Tag

, , , , , ,

I am a CHANGSOO SHIPPER! Why did i say this? Just want to say…. forget it
Oke buat pembaca diharapkan menaruh komennya ya…. buat motivasi author n buat umpan balik (alah, apa coba)… dan buat silent reader, author ga tau mau bilang apa, hanya bisa berlapang dada dan berbesar hati.. baiklah ini my bride part 5 (update agak lama soalnya author kekurangan motivasi hehehe). Silahkan dibaca….

My Bride  5

my bride

By: Sasha_mad

“Oppa, aku lelah…” yeoja itu tampak kepayahan dan napasnya tak beraturan. Namja yang berlari di depannya menoleh ke belakang, memastikan tidak ada yang mengikuti mereka. Setelah yakin tidak ada orang lain, ia berhenti.
“Kau baik-baik saja?” Yunho memperhatikan yeoja yang terduduk di jalan karena kelelahan.
“Ne, Oppa” Sooyoung mengangguk sambil mengatur napasnya.
“berdirilah, kita ke taman itu saja untuk istirahat” Yunho kemudian membantu Sooyoung berdiri. Mereka berjalan ke taman tidak jauh dari tempat mereka berhenti tadi. Karena sudah cukup malam, keadaan di sana sepi jadi mereka tidak perlu khawatir ada yang mengenali. Sooyoung dan Yunho duduk di ayunan yang ada di taman.
“Gomawo, oppa sudah menyelamatkanku. Apa oppa tau siapa yang mengikutiku tadi?” Sooyoung bertanya pada Yunho.
“Aku tidak tahu, Soo. Yang kutahu ia sudah memperhatikanmu sejak di restoran tadi”
“Lho, oppa tadi ada di sana juga?” Pantas saja Sooyoung merasa ada dua orang yang memperhatikannya.
“Ne, aku tidak sengaja melihatmu di jalan sebelum kau masuk ke restoran itu, jadi aku mengikutimu”
“Bagaimana oppa bisa mengenaliku? Aku kan menyamar?”
“Aku sudah lama mengenalmu Soo, tentu aku tahu kalau itu adalah kau” Yunho tersenyum.
Sooyoung juga tersenyum, ia senang mendengar ucapan Yunho tadi. Ternyata oppanya itu juga memperhatikannya. Ia mengira hanya Siwon atau Sungmin yang memberi perhatian padanya.
“apa yang kau lakukan malam-malam begini Soo? Kau tahu hal itu berbahaya, apalagi kau keluar sendiri”
“aku hanya mencari makanan oppa, di dorm sudah habis”
“Hhh, kau ini ternyata masih tetap shikshin. Lain kali beli persediaan makanan yang cukup biar tidak perlu keluar malam begini. Bagaimana kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tadi? Kau akan membuat orang-orang khawatir. Jangan melakukannya lagi, Mengerti?” Yunho menasehati Sooyoung.
“Ne, oppa, aku tidak akan melakukannya lagi” ujarnya tersenyum.
“oiya, oppa sendiri sedang apa? Ini kan juga sudah malam?”
“Sebenarnya tadi aku sudah kembeli ke dorm, tapi changmin sedang tidak ada. Daripada bosan, lebih baik aku jalan-jalan”
“Oh begitu, memangnya Changmin oppa pergi kemana?” Sooyoung tidak bisa menghentikan mulutnya untuk tidak bertanya tentang namja itu.
“Dia sedang pergi makan malam, dengan Yeonhee” Yunho kemudian menoleh ke Sooyoung, “Hei, kau ini selalau menanyakan Changmin, ada apa?”
“A-aniyo, Cuma penasaran saja” jawab Sooyoung. Entah kenapa ia merasa tidak enak mendengar hal itu. tapi secara tiba-tiba ia berkata, “Aku cemburu dengan Yeonhee unnie”
“Apa? Cemburu?” Yunho memandang yeoja itu dengan sedikit heran, memastikan ia tidak salah dengar.
***

Changmin pulang ke dorm dan mendapati dorm mereka dalam keadaan sepi.
“Hyung?” panggilnya, tapi tidak ada jawaban. Ia mencari di kamar Yunho, tapi tidak melihat ada tanda-tanda hyungnya disana. Mungkin sedang keluar, pikirnya. Ia kemudian duduk di sofa dan memanjangkan kakinya di sofa, berusaha melepaskan lelah. Ia teringat makan malamnya tadi. Ternyata, Yeonhee mengundangnya makan malam untuk mengenalkannya pada temannya. Yeonhee sendiri datang dengan pacarnya. Yeoja yang dikenalkan oleh Yeonhee itu sangat pendiam, sehingga ia jadi sulit untuk berbicara dengannya. Yeonhee sendiri malah asyik dengan pacarnya, meninggalkan ia yang tersiksa dengan yeoja itu.
“Hhhhh, benar-benar makan malam yang membosankan!” ujarnya pada diri sendiri. Ia memejamkan mata, berusaha membiarkan pikirannya sedikit tenang. Ia mengingat-ingat apa saja yang terjadi hari ini, saat kemudian wajah seorang yeoja muncul di benaknya. Ia tersenyum, yeoja itu berbeda sekali dengan yeoja yang menemaninya makan malam tadi. Jika ia yang menemaninya makan malam, mungkin lebih seru, pikirnya.
“Aissh, Shim Changmin, apa yang kau pikirkan hah?” ia tersadar. Tapi pikirannya tidak bisa menolak untuk tidak memikirkan yeoja itu. ia kembali teringat kejadian saat yeoja itu melihat Kyuhyun dan Seohyun. Ia penasaran apa yang membuat yeoja itu kabur saat ia bertanya apa ia cemburu dengan mereka.
“Hmmm, sepertinya ada yang menarik diantara mereka, jangan-jangan ia memang cemburu? Aku akan mencari tahu nanti”
***

Angin berhembus cukup kencang malam ini, Sooyoung masih berayun di ayunan taman. ia belum menjawab pertanyaan Yunho tadi, membuat namja itu menghentikan ayunan sooyoung.
“Kau belum menjawab pertanyaan tadi. Kenapa kau cemburu dengan Yeonhee?”Yunho masih memegang tali ayunan Sooyoung agar ia tidak berayun lagi. Sooyoung menarik napas sebelum menjawab,
“Ya, aku cemburu dengan Yeonhee unnie, ia beruntung sekali bisa memiliki seseorang yang spesial untuknya” Sooyoung menunduk. Yunho hanya tersenyum mendengar jawaban Sooyoung.
“Soo, kau tidak perlu cemburu, suatu saat nanti kau akan menemukan seseorang yang tepat untukmu” ia menepuk pundak Sooyoung. Sooyoung masih menunduk, sebelum kemudian mengangguk. Keadaan menjadi sepi beberapa saat.
“hei, Soo bagaimana persiapan untuk konser kalian? Kudengar ada performance tambahan, benarkah?” Yunho memecah keheningan.
“Oh itu, Ya oppa kami harus menambah performance kami karena f(x) tidak bisa ikut dalam konser. Oppa tahu? Kami harus memakai gaun pengantin dan berpasangan!” Sooyoung sudah kembali seperti biasa.
“Oh ya? Lalu kau berpasangan dengan siapa?”
“Itu.. aku belum tahu oppa. Member lain sudah memiliki pasangan masing-masing, sedangkan aku baru besok akan tahu”
“Kenapa seperti itu?”
Sooyoung mengangkat bahunya dan menjawab, “Tidak tahu oppa, tapi kata manajer itu karena fans snsd”
Yunho heran dengan jawaban Sooyoung, tapi sebelum ia bertanya lagi, tiba-tiba hujan turun.
“Yah hujan, oppa bagaimana ini?”
“Ayo pergi dari sini!” mereka kemudian berlari mencari tempa berteduh. Akhirnya mereka menemukan halte bus dan berteduh disana. Pakaian mereka basah, padahal hanya kehujanan sebentar.
“Soo, tunggu disini aku akan mengambil mobilku. Tidak jauh dari sini”
“Tapi oppa ini masih hujan, nanti oppa basah dan kedinginan” cemas Sooyoung.
“Gwaenchanha, ini sudah malam, kita harus pulang”
“Tapi bagaimana kalau oppa sakit?”
“Ini Cuma hujan Soo, tidak apa-apa, tunggu disini oke?” Yunho kemudian pergi setelah meyakinkan Sooyoung bahwa ia tidak apa-apa.
Setelah 15 menit menunggu akhirnya Yunho datang dengan mobilnya. Yunho mengantarkan Sooyoung ke dorm snsd. Setelah itu ia pulang ke dormnya. Ia mendapati Changmin yang tertidur di sofa. Changmin sendiri akhirnya terbangun karena kedatangan Yunho.
“Hyung, darimana? Kau basah kuyup” ujar Changmin sambil memperhatikan hyungnya.
“Cuma jalan-jalan, aku bosan di dorm sendiri sementara kau malah asyik makan malam” ujar Yunho sembari masuk ke kamarnya.
“Yeah hyung, kalau bisa aku lebih memilih di dorm saja daripada makan malam seperti tadi” ujarnya. Ia bangkit, badannya pegal karena tadi ketiduran di sofa.
“Aisshhhh.. Hyuuuungggg!” ia cuma berteriak kesal saat mendapati lantai kotor dan basah karena hyungnya yang kebasahan dan menaruh sepatunya di lantai sembarangan.
***

Sooyoung terpaksa mandi lagi karena kebasahan. Setelah mandi ia bersiap untuk tidur, saat kemudian Jessica yang terbangun bertanya,
“Soo kau dari mana?” ujarnya sambil duduk di tempat tidurnya.
“Sica, kau belum tidur? Ini sudah jam 12 malam” Sooyoung menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.
“Aku sudah tidur tadi, tapi gara-gara kau aku jadi terbangun. Kau darimana malam-malam begini?”
“Aku dari luar, cari makanan”
“Diluar hujan, apa kau tadi kehujanan Soo?” ujar sica sambil merapatkan selimutnya.
“Ya, aku sampai harus mandi lagi karena basah kuyup. Kau tahu, tadi aku diikuti oleh seseorang yang tidak kukenal, untung aku bertemu yuhno oppa”
“Ya ampun Soo, untung tidak terjadi apa-apa denganmu!” Jessica yang kaget langsung duduk ditempat tidurnya,”Kau harus berterima kasih dengan Yunho oppa!”
“Aissh Jessica aku tidak apa-apa, aku sudah berterima kasih dengannya, tidurlah lagi” Sooyoung menarik lengan Jessica supaya berbaring lagi. Tapi sepertinya Jessica belum mau tidur lagi. Ia tampak memikirkan sesuatu, sebelum kemudian bertanya,
“Soo?”
“Mwo?”
“Aku ingin bertanya sesuatu, tapi kau harus jawab yah?”
“Tanyakan saja”
“Bagaimana perasaanmu dengan Kyuhyun oppa?”
Sooyoung kaget seklaigus heran dengan pertanyaan Jessica. Ia bangun dan duduk menghadap yeoja itu.
“Kenapa kau bertanya seperti itu? Bukankah kita sudah berhenti untuk membahasnya?” ujarnya dengan nada sedikit kesal. Ia jadi tidak mood untuk tidur. Jessica jadi mengurungkan niat untuk bertanya lagi. Ia tahu, Sooyoung tidak suka membahas hal ini lagi sejak ia memutuskan untuk menganggap Kyuhyun tidak lebih daripada Oppa mereka yang lainnya. Tapi tingkah laku Kyuhyun di ruang latihan tadi membuatnya penasaran. Dan ia ingin mengetahui bagaimana sebenarnya perasaan Sooyoung sekarang.
“Mianhe Soo, aku tidak bermaksud untuk mengungkit hal itu lagi. Jadi kau sudah benar-benar tidak ada perasaan apa-apa dengannya?”
Sooyoung menghela napas sebelum kemudian menjawab, “Jika kukatakan aku sudah benar-benar melupakannya, tentu aku bohong. Tapi aku sudah berusaha, dan kurasa saat ini bisa kukatakan bahwa aku sudah mencoba yang terbaik untukku, yaitu dengan menganggapnya sebagai oppa saja, tidak lebih dari itu”
“Oh…..” hanya itu yang keluar dari mulut Jessica.
“Tadi siang aku melihatnya berdua dengan Seobaby. Mereka adalah pasangan yang serasi” Sooyoung tersenyum.
“Soo-ah…” Jessica mengelus punggung Sooyoung.
“Hei, aku tidak apa-apa sica, tidak usah khawatir begitu!” ujar Sooyoung sambil menjauhkan tangan jessica dari punggungnya.
“Bener nih?”
“Iya, Sicachu… oh iya kau mau tahu tidak, saat aku melihat Kyu dan Soebaby, ada Changmin Oppa yang memergokiku! Dan tebak ia berkata apa? Ia bilang aku cemburu! Astaga darimana ia bisa tahu ya?”
“Oh ya? Changmin oppa bilang begitu?”
“Iya! Untung aku cepat kabur sebelum ia bertanya yang lain lagi. Kau tahu tadi pagi sebelum masuk ruang latihan aku juga bertemu dengannya!” Sooyoung kemudian menceritakan kejadian tadi pagi di lift. Jessica yang mendengarnya tertawa.
“Pabo, kau Sooyoung! Bagaimana bisa kau tidak sadar ada Changmin oppa disana?”
“Aku juga heran, mungkin aku terlalu terpesona dengan Yunho oppa hahaha” ia juga tertawa.
“Mmm, ngomong-ngomong tentang Changmin oppa, bagaimana hubunganmu dengannya?”
“Hubungan?” Kening Sooyoung berkerut mendengarnya.
“Maksudku, apa kalian sudah bisa akrab seperti yang lain?”
“Oh itu.. aku juga tidak tahu, hari ini bertemu dengannya dua kali dan aku selalu kabur darinya. Kami tidak sempat ngobrol” ujar Sooyoung dengan nada lemah.
“Hei Choi Sooyoung!”
“Ne, Jung Soo Yeon?”
“Apa kau menyukai Changmin oppa?”
“MWO?!? Yah Sica! Apa maksudmu bertanya seperti itu hah?” Sooyoung kaget. Ia tidak menyangka jessica akan mengeluarkan pertanyaan macam itu.
“Hei hei tidak perlu kaget begitu, aku kan cuma bertanya…” ujar Jessica sambil berusaha menyembunyikan tawanya.
“makanya jangan tanya yang aneh-aneh!” Sooyoung cemberut.
“Kalau kau tidak menyukainya, kenapa kau senang sekali mendengarkan lagu TVXQ? Bukannya kau suka lagu ballad?”
“Tentu aku suka TVXQ! Aku kan Cassie, jadi wajarlah aku suka mendengarkan lagu mereka!” Sooyoung mengelak.
“Oh ya?”
“Ya”
“Benar”
“Iya”
“Kau suka suara Changmin oppa?”
“Ya… eh maksudmu?”
“Hahaha.. I know it!” Jessica tertawa, “Jadi itu yang menyebabkan kau bisa melupakan suara Kyuhyun oppa yang indah! Iya kan Soo….?”
“Hah?! Ap-apa maksudmu sica?”
“Ahaha.. mengakulah kau Soo…”
“Apa sih kau ini! Sudah ah! Aku mau tidur!” Sooyoung berusaha menghindari Jessica yang masih terus menggodanya. Ia menarik selimut sampai menutupi wajahnya.
“Sooyoung kau ketahuan…” Jessica berusaha menarik selimut sooyoung.
“Yah Jessica hentikan itu!”
***

Keesokan harinya, mereka kembali latihan. Manajer mereka memberitahukan bahwa setelah jam makan siang, mereka akan berlatih untuk performance dengan pasangan mereka. Dan Sooyoung yang belum dapat pasangan akan tahu siap pasangannya nanti. Setelah jam makan siang, mereka bersembilan menunggu pasangan masing-masing. Ketika member lain sedang mengobrol, Sooyoung malah terus melihat ke pintu masuk. Sebenarnya ia penasaran juga siapa yang akan jadi pasangannya, sejak sang manajer menolak menyebutkan nama namja itu, membuat Sooyoung kesal jadinya. Padahal tinggal sebut saja, apa susahnya sih! Pikirnya.
Pintu kemudian terbuka, Sooyoung agak kaget, ia memandang ke arah pintu. Siapakah yang masuk?
Dua orang namja masuk. Sungmin dan Eunhyuk.
Setelah mereka kemudian muncul Minho. Sooyoung jadi agak cemas, entah kenapa jantungnya berdebar-debar tak karuan.
“Hei Soo! Apa yang kau pikirkan?” Fany menepuk pundak Sooyoung.
“Aniyo, Fany-ah, aku cuma penasaran…”
“Oh begitu.. selamat menunggu ya Soo! Haha…” Tiffany malah menggodanya.
“Annyeong!” Onew masuk. Sooyoung kaget, ‘Onewkah?’ pikirnya.
“Hei hyung! Apa yang kau lakukan disini? Kalian latihan diruang lainnya!” Minho mendatangi Onew.
“Oh, mian, kukira kita latihan disini. Oke, Annyeong semuanya!”
Sooyoung terlihat lega. Bukannya apa-apa, ia Cuma merasa aneh saja kalau harus dengan Onew.
Tiba-tiba pintu terbuka lagi. Sooyoung kembali kaget. Sunny dan Taeyeon yang memperhatikan wajah Sooyoung tertawa.
“Annyeong” Bora masuk ke dalam ruang latihan mereka, “Aku mencari Taeyeon Unnie”
“Oh ya, ada apa?” Taeyeon berjalan ke luar dengan Bora.
Sooyoung kembali kaget saat pintu terbuka, dan kali ini ia benar-benar kaget. Seorang namja tinggi berdiri di depan pintu.
“Annyeong Changmin oppa!” jessica memberi salam pada namja itu.
“Hei Changmin masuklah!” Eunhyuk memanggil namja itu.
Sooyoung yang duduk di kursi terlihat kaget. Ia mulai berpikir, ‘jangan-jangan dia…..’ jantungnya berdebar semakin kencang.
“oh Eunhyuk hyung, aku hanya liat-liat saja, apa Kibum sudah datang?” ujar Changmin.
“Belum, mungkin ia agak terlambat” ujar Eunhyuk.
“kalau begitu, aku pergi dulu. Nanti kalau ia datang katakan padanya kau mencarinya. Annyeong semuanya!” Changmin kemudian pergi.
Jessica melihat ke arah Sooyoung yang bengong. Ia hendak tertawa, namun berhenti saat Sooyoung menatapnya dengan tatapan kesal.
“Yah! Jessica, kau tahu! Ini benar-benar membuat kepalaku sakit!” Sooyoung kemudian berdiri. Ia hendak mencari udara segar di luar. Saat ia keluar dari pintu, ia bertemu dengan Yunho.
“Youngie, kau mau kemana?” tanyanya.
“Aku mau keluar oppa, kepalaku sakit, aku mau mencari udara segar” Sooyoung kemudian berjalan.
“Kau tidak latihan?”
“Belum, oppa. Masih ada beberapa member suju yang belum datang” ujarnya sambil berjalan. Yunho kemudian mengikutinya.
“Oppa juga tidak latihan?” Sooyoung bertanya dengan namja itu.
“Sebenarnya aku juga ingin latihan, tapi kau malah ingin jalan-jalan keluar. Ya sudah aku ikut denganmu saja” ujar Yunho.
“Oh begitu..” Sooyoung terus berjalan. Sebelum akhirnya ia menangkap apa maksud perkataan dari Yunho.
“Tunggu maksud oppa?” ia memandang namja itu dengan wajah kaget.
Yunho hanya tersenyum.

***TBC***

akhirnya selesai juga updatenya… ckckck… buat yang baca, tolong bayarlah kerja kerasku ini dengan komentar yah… oke….

Iklan