Tag

, , , , , ,

Sedihnya hari ini… hiks hiks… gagal deh bulan mei… waaaa (curcol)

ah mending update ff dulu dah.. kali-kali ada yang baca trus comment hehehehe…

My Bride 3

my bride

By: Sasha_mad

“Maksud oppa pendamping itu adalah laki-laki yang menjadi pasangan kami?” Yoona bertanya dengan wajah penasaran.
“Ya, begitu kira-kira. Mereka adalah teman selabel kalian”
“Omo, apa tidak apa-apa. Kalau fans mereka marah bagaimana?” Taeyeon tampak khawatir. Ia tidak mau menambah skandal lagi. Sudah cukup rasanya selama ini mereka menjadi bulan-bulanan antifans.
Manajer mereka tampak berpikir sebelum akhirnya menjawab,
“Bisa dikatakan performance kalian ini adalah fans service, karena mereka sudah mendukung kalian selama ini. Jadi tidak adanya salahnya jika kita menyenangkan hati mereka. Saat ini sedang trend dikalangan idol mengunakan tema gaun pengantin dan pernikahan. Ini hanyalah performance, tidak perlu khawatir. Bukankah fans kalian lebih banyak daripada antifans?”
“Tapi oppa…” Yoona berusaha menyampaikan pendapatnya. Ia adalah salah satu orang yang paling menderita karena skandal yang dibuat oleh para antifans. Seiring berjalannya waktu memang kebanyakan fans sudah bisa menerima bahwa mereka dekat dengan idol lainnya karena satu label produksi. Tapi tetap ia merasa was-was.
“Sudahlah kalian tidak usah terlalu memikirkannya. Keputusan ini sedah disetujui, dan tugas kalian sekarang adalah pergi untuk mengepas gaun kalian” Manajer mereka menyudahi.
“Tapi…”
“Aissh sudahlah, kalian bersiap-siaplah. Jangan lupa, jika sooyoung sudah datang, jelaskan ini padanya. Jangan sampai nanti menjadi masalah”
“Ne oppa” mereka menjawab serempak.
“Oh ya, satu lagi. Jika Sooyoung sudah sampai kalian segera turun karena mobil jemputan sudah menunggu dibawah”
—-
Changmin memandang yeoja yang berlari keluar dari lift. Yeoja itu setengah berlari menuju ke ruang latihannya, sambil terlihat menepuk-nepuk jidatnya. Ia sama sekali tidak menoleh padanya. Sementara Yunho masih tertawa disampingnya. Pintu lift akhirnya tertutup.
“Yah hyung, berhentilah tertawa, tidak ada yang lucu” ujarnya pada namja yang lebih tua darinya itu.
“Apa maksudmu? Dia itu lucu sekali, kau tidak lihat wajahnya? Seperti habis melihat hantu! hahahaha”
Changmin menatap hyungnya dengan tajam.
“oke-oke aku berhenti tertawa” yunho merangkul changmin keluar lift yang sudah terbuka.
“Dongsaengmu itu benar-benar aneh. Bisa-bisanya dia tidak sadar ada aku yang setinggi ini” protes changmin, “sepertinya benar-benar terpesona denganmu, hyung. Auramu menutupi pandangannya jadi tidak bisa melihat yang lain lagi”
“Bisa saja kau ini. Tapi memang benar hahaha” Yunho tertawa.
“Yeah hyung, kau memang benar-benar penakhluk wanita”
Changmin memang tahu persis kalau hyungnya ini adalah namja yang populer dikalangan yeoja fans. Tak sedikit pula yeoja idol yang mengaguminya. Reaksi seperti Sooyoung tadi adalah hal yang biasa sebenarnya, mengingat begitu seringnya ia melihat yeoja yang histeris jika bertemu Yunho.
“Hei, tapi dia tadi menanyakannmu. Kau dengar sendiri kan?” ucapan Yunho menyadarkannya.
“Yah, dongsaeng aneh itu, apa dia tidak ada hal lain yang lebih penting untuk ditanyakan?”
“Berhentilah menyebutnya aneh, menurutku ia menyenangkan”
“Terserah hyung” Changmin membuka pintu. Manajer mereka belum datang. Ia kemudian duduk di sofa. Ia kembali teringat wajah Sooyoung tadi saat tahu kalau ia ada dibelakangnya. Wajahnya tampak kaget dan kaget. ‘hmm.. wajahnya memang lucu’ ia tersenyum. Ups! Ia sadar sedang tersenyum sendiri, untung Yunho sedang asyik melihat-lihat majalah di meja.
Changmin bersandar di sofa sambil menunggu sang manajer. Tiba-tiba terpikir kembali tentang Sooyoung. Yeoja itu tidak begitu akrab dengannya, padahal hyungnya yang lain sangat akrab dan sering menghabiskan waktu dengannya. Ia merasa tidak cocok dengan yeoja itu. Kelakuannya memang berbeda dengan member SNSD yang lainnya. Dia tidak punya keraguan sama sekali untuk menyapa semua orang, berbicara dengan blak-blakan, tertawa keras, dan tidak malu-malu sama sekali dengan namja-namja lain di SM, kecuali mungkin dengannya. Bila mereka berpapasan, Sooyoung hanya menunduk dan menyapa “Annyeong Oppa”, atau bila mereka satu panggung, jarang sekali terlibat satu percakapan. Tapi herannya, Hyung-hyungnya suka pada yeoja yang menurutnya seperti seorang namja itu.
***
BRAK!
Sooyoung membuka pintu, membuat member lainnya kaget.
“Yah, Choi Sooyoung, pelan-pelan kenapa?” Sunny protes.
“Mi-mianhe..” Sooyoung segera duduk di kursi. Ia masih terengah-engah.
“Kau kenapa? Seperti habis melihat hantu, wajahmu pucat” ujar Hyoyeon.
“Hah.. kurang lebih seperti itu” Sooyoung memejamkan matanya.
“Beneran?” Jessica penasaran. Yang lain mengerumuni Sooyoung.
“Tidak ada hantu disini Jessica” Yuri ikut duduk di samping Sooyoung.
“Lalu kau kenapa?” tanya Taeyeon pada Sooyoung.
“Ah, aku tidak apa-apa” ujar Sooyoung. “Aku hanya berlari kesini karena takut terlambat” ia berbohong. Ia tidak mau menceritakan hal memalukan tadi. Tidak sekarang, nanti saja di dorm.
“Huuuuuu… Dasar kau ini!” mereka pun bubar dari kerumunan.
“Yah, ayo kita pergi! Jangan buang waktu, jadwal kita padat hari ini” Yoona mengambil tasnya.
“Pada mau kemana?” Sooyoung heran melihat yang lainnya juga ikut mengambil tas dan bersiap pergi.
“Kita akan fitting baju, ayo cepat bangun” Tiffany menarik tangan sooyoung supaya ia berdiri.
“Fitting? Baju apa? Dimana?”
“Nanti taeyeon yangmenjelaskan, sekarang kita pergi dulu”
“Tapi aku masih capek! Aku juga lapar!” Sooyoung menolak bangkit dari kursinya.
“Kalau begitu beli makanan saja dulu, ayo bangunlah aku akan menemanimu membelinya” Tiffany membujuk Sooyoung.
“Aaahh baiklah….” Sooyoung akhirnya berdiri. Ia mengambil tasnya dan berjalan mengikuti delapan member lainnya.
“Taeng, kita mau kemana sih?” Sooyung berjalan di samping Taeyeon.
“Begini, Soo dengarkan baik-baik penjelasanku ini ya!”
“Uh-hm” Angguk Sooyoung. Taeyeon mulai menjelaskan sambil berjalan pelan.
“Karena performance dari f(x) batal, maka kita akan melakukan performance tambahan. Tapi performance ini tidak perlu banyak latihan karena tidak ada menyanyi dan menari. Bisa dikatakan ini adalah fans service, untuk menyenangkan fans. Kita hanya perlu menggunakan gaun pengantin, jadi sekarang kita akan pergi untuk fitting”.
Sooyoung mengangguk-angguk, Taeyeon menantikan reaksi sooyoung.
“OMO! Gaun pengantin! Beneran kita akan memakainya?” Akhirnya sooyoung mencerna apa yang diakatakan Taengoo.
“Iya, benar. Oiya selain itu kita juga….” Taeyeon lanjut menjelaskan, ia tidak menyadari bahwa yeoja disampingnya sedang bengong. Sooyoung sedang berpikir tentang mimpinya tadi pagi. Benar-benar suatu kebetulan ia bermimpi akan menikah dan sekarang ia akan memakai gaun pengantin. OMO! Mungkinkah mimpi itu adalah suatu tanda kalau ia bakal memiliki seorang yang spesial….
“Hei Choi Sooyoung! Kau mendengarkan penjelasanku tidak?” Taeyeon membuyarkan hayalannya
“Ah, Tentu saja! Ayo cepat kita pergi!” tiba-tiba ia merasa bersemangat. Ia menarik tangan taeyeon dan setengah berlari menyusul teman-temannya.
“Jadi pergi beli makanannya, Youngie?” Tiffany bertanya
“Hmm, nanti saja. Setelah fitting baju!” ia menjawab dengan senyum mengembang. So excited.

***

Mereka akhirnya sampai disebuah butik mewah yang khusus menyediakan gaun dan aksesoris pernikahan. Semua member snsd tampak kagum dengan apa yang mereka lihat. Gaun-gaun pengantin tampak sangat mempesona di patung-patung yang dipajang di etalase toko. Mereka semakin takjub saat masuk. Semakin banyak gaun pengantin yang membuat mereka terpana, “OMO!”, “Oh, My”, “Astaga….” yah begitulah kira-kira kata-kata yang keluar dari mulut mereka setiap mata mereka menangkap objek yang ada di butik tersebut.
Berbagai macam model gaun, mulai dari yang terkesan sederhana, sampai yang modern dan mewah, ada gaun yang panjangnya hanya diatas lutut, sampai yang sangat panjang sehingga kira-kira kalau dipakai perlu bantuan 4 orang untuk membawanya. Tentu saja kebanyakan berwana putih dengan berbagai gradasi, tetapi ada juga berwarna pink atau ungu.
Sembilan orang gadis cantik itu tak sabar untuk mencoba gaun-gaun tersebut. Mereka mulai mencari yang pas dengan selera dan keinginan mereka. Beberapa pelayan toko tampak membantu mereka berkeliling dan memberikan beberapa saran.
Sooyoung dan Yoona memperhatikan gaun-gaun yang ada dihadapan mereka. Tampaknya sedikit bingung menentukan gaun mana yang mereka pilih karena semuanya tampak sama. Mengagumkan.
“Nona ingin gaun yang seperti apa?” seorang pelayan toko menghampiri mereka.
“Ah.. kami masih bingung” ujar sooyoung sambil mengamati gaun ditangannya.
“Hmmm..aku sepertinya lebih menyukai gaun yang berwarna putih terang dengan bagian bawah yang tidak terlalu lebar” Yoona mengambil salah satu gaun.
“oh, kalau begitu sebaiknya nona melihat beberapa gaun kami yang ada di sebelah sana” pelayang itu mengajak Yoona ke salah satu sudut toko. Sooyoung tidak mengikuti mereka, ia lebih memilih berkeliling sendiri. Tiba-tiba ia melihat gaun yang menurutnya sangat indah. Sederhana tapi elegan.
“Aku akan mencoba yang ini” pintanya pada seorang pelayan toko.
”Baik nona, mari ikut saya”
Sooyoung berjalan mengikuti pelayan tersebut. Ia melihat Yuri dan Jessica juga masih sibuk memilih-milih gaun. Begitu juga dengan Hyoyeon dan Seohyun. Sementara Tiffany malah asyik melihat-lihat sepatu dengan Taeyeon dan Sunny.
Sooyoung keluar dari ruang ganti, bersamaan dengan Yoona, membuat semua member snsd yang lain takjub,
“Waah kalian berdua canti sekali!!! Gaunnya pas dengan kalian!”
***
Jam 1 siang mereka sudeh kembali ke SM. Sooyoung yang notabene kelaparan, setengah terpaksa naik lagi ke ruang latihan mereka. Ia ingin cepat-cepat pergi mencari makanan.
“Huh! Kenapa sih kita harus membawa sepatu-sepatu ini! Kenapa tidak diantarkan saja nanti saat sudah mau dipakai!” Sooyoung mengomel.
“Kami juga tidak tahu Soo, manajer yang menyuruh begitu” Sunny menerangkan.
“Aishh..” Sooyoung cemberut.
Saat sampai di ruang latihan, Sooyoung langsung berteriak “Siapa yang mau ikut makan denganku?!?”
Tidak ada jawaban.
“Yah! Tidak ada?!”
“Aku lagi diet” Yuri menyahut. Tiffany dan Hyoyeon mengangguk-angguk “Aku juga”
“What?”
“Pergilah duluan Soo, nanti kami menyusul” Jessica masih duduk. Ia sedikit lelah sepertinya.
Sooyoung tidak ada pilihan lain. Ia berjalan sendiri keluar. Sampai di tempat makan yang ditujunya, ia melihat Seohyun. Ia bingung, kapan Seohyun pergi ketempat itu? Ia tidak melihatnya tadi saat berjalan. Saat hendak menghampiri Seohyun, tiba-tiba ia menangkap sosok seorang namja di samping maknaenya. Seketika ia berbalik arah dan bersembunyi di balik dinding.
‘Kyuhyun oppa?’ tiba-tiba hatinya berdesir. Namja itu tidak lain adalah Cho Kyuhyun. Maknae Super Junior yang terkenal dengan suaranya yang indah. Sooyoung sangat menyukai suaranya. Tunggu. Tidak hanya suaranya. Ia juga mempunyai perasaan khusus dengannya. Lebih tepatnya pernah mempunyai. Sekarang ia sudah bisa menyesuaikan diri dengan kenyataan bahwa namja tersebut tidak menganggapnya lebih daripada dongsaeng dan teman, walaupun kadang ia masih tidak bisa menghentikan jantungnya yang berdetak lebih cepat ketika bertemu dengannya. Sooyoung tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya terhadap dua orang tersebut. Ia menghintip mereka yang sedang mengobrol dari balik dinding. Ia mengakui ada rasa sakit yang menusuk hatinya saat melihat pemandangan itu, tapi ia tidak dapat membiarkan mereka terganggu karenanya. Mereka adalah pasangan yang serasi, pikirnya.
“Pasangan yang serasi” Sebuah suara dari terdengar dari belakang Sooyoung.
“Uh-hm… kau benar”, ia mengangguk-angguk, sebelum kemudian tampak kaget. Spontan ia berbalik dan mendapati Changmin berdiri dibelakangnya, ikut memperhatikan apa yang sedang dilihat Sooyoung.
“Yah! Sedang apa kau disini?“ Sooyoung kaget setengah berteriak.
“Kau sendiri?”
“Siapa disana?” Suara Kyuhyun menyadarkan Sooyoung. Ia buru-buru merapatkan diri ke dinding agar tidak kelihatan oleh Kyuhyun. Ia mendekatkan badannya ke Changmin yang terkejut dengan gerakan Sooyoung,
“Hei, kau —-“ ucapan changmin terpotong karena Sooyoung keburu menutup mulutnya.
“Ssstttt! Oppa jangan bicara” bisiknya sambil menempelkan jari telunjuk di bibirnya. Changmin menurut, ia mengamati wajah yeoja yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya.
“Oppa ada apa?” Seohyun bertanya kepada Kyuhyun.
“Hmmm.. tidak apa-apa, sepertinya aku salah dengar” Kyuhyun kembali mengobrol dengan Seohyun.
Sooyoung yang menyadari posisinya dengan changmin, menjadi salah tingkah, ia cepat-cepat menjauh dari namja itu. ia berjalan meninggalkan Changmin.
“Tidak jadi makan?” Changmin rupanya berjalan mengikuti Sooyoung.
‘Aishhh… apa sih mau orang ini, kenapa mengikutiku’, batin Sooyoung.
“Tidak”
“Kehilangan selera makan karena cemburu?”
DANG!!!
Kata-kata Changmin seketika membuat Sooyoung berhenti berjalan. Ia kaget, darimana namja itu tahu tentang perasaannya saat ini. Ia tidak dapat berkata-kata. Lidahnya terasa kelu. Sekedar berbalik untuk menatap namja yang berbicara itu pun ia tidak bisa.
“Hei, kenapa diam?”
Sooyoung masih diam di tempatnya.
Changmin berjalan mendekat. Tapi sebelum berhasil melihat wajah Sooyoung, yeoja itu sudah berlari meninggalkannya. Benar-benar yeoja yang aneh, pikirnya. Apa ia tersinggung dengan pertanyaan tadi? Padahal ia hanya sembarangan bicara. Tiba-tiba ia tercenung. Jangan-jangan memang benar?
***
Sooyoung berhenti lari, kelelahan. Ia heran bagaimana Changmin bisa berkata seperti itu, Sooyoung tidak habis pikir. Untung ia keburu lari sebelum orang itu bertanya yang macam-macam. Mungkin hanya bercanda, pikirnya. Tapi bisa juga ia benar-benar tahu. Jika Changmin memang mengetahuinya, maka bagaimana bisa seorang Cho Kyuhyun yang selama ini cukup dekat dengannya tidak bisa membaca perasaannya? Bahkan jika itu, menurutnya, sudah ia perlihatkan dengan jelas. Sooyoung masih terdiam ditempatnya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, ada sms masuk.

From: Jessica
Soo, cepat kembali, manajer sudah menunggu.

Yah, apa-apaan sih, belum juga sempat makan! Sooyoung mengomel dalam hati.
***TBC***

Argghhh!!! Pengennya cepat-cepat ke bagian utama, tapi ga bisa soalnya ga nyambung ntar ceritanya! (Authornya ga sabaran nih!)

Comment donk hehehehe!!!

Iklan