Tag

, , ,

My First Fanfic nih… Buset dah ga nyangka ternyata nulis ff itu susah banget yak! ini cuma buat coba-coba aja, entah ada yang baca atau enggak. maaf ya kalau jelek… namanya juga coba-coba wkwkwkwkwk…. yang kebetulan ketemu dan baca ni ff, sangat diharapkan untuk meninggalkan komentarnya ya…

langsung aja dah…

My Bride

By  Sasha_mad

By: Sasha_mad

Sooyoung tidak mengerti apa maksud namja ini membawanya ke atas gedung. Ia tampak bingung, tapi sepertinya ia tidak punya pilihan lain selain berjalan mengikuti namja tersebut. Sampai di salah satu sisi atap mereka berhenti. Sooyoung memandang ke sekelilingnya. Saat itu matahari sudah mendekati waktunya untuk terbenam, tetapi karena langit sangat bersih, ia masih dapat bersinar dengan cahayanya yang berwarna jingga keemasan dan membentuk bayangan di gedung-gedung dan bangunan di sekitar tempat sooyoung sekarang berdiri. Untuk sesaat dia diam sambil menikmati pemandangan itu. ‘Ah suasana ini romantis sekali…..cocok banget buat pacaran hehehehe…’, pikirnya.
Sementara itu, namja di depannya masih tetap diam. Ia berdiri membelakangi sooyoung. Entah apa yang dipikirkannya, sooyoung sama sekali tidak tahu. Setelah sekitar lima menit mereka berdiam diri, tiba-tiba namja di depannya menarik napas panjang. ‘Sepertinya dia sudah siap mengatakan sesuatu’, batin sooyoung.
“Sooyoungie….”, ucap namja tersebut sampil tetap membelakangi sooyoung.
“ne, oppa….” jawab sooyoung sambil menunduk. Selain karena namja tersebut tidak menatapnya, ia menunduk untuk mengurangi terpaan sinar matahari yang membuat matanya silau.
“mianhe, sudah menyuruhmu mengikutiku sampai kesini, kuharap kamu tidak keberatan”.
“aniyo, oppa, tentu saja aku tidak keberatan. Memangnya apa yang ingin oppa bicarakan denganku?” sooyoung berkata sambil tetap menunduk. Sekali lagi sooyoung mendengarnya menarik napas panjang.
“bolehkan aku minta satu permintaan padamu?”
“tentu saja oppa. Asalkan aku bisa mengabulkannya tentu akan kukabulkan”
“jeongmal?”
“tentu saja oppa”, sooyoung mengangguk-anggukkan kepalanya walau namja itu tidak melihatnya, “asalkan oppa tidak minta semua persediaan makananku di kulkas!”
Namja itu tertawa kemudian membalikkan badannya, meraih kedua tangan yeoja di depannya yang masih tetap menunduk. Ia menggenggamnya dan berkata dengan nada serius,
“Choi Sooyoung, maukah kau menikah denganku?”
Sooyoung sangat terkejut mendengarnya, tapi ia juga sangan senang. Itu adalah kata-kata yang sangat ingin di dengarnya selama hidupnya, yah menurutnya seorang namja meminta seorang yeoja menikahinya, bukanlah hal yang sering ia dengar sehari-hari. Biasanya ia hanya mendengarnya hanya di drama atau film. Sooyoung mengangkat kepalanya, tapi UURGH….. matahari bersinar sangat terang tepat dibelakang namja tersebut. Ia jadi tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya. Tetapi ia sudah terlanjur sangat bahagia dan tersenyum senang. Ia membuka mulutnya dan bersiap untuk mejawab “YA, TENTU SAJA OPPA!!!”,
Tapi belum sampai kata-kata itu keluar dari mulutnya, tiba-tiba seorang yeoja dari belakang datang dan berteriak

“SOOOOOYOOOUUUUNNNNGGGGGGGGG………. APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!?”

Sooyoung kaget dan berbalik. Ia melihat Taeyeon menghampirinya dengan wajah yang tampak sangat marah.
‘apa yang dilakukan taeyeon disini? Kenapa ia kelihatannya marah padaku?’ pikir sooyoung. Ia bingung ada apa dengan unnienya itu, tapi melihat wajahnya membuat sooyoung takut. Ia mundur beberapa langkah.
“Yah Choi Sooyoung, mau kemana kamu hah? Tunggu aku disana!!!” taeyeon berteriak lagi sambil berlari ke arah sooyoung.
Sooyoung makin takut, ia berbalik arah dan hendak melarikan diri dari Taeyeon, tapi ternyata ia sudah berada di ujung atap. Kakinya tergelincir dan Ia merasa perlahan tubuhnya mulai jatuh…..

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA………………………!!!!!!!!”
…………………….

BRUKKK!

“Aahh!!” Sooyoung dengan sukses jatuh dari tempat tidurnya. “aduh…” ujarnya sambil mengusap bibirnya yang tadi sempat mencium lantai. Sementara di pintu kamar Taeyeon masih menggedor-gedor pintu, sambil mengomel “Hei kalian yang di dalam! Cepat bangun, atau ku dobrak pintu ini!!!” Taeyeon jelas murka karena dari Soehyun sampai Sunny tidak ada yang berhasil membangunkan sooyoung dan jessica.
Sooyoung pun duduk dan menoleh ke tempat tidur jessica. Ia melihat jessica masih tidur pulas dibawah selimutnya. Sooyoung dengan malasnya berdiri dan membuka pintu kamar.
“ada apa sih taeng, pagi-pagi buta begini sudah berisik sekali?” sooyoung berkata sambil menguap dan mengucek-ngucek matanya.
“Pagi buta katamu hah? Ini sudah jam berapa? Lihat jammu sana! Ini sudah jam delapan! Matahari sudah bersinar terang benderang tau!” Taeyeon melihat kedalam kamar sooyoung yang agak gelap dan jessica yang (masih) tidur. Ia mengomel lagi “pantas saja, tirai jendelamu belum kamu buka! Matahari sudah bersinar terang! Dan cepat bangunkan puteri tidur itu! Aisshh kalian berdua memang benar-benar membuat repot di pagi hari! Kami menunggu kalian cepatlah bangun dan bersiap-siap, kita akan pergi untuk latihan!”
Sooyoung yang masih setengah mengantuk pun berbalik dan membangunkan jessica. Tapi ternyata yeoja itu sudah bangun. Ia berkata “Akhirnya ia berhenti mengomel juga, fiuh.. sudah dari tadi kudengar dia mengomel di luar sana”
“yah jessica, kalau kau sudah bangun dari tadi kenapa tidak buka pintunya hah?”
Yang ditanya Cuma tertawa cekikikan. Sooyoung tidak tahu bahwa jessica juga melihatnya jatuh dari tempat tidur.
“hei kenapa tertawa?” ujar sooyoung sambil melempar bantal ke jessica.
“Bagaimana rasanya mencium lantai sooyoungie? Sepertinya itu adalah first kiss-mu yah? Hihihihi….” jessica terus tertawa.
sooyoung menatapnya dengan wajah kesal sekaligus malu. Ia mengambil bantal dan bersiap-siap hendak melancarkan serangan ke unnienya itu.
“jessica, kau……..”, sooyoung menatapnya dengan tatapan pembunuh.
“CIAAATT!!” sooyoung menyerang jessica dengan bantal bertubi-tubi. Jessica sibuk menghindar kesana kemari sambil tertawa-tawa.

“SOOYOUNG! JESSICAAA! KAPAN KALIAN AKAN SIAP HAH?!?!”

taeyeon berdiri di depan kamar dengan berkacak pinggang. Dua orang yang tadi berkejar-kejaran kocar-kacir mengambil peralatan mandi dan cepat-cepat kabur dari taeyeon.
Taeyeon pusing dengan kelakuan dua orang itu. “kalau begini terus aku bisa cepat tua” ujarnya.
“kau memang sudah tua”, ujar Sunny yang baru keluar dari kamarnya. Ia sudah siap dan berdandan rapi.
“Sunny! Apa maksudmu hah?”, Taeyeon menatap tajam sunny.
“AISH, kalian berdua sudahlah, pagi-pagi begini jangan ribut” Tiffany datang. Ia sepertinya sudah siap juga.
Taeyeon cemberut sementara Sunny masih sibuk merapikan pakaiannya.
“Sunny-ah, kau cantik sekali pagi ini, apa kamu mau kencan? Rasanya hari ini jadwal kita latihan deh?” Yuri mengamati pakaian Sunny.
“A-aniyo, tidak, aku cuma ingin pakai baju ini saja kok..” ujarnya malu-malu.
“Hmmm, mencurigakan sekali….” Yuri masih memandangi Sunny.
“Yuri-ah, apa sih…”
“MAKANAN SUDAH SIAP”, Hyoyeon datang dari dapur dibantu oleh Yoona, mereka membawa sarapan pagi.
“ah, ayo kita makan…”, Sunny cepat-cepat kabur menuju meja makan. Ia tidak mau diinterogasi Yuri pagi-pagi begini.
Yuri masih berdiri di tempatnya sambil memandangi Sunny dengan gaya detektif.
“Yuri-ah, ayo kita sarapan”, Tiffany menggandeng Yuri menuju meja makan.
——–

“Ahhh, apa-apaan jessica itu, seenaknya ia masuk kamar mandi duluan, padahal aku lebih suka mandi di sana” sooyoung mengomel di dalam hati.
“Aisshh, aku tidak biasa mandi di kamar mandi sini” ujarnya lagi sambil menyalakan shower. Kamar mandi di dorm mereka memang ada dua. Dan Sooyoung biasanya mandi di kamar mandi yang dekat dengan kamarnya.
Sambil mandi ia memikirkan mimpinya tadi. Ia bingung sendiri kenapa bisa bermimpi seperti itu. Kira-kira namja itu siapa ya? Ia memanggilnya Oppa, jadi pastinya namja itu adalah orang yang dekat dengannya.senang sekali rasanya jika memang ada oppanya yang berkata seperti itu padanya. “Ahhh, siapa ya oppa itu” Sooyoung penasaran, ia mandi sambil senyum-senyum ga jelas.
“Siapa ya dia? Waaa.. aku tidak bisa membayangkannnya”, ujarnya lagi sambil tersipu-sipu malu. Ia masih membayangkan mimpinya tadi. Ia berusaha mengingat-ingat wajah oppa itu, tapi sayangnya ia tidak bisa melihat wajahnya.
Sooyoung tertegun, ia heran sama sekali kenapa ia tidak bisa membayangkan wajah satu namja pun yang kira-kira adalah oppa dalam mimpinya. Ia tidak bisa membayangkan jika itu adalah oppa-oppanya di suju atau dbsk, ataupun idol lainnya, atau orang yang pernah ditemuinya. Apa ini karena ia belum punya pacar sebelumnya? Sooyoung merasa ia menyedihkan. Apalagi semua orang pun sudah mengetahui hal ini, bahkan fansnya. Ia memang pernah menyukai salah seorang Oppanya, ada beberapa orang sih, tapi ia merasa itu hanya perasaan suka sesaat dan ia pun tidak mendapatkan balasan perasaan yang sama dari oppa itu. Yah mungkin karena itu juga ia hanya mengatakan itu sebagai rasa suka, rasa itu belum sempat tumbuh jadi cinta karena ia keburu membunuhnya saat menyadari bahwa oppa tersebut hanya menganggapnya dongsaeng kesayangan atau teman terbaik untuk untuk ngobrol dan bercanda. Mungkin mereka sudah lupa kalau dongsaeng mereka itu adalah seorang yeoja…
“Yah! Choi Sooyoung kenapa kau ini!” ia menggekeng-gelengkan kepalanya. “Sudah lupakan semua itu. Kau sudah berjanji tidak akan mengingatnya!” ia kemudian menganggukkan kepalanya. Namun beberapa saat kemudian ia kembali tertegun. “Aishh… Ini semua karena Taeng! Aku jadi tidak sempat melihat wajah oppa tersebut! ” batinnya.
**

Sooyoung keluar dari kamar mandi. Ia melihat jessica yang sedang makan sendirian.
“mana yang lain?” ujarnya.
“sudah ada di luar, mereka menunggu di mobil. Kenapa kau lama sekali mandinya?” ujar jessica sambil terus makan, “cepatlah, atau kau kena omel taeng lagi”.
“iya,iya…” karena melamun sooyoung jadi kelamaan mandi. Ia masuk ke kamar untuk bersiap-siap.
Keluar dari kamarnya ia melihat meja makan sudah kosong. Jessica sepertinya sudah menunggu di luar. Sooyoung baru saja duduk untuk makan, tapi tiba-tiba Seohyun muncul di pintu “Unnie, ayo cepat, kita sudah ditunggu manajer oppa” ujarnya.
“Apa? Tapi aku belum sempat makan”,
“Makannya di dalam mobil saja, ayo cepat! Kita akan kena marah manager oppa kalau telat!” Taeyeon muncul lagi di pintu.
Sooyoung bergegas pergi, ia juga tidak mau kena marah manajer mereka. Ia mengambil roti yang sudah dioles selai dan berjalan keluar dorm.
“Semua sudah lengkap? Taeyeon mengobservasi semua anggotanya, “1,2,3,4,5,6,7,….. hei Jessica mana?”
“mungkin masih di dalam dorm”, ujar Hyoyeon.
“Aishh, ngapain sih anak itu? Lama sekali! Sooyoung mana?”
“ Ahjumma, aku disini!” Yang dicari menyahut dari belakang.
Sooyoung duduk di belakang sambil makan rotinya, sementara Seohyun duduk di sampingnya sambil membaca buku dengan serius, entah buku apa, mungkin novel tentang keroro. Tiba-tiba Sooyoung teringat sesuatu, ia mengaduk-aduk tasnya dan ternyata benar, ia meninggalkan handphonenya di kamar. ‘Oh tidak!’ pikirnya. Meninggalkan Hp sama artinya meninggalkan separuh jiwanya, yah separuh jiwa, benar sekali Hpnya adalah soulmatenya saat ini. Poor soo…. Ia turun dari mobil sementara yang lain masih menunggu Jessica.
Sooyoung berlari ke dorm dan bergegas masuk ke dalam kamar, mencari dimana benda tersebut. Tapi ia tidak menemukannya. “Aishhh, dimana sih?” Sooyoung masih mencari-cari.
——

Jessica akhirnya keluar dari kamar mandi. Ia bergegas mengambil tasnya. Dorm sudah sepi, ia buru-buru keluar dan mengunci pintu.
“Ah, akhirnya kau muncul juga!” Taeyeon berkata saat Jessica duduk disampingnya “Ayo Berangkaaat!!!”
“kalau bisa agak cepat ya oppa, kami sedang terburu-buru” Taeyeon menepuk pundak Supir mereka.
“Oke! Berangkat” Mobil bergerak melaju meninggalkan dorm snsd menuju SM.
—–

“Fiuhh! Ini dia!” Ternyata Hp yang dicari-cari Sooyoung ada di dalam sarung bantal. Ckckckck.. benar-benar membuat pusing. Bagaimana tidak, ia sudah mengacak-acak tempat tidur dan kamarnya yang sekarang terlihat seperti habis diserang segerombolan monyet.
Sooyoung menuju pintu keluar. Ia memegang gagang pintu untuk membukanya, tapi… ia kemudian kaget saat mengetahui pintu di depannya tidak terbuka sedikitpun.
“Yah! Kenapa ini? Aisshhh.. Jessica, Taeyeon-ah, Fany-ah… Buka!!!” tidak ada jawaban.
Sooyoung bergegas ke jendela dan menghintip. Ia bengong mendapati mobil di depan dorm mereka sudah menghilang. ‘Oh No no no no no…’ ia berlari ke pintu mencoba untuk membukanya dengan paksa… ‘aduh bagaimana ini’ Sooyoung terus mencoba berharap pintu itu terbuka.
“Ah Kunci cadangan!” ia tiba-tiba teringat. Segera ia berlari ke rak lemari televisi mereka. Ia tersenyum mendapati benda yang dicarinya ternyata ada.”Yess!”
Ia membuka pintu secepat kilat dan menguncinya kembali dengan secepat kilat juga, tapi tetap saja ia tidak bisa melihat mobil mereka. Sooyoung berlari menuju jalan tapi sepertinya mobil itu sudah pergi jauh.
“WAAAAA!!! Kenapa begini… kenapa meninggalkanku.. Tunggu..!” Yeoja itu berlari tapi tentu saja itu sia-sia.

Seohyun asyik membaca, tapi kemudian ponselnya berdering. Ia mengangkat tanpa melihatnya.
“Yeoboseyo?”
“Seohyun kenapa kalian meninggalkanku hah?!?!?” Seohyun kaget mendengar yeoja di ujung telepon berteriak. Ia spontan menoleh ke samping. Dan semakin kaget.
“Sooyoung Unnie!” pekiknya. Semua member langsung menoleh ke arah sumber suara. Dan mereka sama kagetnya.
“Hey dimana Sooyoung?”
“Tadi kulihat ia duduk disebelahmu Seobaby?”
“menghilang kemana dia?”
Seohyun Cuma memandang ke tempat sooyoung tadi duduk. Yang tertinggal hanya roti dengan selai yang sudah setengah dimakan….

—– TBC—–

Iklan