hyung, mau kemana?” Kyuhyun bertanya.
“Manajer ingin bertemu denganku, aku ke atas dulu. Annyeong” ujarnya sambil masuk ke lift.
Di dalam lift Siwon masih penasaran dengan yeoja yang dilihatnya tadi. Untuk memastikannya, ia menelpon Tiffany.
“Yeoboseyo?” Suara di seberang telpon menjawab.
“Yeoboseyo, Fany-ah kalian ada dimana?”
“Kami ada di dorm oppa, kami baru pulang. Hari ini jadwal kami sangat padat”
“Oh, mianhe kalau aku mengganggumu”
“Anieyo, oppa tidak menganggu sama sekali” Tiffany menjawab dengan nada sedikit panik.
“Benarkah? Oh iya, apakah Sooyoung ada di dorm?” Akhirnya ia menanyakan hal yang dari tadi mengganggu pikirannya.
“Anhi, ia sedang latihan dengan Yunho oppa, jadi ia belum pulang. Memangnya kenapa oppa?”
“Hmm, tidak apa-apa. Mianhe kalau mengganggumu Fany-ah. Selamat istirahat yah”
“Ne, oppa”
Siwon menutup handphonenya. Jadi Sooyoung belum pulang, pikirnya. Tapi Tiffany tadi mengatakan kalau Sooyoung dan Yunho sedang latihan, jadi kemungkinan besar yeoja tadi bukan Sooyoung. Siwon masih berpikir, perasaannya mengatakan ada yang tidak beres.
***

Yunho memandang layar handphonenya. Sebuah pesan singkat dari Sooyoung

From: Sooyoungie
Oppa, malam ini aku tidak bisa datang untuk latihan. Mianheyo membuat oppa menungguku. Aku benar-benar menyesal tidak bisa datang. Kita bertemu besok ya, Oppa. Gomawo.

Yunho berusaha menelpon Sooyoung, tapi ponsel yeoja itu mati. Akhirnya, ia memilih meninggalkan ruang latihan itu. Saat memasuki lift, ia bertemu dengan Siwon.
“Annyeong Hyung” Sapa Siwon.
“Annyeong, sedang apa kau malam-malam begini?” tanya Yunho.
“tidak apa-apa, hanya bertemu dengan manajer” jawab Siwon.
“Oh” Yunho mengangguk. Ia sedikit lelah karena jadwal hari ini yang padat, membuatnya malas berbicara.
“Hyung, apa kau tadi latihan dengan Sooyoung?”
“Anhi, tidak jadi, ia tidak datang tadi” jawab Yunho.
“benarkah?” Siwon bertanya dengan sedikit terkejut.
“Ne, kenapa?”
“Tidak apa-apa”
Pintu lift terbuka. Siwon berlari keluar setelah mengucapkan salam pada Yunho. Ia melewati saja dua orang namja yang ada di lobi.
***
Sooyoung masih menangis. Ia berada di salah satu sudut bagunan SM yang sepi. Ia merasa sangat sakit dengan apa yang didengarnya tadi. Lebih-lebih saat ia mendengar jawaban Changmin atas pertanyaan Kyuhyun. Ia merasa sangat bodoh, karena semalaman memikirkan namja itu, padahal namja itu sama sekali tidak tertarik padanya.
‘Bodoh kau Choi Sooyoung! Aku sudah mengatakan padamu jangan membiarkan hal itu terjadi lagi! Kau lihat sekarang kan?’ akal sehatnya memarahi dirinya sendiri.
Ia kembali teringat kejadian beberapa hari ini. Tentang ia yang tidak punya pasangan untuk konser, tentang perkataan Sungmin saat latihan dansa,
‘Kau lebih pantas jadi pengantin laki-lakinya Soo!’ saat itu ia masih bisa menganggapnya sebagai lelucon, tapi sekarang kata-kata Sungmin itu terasa sangat menyakitkan buatnya. Dalam mimpi pun ia tidak bisa melihat namjanya.
Otaknya sudah berusaha untuk menyuruhnya berhenti menangis, tapi hatinya menolak. Ia tidak bisa menghentikan air matanya. Ia duduk sambil menelungkupkan wajahnya di lututnya sambil menahan suaranya agar tidak terisak.
“Sooyoung?” ia mendengar seorang namja memanggil namanya.
Sooyoung terkejut, ia menoleh dan mendapati Siwon sudah berdiri di hadapannya.
“Op-oppa” Jawabnya lemah, ia berusaha agar tidak menangis walau napasnya terasa sangat sesak.
“Sooyoungie, ada apa? Kenapa kau menangis?” Siwon berkata dengan lembut, sambil ikut duduk di samping Sooyoung. Ia merangkul Sooyoung dan membiarkan kepala Sooyoung bersandar di bahunya.
“Oppa…” hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Sooyoung. Hanya kata itu yang bisa dikatakannya, ia tidak mau tangisnya pecah.
Siwon mengelus kepala Sooyoung. Ia mengerti yeoja itu sedang tidak bisa berkata apa-apa.
“Menangislah Soo, tidak apa-apa. Aku akan menemanimu disini” ujarnya.
Mendengar perkataan Siwon, Sooyoung hanya bisa menggigit bibirnya, ia berkata dengan lemah,
“Oppa… apa aku tidak pantas untuk siapapun?” dan airmatanya akhirnya mengalir dengan deras.
***TBC***

Akhirnya selesai juga updatenya…. part ini buatnya bener-bener sulit… part paling sulit dah pokoknya! Part ini kepanjangan kayaknya deh?

mian kalau ada salah dalam penulisannya ya! n buat para reader tersayang, jangan lupa komennya ya….

Iklan